"> ">
Beranda Warta Cerita Yan, Tak Tanggung-tanggung Komandoi Tuntaskan Kumuh

Yan, Tak Tanggung-tanggung Komandoi Tuntaskan Kumuh

Cerita NTT Kupang Tokoh Comments (0) View (167)

Dalam upaya penanganan kumuh wilayah, Pemerintah Kota Kupang masih gencar melakukan upaya-upaya penataan permukiman. Khususnya pascapenetapan Kota Kupang sebagai satu dari 32 kota prioritas percepatan penanganan kumuh di Indonesia. Di antaranya melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan kegiatan-kegiatan pencegahan tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh baru. Kini upaya penanganan kumuh akan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang menangkap peluang besar ini menjadi upaya bersama, yang menjadi bagian dari rencana penataan permukiman kumuh wilayah. Tujuannya jelas, agar mengubah citra kawasan kumuh menjadi layak huni dan berkelanjutan, yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hal itu pun seiring visi Pemkot Kupang; Mewujudkan Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN [Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme].

Sebagai motor penggerak penataan permukiman non-kumuh, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pekalongan yang mengepalai Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) selalu berupaya mengharmonisasikan para pemangku kepentingan setempat. Seperti berbagai kantor dinas, sektoral, swasta, serta kelompok peduli lainnya untuk bersama menuntaskan target penanganan kumuh 2019. Dan sosok yang paling "sibuk" menggerakkannya adalah Djanuarius Simu, kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Kupang.

Bagi lelaki yang acap disapa Bapa Yan ini, kolaborasi menjadi strategi utama dalam menangani beragam kegiatan mewujudkan 0 hektare di Skala Lingkungan maupun Skala Kawasan di Kota Kupang. Tak heran bila dia selalu siap menjaga pelaksanaan kegiatan penataan dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), dan mendampingi Tim Koordinator Kota 1 Kupang dan Tim Oversight Service Provider (OSP) 5 NTT Program Kotaku.

Kehadiran Bapa Yan tampaknya memang tak tanggung-tanggung. Dia selalu siap menjadi narasumber di setiap forum kegiatan penanganan kumuh Program Kotaku. Misalnya yang diselenggarakan pemerintah pusat, pemerintah atau satuan kerja provinsi, Pokja PKP, forum kolaborasi, Kelompok Belajar Internal Konsultan (KBIK), pelatihan pendamping Program Kotaku, maupun pelatihan masyarakat.

Keterlibatannya tersebut berlaku sama indoor dan outdoor. Dia pun kerap bertandang ke berbagai kantor dinas, sektoral, badan usaha milik negara dan daerah. Sederet kegiatan penanganan kumuh juga menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) atau Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Kupang. Termasuk tentu dalam Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), atau hasil urunan pembiayaan dari tanggung jawab sosial swasta (customer social responsibility, CSR). Pengamatan Bapa Yan juga sampai pada tahap asistensi dan verifikasi usulan Rencana Kerja Anggaran OPD.

Bagi Bapa Yan, prioritas utama kegiatan OPD adalah peningkatan kualitas infrastruktur dan aksi pencegahan kumuh seluas 152,57 ha yang tersebar di 34 kelurahan, sesuai tujuh indikator kumuh. Misalnya melalui sosialisasi edukasi masyarakat untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat, tepatnya untuk menuntaskan sisa 29,7 ha.

Selaku Ketua Pokja PKP Kota Kupang, Yan berkeyakinan hasil kerja yang baik tak akan pernah mengkhianati proses yang telah dijalani. Khususnya di Kota Kupang. Sepakat! [NTT]

Penulis: Sherly, Asisten Kota Kolaborasi dan Kelembagaan Koordinator Kota 1 Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.