Beranda Warta Cerita Dulu Kampung Seng, Kini Kampung Keren

Dulu Kampung Seng, Kini Kampung Keren

Cerita Jawa Timur Blitar Kampung Boclent Comments (0) View (979)

RW 02 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur dulu terkenal sebagai “kampung Texas” atau Kampung Seng. Sebagian besar warga di lokasi ini susah didekati. “Jika ada barang hilang di daerah ini, biasanya akan ketemu di sana,” cerita Lurah Sukorejo Agus.

Tapi itu dulu. Sekarang, lokasi ini berubah jadi bagus, bahkan terkenal dengan nama “Kampung Nirwana Boclent”—kepanjangan dari Bocah Klenteng, karena lokasinya yang dekat klenteng. “Warganya juga terampil memainkan seni budaya klenteng, sehingga mereka sering dipanggil manggung,” ujar dia.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua RW 02 Kelurahan Sukorejo Suhani. Sebelumnya, orang tidak bisa—dan tidak berani—melintas ke daerahnya akibat rawan dan kumuh. Cukup sulit membuat masyarakat berubah dan menata lingkungan menjadi lebih baik. “Saya melakukan pendekatan-pendekatan personal. Sebelumnya, mereka tidak peduli. Tapi sejak saya ajak rembuk, barulah mereka mulai berubah,” tuturnya.

Pak Hani, begitu ia biasa dipanggil, awalnya menggunakan cara agak memaksa, yakni setiap warga yang mengurus perizinan ke kantor RW diwajibkan menanam bunga dalam pot, atau di pekarangan. Metode ini ternyata cukup ampuh.

Puncaknya, saat kelurahan ini mendapat bantuan dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada 2017, masyarakat begitu antusias terlibat menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan. “Karena jalan lingkungan dan drainase rusak maka kami sepakat untuk membangunnya melalui sumber dana tersebut. Karena ternyata salah satunya, hal itulah yang membuat kampung kami kumuh,” ujar Suhani.

Sejak saat itu, warga RW 02 kompak berbenah bersih-bersih kampung setiap minggu. “Saya biasanya keliling menggunakan megaphone untuk mengingatkan dan mengumumkan kepada warga, supaya mereka mau partisipasi bebersih lingkungannya,” kata dia. Anggaran Bantuan Dana Investasi (BDI) Kotaku yang diterima pada 2017 menjadi penyemangat bagi warga RW 02, bahkan menjadi pintu masuk kolaborasi dari berbagai pihak.

Ia juga pernah membawa warga piknik ke Kampung Warna-warni Jodipan. Walau tidak meniru hal yang sama, tapi dari sana warga sadar bahwa mereka bisa melakukan penataan kampung dengan cara berbeda tapi semangat yang sama. Membuat kampung jadi bersih, bikin betah dan keren, tegasnya.

Upaya keras masyarakat juga diapresiasi pemerintah. Sudah dua kali Kampung Nirwana Boclent menjadi juara kampung bersih. Hal tersebut menambah semangat warga menata kampung dan mengundang banyak pihak peduli. Sebut saja, perusahaan cat dan toko-toko sekitar. Begitu juga warga lain, mau menyumbang untuk memperindah kampungnya dengan membuat lukisan-lukisan presiden, para pahlawan, dan tokoh lainnya. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

         

 

    
         

 

    

Penulis: Iroh Rohayati Fatah, TA Komunikasi KMP Kotaku 1

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.