Beranda Warta Berita Kabupaten Maros Sudah Tidak Kumuh, Dijamin!

Kabupaten Maros Sudah Tidak Kumuh, Dijamin!

Comments (0) View (71)

Ikhtiar penuh perjuangan ala warga dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros di Provinsi Sulawesi Selatan berbuah manis. Menjabat status sebagai lokasi dampingan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) rupanya tetap tak membuat mereka nyaman. Beragam perjuangan dilaksanakan, tanpa henti dan tak mudah berlelah diri. Hasilnya terbukti: Kabupaten Maros dijamin sudah tidak kumuh lagi!

Perhitungan nilai kumuh yang valid tersebut diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah bersama Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta konsultan pendamping dari Program Kotaku di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Maros, pada awal Desember 2019. Kegiatan perhitungan pengurangan kumuh itu dihadiri beberapa unsur wilayah. Di antaranya perwakilan dari Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum setempat, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Infrastruktur Permukiman, dan pejabat pembuat komitmen.

Data hasil pencapaian pelaksanaan kegiatan pengurangan kumuh Kabupaten Maros ditinjau Pokja PKP Provinsi Sulsel, langsung ke lokasi kumuh. Pokja PKP Provinsi Sulsel juga berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Maros untuk pelaksanaan penanganan permukiman kumuh Skala Kawasan di Kelurahan Boribellaya pada tahun mendatang.

Hasil rapat menyepakati target luas kumuh awal sebesar 4,21 ha sudah tercapai hingga 0 ha berdasarkan metode perhitungan kumuh pada 2019. Rinciannya adalah, luas kumuh Baseline Kelurahan Turikale sebesar 2,25 hektare (skor 15) menjadi 0, dengan skor akhir 7, alias tidak kumuh. Kelurahan Alliritengngae pun demikian, berstatus tidak kumuh dengan skor dari 10 menjadi 5. Hasil pelaksanaan perhitungan kumuh Kabupaten Maros tersebut dituangkan dalam Berita Acara Pengurangan Kumuh dan ditandatangani bersama untuk diberikan ke pimpinan Bupati Kabupaten Maros.

Kabupaten Maros adalah lokasi dampingan Program Kotaku yang berhasil menuntaskan kumuh pada 2019 ini sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Keseriusan Pemda Kabupaten Maros untuk menyelesaikan permukiman kumuh yang sudah mulai sejak 2015 dilaksanakn dengan memaksimalkan peran pemda selaku nakhoda dan melibatkan berbagai pihak melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR).

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Maros pada 2014, areal kumuh yang ada mencapai seluas 5,7 hektare. Lokasi kumuh tersebut terdiri dari Kelurahan Turikale (3,39 ha), Kelurahan Alliritengngae (0,82 ha), dan Kelurahan Baju Bodoa (1,53 ha). Dari ketiga kelurahan dampingan Program Kotaku itu, Kelurahan Turikale dan Kelurahan Alliritengnga dengan total luas kumuh 4,21 ha. Kabupaten Maros pun pernah mendapat intervensi alokasi Bantuan Dana Investasi pada 2017 sebesar Rp 500 juta, dan sebanyak Rp 150 juta pada 2018.

Pemda Kabupaten Maros gencar berkoordinasi dan melibatkan berbagai pihak untuk mengambil peran selama pelaksanaan kegiatan penanganan kumuh. Misalnya, dengan menghadirkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bidang terkait, dana kelurahan, hingga PT Angkasa Pura I, melalui kegiatan CSR. Menurut data Sistem Informasi Manajemen (SIM) Program Kotaku, total pencapaian nilai dana kolaborasi per 6 Desember 2019, yang dihitung sejak 2015 hingga 2017 silam sebesar Rp 20.534.139.300.

 

 

Penulis:

Hasruddin Itung (Tenaga Ahli Financial, Institutional, and Collaboration OSP-9) dan Syamsuddin Guna (Asisten Kota Mandiri Kabupaten Maros)
Program Kotaku
Provinsi Sulawesi Selatan

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.