Beranda Warta Cerita Desa Pendawan Bangkit dari Kumuh Menuju Desa Wisata

Desa Pendawan Bangkit dari Kumuh Menuju Desa Wisata

Cerita BPM Kalimantan Barat Infrastruktur Comments (0) View (155)

Desa Pendawan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat termasuk desa kategori kumuh sesuai SK Bupati Sambas nomor 872 tahun 2014 dengan luas kumuh 12,18 Hektar. Permasalahan yang dihadapi warga adalah sulitnya air bersih untuk keperluan sehari-hari. Jika pun ada sumur, airnya terbatas, sehingga kebutuhan air bersih tidak terpenuhi. Umumnya warga memenuhi kebutuhan air dengan membuat bak tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi alam.

Permasalahan lainnya adalah kondisi drainase tidak memadai, karena saluran pembuangan air hujan masih bercampur dengan pembuangan limbah rumah tangga, yang sering tergenang di kala hujan.

Melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), BKM Desa Pendawan berusaha menyelesaikan permasalahan kumuh dengan memanfaatkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) 2019. Di antaranya perbaikan drainase sepanjang 1.613 meter di RT 11 RW 06, dengan biaya sebesar Rp 923.340.000 ditambah swadaya sebesar Rp 19.360.000. Kegiatan itu bermanfaat bagi 36 KK atau 148 jiwa.

Kegiatan lainnya adalah pembangunan jalan paving di RT 10 RW 05 sepanjang 107 meter dengan BPM sebesar Rp 32.740.000 swadaya Rp 5.170.000. Jalan paving ini bermanfaat bagi 27 KK atau 108 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum dibangun 3 unit Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) dengan nilai BPM Rp 290.130.000 ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp 17.280.000. Dengan dibangunnya IPAS, kebutuhan air bagi 77 KK dengan 28 KK di antaranya MBR, bisa terpenuhi.

Guna mewujudkan visi Desa Pendawan menjadi desa wisata, dalam pelaksanaan Program Kotaku, BKM Nakhoda Bancang bersama-sama kepala desa, karang taruna, PKK dan warga desa, bergotong royong menata kampung dengan membuat mural di dinding rumah dan pagar sepanjang jalan. Mereka juga menanam tanaman dengan memanfaatkan ruang kosong dan melakukan penghijauan di sudut-sudut jalan.

Kegiatan ini bukan hanya di RT yang masuk deliniasi kumuh saja tetapi meluas, sehingga hasilnya menambah kesan Desa Pendawan bebas kumuh. Melalui dana Alokasi Dana Desa (ADD) dilakukan juga pembangunan lainnya, seperti kegiatan PHBS guna mendukung terwujudnya desa wisata. Kini, Desa Pendawan tidak lagi kumuh dan lingkungan menjadi lebih tertata dan nyaman. [Kalbar]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.