Beranda Warta Cerita Sapu Lidi dan Rita, Sang Srikandi

Sapu Lidi dan Rita, Sang Srikandi

Cerita Kepulauan Riau Karimun Tokoh Pokja PKP Comments (0) View (850)

Kotoran atau sampah akan sangat efektif bila dibersihkan dengan seikat lidi, bukan sebatang. Filosofi itulah yang dipegang teguh seorang Rita Agustina, menyoal penyelesaian permasalahan kumuh. Sosok yang menjabat kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Permukiman, dan Kebersihan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau itu berkeyakinan penuh bahwa kebersamaan dalam kolaborasi adalah kata kunci upaya menuntaskan kumuh, khususnya di Kabupaten Karimun.

Mami—begitu biasa Rita disapa rekan-rekan dan staf di kantor—memang tak main-main bila menyoal kumuh. Dia mampu mensinergikan kemampuannya sebagai pejabat yang mengayomi kala bekerja, hangat, namun tetap penuh ramah keakraban seorang ibu. Di saat yang sama Rita bisa berubah tegas, lugas, dan menegur langsung siapa pun bila ada yang tak sesuai aturan dalam pekerjaan.

Perempuan kelahiran Agustus 1970 itu mengamini betul bahwa kolaborasi harus menjadi kesadaran bersama semua pihak yang berkepentingan. Khususnya soal pendanaan, yang tentunya tak bisa hanya mengandalkan dari satu sumber saja. Seharusnya, mulai dari pusat, provinsi, daerah, swasta, hingga masyarakat menyadari benar kebutuhan tersebut. Misalnya dengan upaya menjaring dana dari berbagai sumber seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tingkat provinsi, maupun pendanaan dari pihak swasta dengan anggaran tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility [CSR]), atau swadaya warga.

Keseriusan Rita dalam 'berbakti' sudah terbukti sejak lama. Genap 15 tahun sudah dia berkiprah sebagai Aparatur Sipil Negara berkecimpung di berbagai program pemberdayaan masyarakat. Di antaranya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk Kabupaten Karimun. Di awal karier, dia sempat menjabat sebagai kepala Seksi Dinas Pekerjaan Umum, dan dilanjutkan sebagai kepala Bidang Pelayanan Sosial di Dinas Sosial. Yang terakhir, 'Mami' didaulat menjabat sebagai kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Permukiman, dan Kebersihan.

Kala beranjang sana dengan tim pendamping atau fasilitator, Rita dikenal amat ramah dan akrab. Maklum saja, wanita pecinta kopi hitam ini sering turun ke lapangan didampingi Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) buat memantau langsung kegiatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan kelompok swadaya masyarakat (KSM).

Khusus dalam pelaksanaan Program Kotaku, ibu dua laki-laki dan satu perempuan ini intens berkoordinasi dengan Tim Koordinator Kota maupun Tim Fasilitator Kelurahan agar bisa bersama-sama mengawasi pelaksanaan kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) di wilayah Kabupaten Karimun. Dia tak segan menegur siapa pun, jika ada pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai proposal dan standar teknis.

Sebagai anggota anggota Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan Permukiman Air Minum dan Sanitasi (PPAS), Rita terlibat aktif menyusun revisi Surat Keputusan Bupati untuk Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Termasuk, proses pengkajian kembali dokumen Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP) menjadi Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP). Harapannya adalah, berbagai permasalahan kumuh di lokasi yang tidak termasuk dalam SK Kumuh 2014 bisa ditangani bersama. Agar tuntas, sama seperti memakai sapu lidi tadi. [Kepri]

Penulis: Rahdian, Asisten Kota Kelembagaan & Kolaborasi Kabupaten Karimun Program Kotaku Provinsi Kepulauan Riau

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.