Beranda Warta Cerita Demi Optimalkan Potensi, BKM Pangaliali Direstrukturisasi

Demi Optimalkan Potensi, BKM Pangaliali Direstrukturisasi

Cerita Sulawesi Barat Pangaliali UPS BKM Comments (0) View (709)

Menjadi yang lebih baik. Itulah harapan yang mendorong asa para pengurus baru Badan Keswadayaan Masyarakat Pattoe Rannu, Kelurahan Pangaliali, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Mereka, khususnya sang koordinator, Muh. Najib Amri, memang baru dilantik di pertengahan Desember silam sebagai pengurus BKM Pattoe Rannu periode 2019-2021, di ajang pemilihan ulang pimpinan kolektif BKM setempat.

Pascapelantikan, serangkaian rapat internal, eksternal, dan diskusi dengan berbagai pihak untuk menjaring aspirasi dan gagasan mulai diselenggarakan. Targetnya sudah pasti, menguatkan kelembagaan secara internal hingga mampu menghasilkan keluaran terbaik dan maksimal secara eksternal. Utamanya adalah mendorong berbagai strategi penyelesaian masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Termasuk di antaranya memperluas jaringan ke berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, swasta, pihak yang peduli, serta pemangku kepentingan setempat lainnya.

Satu hasil pembahasan yang naik ke permukaan pada awal Januari adalah usulan dan ide restrukturisasi kelembagaan BKM, khususnya unit pengelola kegiatan (UPK) di bawah struktur pimpinan kolektif BKM. Di dalam pertemuan yang dilaksanakan di Sekretariat BKM Pattoe Rannu juga mengemuka soal pemilihan ketua atau manajer, dan anggota unit pengelola berdasarkan asas kerelawanan dan asas kapasitas serta kapabilitas.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Koordinator BKM Muh. Najib Amri dan dihadiri Koordinator Kota Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Majene-Polewali Mandar Ramlah Razak), serta anggota Tim Fasilitator Kelurahan Pangaliali, strategi perubahan struktur organisasi dan personel bertujuan supaya BKM Pattoe Rannu dapat mengambil peran lebih bersama masyarakat. Khususnya dalam mengoptimalkan potensi menata kawasan permukiman yang layak huni, penanggulangan kemiskinan, penguatan ekonomi, dan penghidupan berkelanjutan masyarakat setempat.

Berbasis hasil pertemuan itulah, pengurus BKM Pattoe Rannu menyelenggarakan 'rapat besar' menjelang akhir Januari silam. Acara tersebut dihadiri perwakilan lurah Pangaliali, seluruh anggota BKM, tokoh masyarakat, ketua rukun tetangga dan rukun warga, hingga penduduk kelurahan. Hasil pertemuan itu merumuskan solusi penambahan Unit Pengelola Sampah dan Unit Pengelola Pariwisata (UPP). Unit baru ini melengkapi struktur sebelumnya yang terdiri dari Unit Pengelola Sosial (UPS), Unit Pengelola Lingkungan (UPL), serta Unit Pengelola Keuangan (UPK).

Kehadiran Unit Pengelola Sampah dan UPP berdasarkan pertimbangan kebutuhan unit khusus yang bertugas menangani dan mengelola permasalahan persoalan sampah di Kelurahan Pangaliali. Dan tentunya, pengelolaan objek Wisata Religi di Lingkungan Sabose dan Objek Wisata Budaya di Lingkungan Ondongan, Kelurahan Pangaliali.

Dalam pemilihan tersebut, Arisandi didaulat menjadi ketua Unit Pengelola Sampah dengan latar belakang sebagai penggiat komunitas peduli sampah bernama To Paduli. Muhammad Idham pun terpilih menjadi ketua UPP, karena berbasis selaku praktisi budaya dan pemandu wisata di Sabose dan Ondongan.

Keberadaan kepemimpinan kolektif BKM Pattoe Rannu beserta seluruh perangkat unit yang baru ini diharapkan membawa angin segar bagi pemanfaatan BKM secara maksimal di Kelurahan Pangaliali. Khususnya bagi penghidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan layak huni yang berkesinambungan. [Sulbar]

Penulis: Muh. Najib Amri (Koordinator BKM Pattoe Rannu) dan Andi Ardiansyah (Sub Prof HRM & Admin OSP 9 Sulbar) Program Kotaku Provinsi Sulawesi Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.