FBKM DKI Siap Terima Pelatihan BRI

Comments (0) View (1067)
SEHUBUNGAN dengan telah dimulainya pelatihan oleh Bank Rakyat Indonesia ( BRI) terhadap UPK-BKM P2KP 1 Tahap 1 dan P2KP 1 Tahap 2, yang dimulai pertama kali di Yogyakarta pada tanggal 30 Agustus 2004 yang lalu. Saat ini pelatihan yang sama tengah berlangsung untuk Satuan Wilayah Propinsi Jawa Timur dan Satuan Wilayah Jawa Tengah. Untuk kedua wilayah ini berlangsung mulai tanggal 27 September 2004 hingga 10 Desember 2004. Seluruh kegiatan pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari Kesepakatan Perjanjian Kerjasama (MOU) antara Depkimpraswil dengan Pihak BRI pada Bulan Agustus 2003 yang lalu. Berkaitan dengan kegiatan pelatihan tersebut diatas, maka pada tanggal 30 September 2004 yang lalu Pihak Konsultan Manajemen Pusat (KMP) telah mengundang Pihak Forum BKM (FBKM) DKI Jakarta serta FBKM pada lima wilayah kota di DKI Jakarta. Selain itu, ikut diundang pula pihak Bappeda DKI, KMW 2 dan KMW 3 P2KP 1 Tahap 2 serta Tim Advisory, acara tersebut dihadiri lebih dari dua puluh peserta sebagai undangan. Acara yang digelar sejak jam 09.30, awalnya penuh dengan pertanyaan kritis dari unsur peserta Forum BKM DKI Jakarta. Mereka merasa ditodong oleh Pihak KMP atas datangnya program pelatihan BRI yang datangnya dianggap tiba-tiba ini. “ Kami merasa heran dan merasa ditodong KMP, kok tiba-tiba saja diundang dengan segala sesuatunya yang telah disetting ini. Seharusnya diajak musyawarah dulu sebelum dimatangkan. Saat ini, hanya terkesan program ini tinggal diterima saja oleh Forum. Tentunya akan banyak masukan yang dapat diberikan oleh Forum, sementara soal Exit Strategi saja hingga saat ini belum ada kejelasan sama sekali !” sungut salah seorang peserta dari FBKM Jakarta Pusat dengan nada tinggi. Menjawab pertanyaan yang cukup kritis ini dengan nada rendah, Irfan dan Hari dari pihak KMP menjelaskan dengan panjang lebar tentang latar belakang dari pelatihan oleh BRI ini. “ Meskipun disaat yang lalu Pihak Pemda DKI Jakarta menolak masuknya Program P2KP 1 Tahap 2, serta Program Exit Strategi, hingga saat ini belum ada jawaban yang pasti dari Pihak Pemda. Namun pihak P2KP tetap akan mengikutkan BKM di DKI Jakarta untuk Program Pelatihan ini, sebagai entry point bahwa P2KP masih ada. Hal ini juga sebagai bukti dari pihak P2KP bahwa BKM sebagai kelembagaan hasil dari produk P2KP, tetap diperhatikan dan difasilitasi perkembangannya “ demikian ujar kedua orang dari KMP ini. Penjelasan yang cukup simpatik ini, akhirnya menghasilkan suasana yang semula agak beku menjadi cerah kembali. Karena ganjelan yang ada di Pihak FBKM sudah dapat terjawab. Ucapan kata terima kasih dari peserta FBKM, meluncur spontan sebagai rasa kegembiraan menyambut Program Pelatihan BRI yang dinilainya membawa berbagai harapan ini. Demikian pula saat datangnya usulan dari Pihak FBKM DKI, yang intinya bahwa mereka yang paling tahu atas keberadaan BKM, sehingga usulannya berbunyi “ Kalau yang diikutkan hanya 30% dari dua ratus satu BKM di Jakarta, langsung saja kita pilih dan tunjuk, dari pada susah-susah dengan sensus dan respondensi segala. Bila hanya untuk mencari sebesar itu, dengan cara seperti ini sudah dapat terpenuhi, karena saat ini sudah banyak BKM yang kolaps. Kami ingatkan lagi agar pendataan yang dilakukan jangan sampai menimbulkan konflik baru di masyarakat, karena bila kebetulan respondensi pada masyarakat yang berseberangan dengan BKM, maka bukan tidak mungkin dapat terjadinya persoalan baru yang pada ujung-ujungnya mempengaruhi penilaian hasil pendataan. Oleh karena itu, kami mengharapkan pengambilan data yang adil, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Menanggapi hal ini, kembali Irfan, Hari dan Irsyal dari KMP mengatakan bahwa sensus dan respondensi kepada pihak BKM, aparat dan masyarakat sasaran tetap akan dilakukan. Untuk memenuhi azas keadilan, kunjungan terhadap BKM yang sudah kolaps pun harus dilakukan sebagai bahan evaluasi semua pihak terkait. Kehadiran Pihak KMW 2 dan KMW 3 P2KP 1 Tahap 2 pada acara tersebut adalah sebagai konsultan yang secara langsung menerima tugas dari Pihak Pimpro P2KP untuk menangani pendataan BKM di Wilayah DKI Jakarta. Pada tanggapannya atas penugasan ini, ke dua KMW tersebut mengatakan bahwa walaupun kegiatan mereka menjelang akhir proyek sangat sibuk sekali, namun tetap siap melakukan pendataan ini. Bantuan Pihak FBKM DKI Jakarta sebagai pihak yang tahu persis atas kondisi BKM sangat besar artinya. Oleh karena itu, sangat diharapkan perannya demi kepentingan bersama ini. Menyangkut biaya operasional kepentingan pendataan ini, bersumber dari ke dua pihak Manajemen sendiri, sebagai rasa loyalitas mereka. “ Para Faskel hanya diberikan sekedar transport saja, karena kami merasa penugasan ini masih sebuah tanggung jawab bersama sebagai pemberdaya masyarakat. Kami tidak memikirkan untung rugi, semua yang dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat “ demikian ungkap Djem Bangun dari KMW 3. Adapun pembagian tugas dari kedua KMW tersebut sebagai berikut : Pihak KMW 2 menangani empat puluh enam (46) Kelurahan pada delapan (8) Kecamatan di Jakarta Barat, serta tiga puluh tiga (33) Kelurahan pada delapan (8) Kecamatan di Jakarta Pusat. Sehingga jumlah BKM/ kelurahan yang menjadi tanggung jawabnya sebesar tujuh puluh sembilan (79) buah. Sedangkan jumlah Fasilitator Kelurahan (Faskel) yang diturunkan oleh Pihak KMW 2 sebanyak sembilan (9) orang. Sebagai penanggung jawab pendataan dari Pihak FBKM DKI adalah Hardiman dan Sofwan Djamal, dari Pihak KMW 2 adalah Soeharto,SE dan Jaelani, SH. Selanjutnya Pihak KMW 3 bertanggung jawab atas dua puluh tujuh (27) kelurahan di Wilayah Jakarta Utara, lima puluh lima (55) kelurahan di Wilayah Jakarta Timur, serta empat puluh (40) kelurahan di Wilayah Jakarta Selatan. Sehingga jumlah BKM/ Kelurahan yang menjadi tanggung jawabnya sebanyak seratus dua puluh dua (122) buah. Sedangkan jumlah Fasilitator Kelurahan (Faskel) yang dipercayakan untuk pendataan ini sebanyak tiga puluh empat (34) orang. Sebagai penanggung jawab pendataan dari Pihak FBKM DKI adalah : Amirullah, Irwan Taufik,SH dan Charles, dari Pihak KMW 3 adalah : Bunbun Trisna Sukmara, Asep Dana Sukmara dan Djem Bangun. Sementara itu bersumber dari keterangan beberapa pihak di lapangan, sudah sejak beberapa hari ini para Faskel dibantu Pihak FBKM DKI Jakarta telah melakukan aksi di lapangan. Seperti rencana disaat rapat yang lalu, sosialisasi program ini juga akan dilakukan oleh Pihak Forum BKM DKI kepada BKM di lima (5) Wilayah Kota DKI Jakarta. Batas waktu pendataan yang diharapkan Pihak KMP adalah akhir bulan Oktober 2004, seiring selesainya masa penugasan Pihak KMW 2 dan KMW 3 pada P2KP 1 Tahap 2 ini. Sedangkan pelatihan oleh Pihak BRI di Wilayah DKI Jakarta direncanakan mulai tanggal sepuluh Januari 2005 yang akan datang. Selamat berkompetisi secara sportif bagi BKM di Jakarta, semoga yang terpilih pada kesempatan ini adalah yang terbaik diantara yang baik. (Heroe)

0 Komentar