Beranda Warta Cerita Ketika "Kampung Tahu-Tempe" Bandar Lampung Berbenah Diri

Ketika "Kampung Tahu-Tempe" Bandar Lampung Berbenah Diri

Cerita Lampung Bandar Lampung Infrastruktur Comments (0) View (1060)

Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung memiliki luas kumuh 7,12 Ha merupakan wilayah sentra pengrajin tahu dan tempe. Tepatnya di RT 2 Lingkungan II. Salah satu yang menjadi permasalahan kumuh adalah drainase dan akses air minum belum tercukupi.

Mengingat Lingkungan II ini adalah sentra pengrajin tahu-tempe, masalah lain yang muncul adalah bau tidak sedap akibat limbah pengolahan tahu-tempe. Ada 10 KK pengrajin tahu-tempe yang produktif di sana. Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung sudah melakukan penyuluhan kesehatan lingkungan agar para pengrajin sadar pentingnya pengolahan limbah dan penataan usaha agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Melalui bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2019 dibangun 1,939 meter drainase tertutup dan 6 sumur bor sebagai sarana air minum. Kegiatan itu bermanfaat bagi 161 KK, dimana 129 KK di antaranya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi sempat monitoring langsung pelaksanaan kegiatan skala lingkungan Program Kotaku di Kelurahan Sawah Brebes pada Oktober 2019 lalu. Dia sangat terkesan dengan perubahan yang terjadi, khususnya di Lingkungan II.

Kondisi Lingkungan I dan II di Kelurahan Brebes kini jauh berbeda. Utamanya ruang terbuka publik yang dibangun membuat kampung ini lebih ramah anak. Ditambah kreativitas remaja yang menambah keindahan lingkungan. Mereka menghias dinding dengan mural, yang ternyata menjadi daya tarik tersendiri, sehingga kampung ini kemudian dikenal dengan nama "Kampung Lukis".

Kolaborasi juga dilakukan di kelurahan ini. Salah satunya menciptakan lorong hijau, bekerja sama dengan dinas pertanian. Warga mulai memenuhi lorong kampung dengan tanaman obat, sehingga lingkungan menjadi asri sekaligus bermanfaat sebagai apotek hidup. Hanya satu PR tersisa, yakni pengelolaan limbah tahu-tempe yang baik agar mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. [Lampung]

Dokumentasi lainnya:

         

 

    

Oleh: Tim Komunikasi Kotaku

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.