Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Ramala dan Duka Drainase Sarang Aedes aegypti

Ramala dan Duka Drainase Sarang Aedes aegypti

PIM Lesson Learned Maluku Utara Comments (0) View (198)

Bahaya penyakit demam berdarah memang serius menakutkan. Khususnya bagi Ramala, warga Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Apalagi, Dinas Kesehatan setempat sudah mengumumkan bahwa penyebaran penyakit demam berdarah di wilayah tersebut sudah merenggut nyawa warga. Maklum, lingkungan permukiman perempuan paruh baya itu jauh dari konsep bersih dan aman dari kemungkinan serangan nyamuk Aedes aegypti. Sampah tercecer di sembarang tempat menjadikan saluran drainase lingkungan menjadi lahan sempurna buat tumbuh kembang jentik-jentik nyamuk.

Boleh jadi, Ramala tak ubahnya dengan setiap manusia di mana pun: mendambakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. Kondisi yang dikabarkan Dinkes Kota Tidore Kepulauan membuat dia ketar-ketir bukan kepalang.

Pucuk dicinta, ulam tiba. Tim Pendamping Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang terdiri dari Fasilitator Sosial Kota Tidore Kepulauan Hestyin Amalia dan Susan Laeka serta Sub-Prof for Complain Handling Unit (CHU) Oversight Service Provider (OSP) 8 Malut Sanajiguru Sangadji bertandang ke Kelurahan Bobo pada 22 November 2019. Tanpa menunda lagi, Lala—panggilan Ramala—membeberkan persoalan yang dihadapi di wilayahnya. Masih banyak warga yang membuang limbah rumah tangga langsung ke saluran drainase. Alhasil, aroma sampah membusuk di saluran kerap menyengat masuk hingga ke kediaman warga dibawa embusan angin sepoi-sepoi di siang hari. Keluhan Ramala tercatat dalam sistem Pengelolaan Informasi dan Masalah (PIM) Program Kotaku dengan nomor register: 001682721119.

Keresahan Ramala tuntas dijawab tandas Sanajiguru. Amat lumrah bila setiap orang menginginkan lingkungan kehidupan yang bersih, indah, dan sehat. Pun demikian dengan kebiasaan buruk membuang limbah rumah tangga ke dalam saluran drainase lingkungan. Tak hanya persoalan wabah demam berdarah, udara yang terkontaminasi bau sampah pun berpotensi mengancam kesehatan.

Usai mendapat 'pencerahan', Ramala tak bergeming. Perempuan itu mulai membangun komunikasi dan menggalang partisipasi warga setempat lewat urun rembuk. Target agenda kegiatannya adalah memantapkan rencana kerja membersihkan lingkungan permukiman di Kelurahan Bobo. Dalam ajang rembuk tersebut, Lala mengajak warga untuk mulai peduli terhadap lingkungan, minimal di Rukun Tetangga 001, Rukun Warga 02.

Tepat dua hari sejak pertemuan awal, Ramala membentuk tim untuk berkunjung langsung ke sumber permasalahan, di wilayah RT 001/RW 02. Dia didampingi ketua RT setempat, Hamila Sula, serta pemuda setempat, Ade Djauhar dan Sukri Jafar. Acara utama berlangsung sehari sesudahnya dengan membersihkan saluran drainase di RT 001/RW 01, yang dibangun dengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan pada 2013.

Hanya sekejap Ramala beraksi, warga sekitar beringsut berdatangan, laki-laki dan perempuan. Semua membawa peralatan kerja seadanya. Kala itu, Ramala didampingi Sukri Jafar—pemuda setempat yang sejak awal mengamini keluhan Ramala soal kesehatan lingkungan. "Penting membangun kesadaran sesama warga untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan membiasakan pola hidup bersih," kata Sukri. Dia juga berharap betul aksi bersih ini menjadi awal kebangkitan semangat warga untuk mau mulai menjaga lingkungan sekitar.

Buah partisipasi dan semangat warga yang didukung pihak kelurahan nyata dalam sekejap. Saluran drainase yang tadinya penuh ceceran sampah rumah tangga sontak berubah bersih dan lancar buat dialiri air. Warga pun bersepakat untuk tidak lagi membuang limbah rumah tangga seperti air bekas cucian ikan, cucian sayur, maupun cucian beras, dan lainnya ke dalam saluran drainase.

Dahi Ramala tak lagi berkernyit. Cuping hidungnya tak ditutupi lagi, seolah bebas menghirup udara segar tanpa tersamar bau sampah. Keinginannya memiliki lingkungan yang bersih, ramah, sehat, indah, dan nyaman seakan sudah menjadi nyata. "Dambaan kita semua," ucap Lala berbahagia. [Malut]

Penulis: Sanajiguru Sangadji, Sub-Prof CHU OSP-8 Maluku Utara Program Kotaku Provinsi Maluku Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait