Beranda Warta Berita Dulu Sampah Menggunung, Kini Masyarakat Beruntung

Dulu Sampah Menggunung, Kini Masyarakat Beruntung

Berita Jawa Barat Bekasi TPS3R Kolaborasi Berseka Comments (1) View (698)

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi meresmikan hasil kegiatan kolaborasi antara Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan Program Bersih Sehat Berkah (BERSEKA) 2019 di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/2) kemarin. Peresmian dilakukan oleh Bupati Bekasi Eka Supriya Atmadja didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Camat Tambun Selatan, dan Kepala Desa Mekarsari.

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menanam bibit pohon dan menyemai benih ikan di sungai, yang kini sudah tidak kotor lagi. Dilanjutkan dengan gunting pita dan pelepasan balon “Kotaku dan Berseka” di ruas jalan dan drainase hasil pembangunan kolaborasi antara Program Kotaku dan Program Berseka.

Upaya pengurangan kumuh di Kabupaten Bekasi dilakukan sejak ditetapkannya SK Kumuh pada 2016. Kolaborasi dalam rangka penanganan kawasan kumuh terus dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat guna mengurangi luasan kumuh, salah satunya di Desa Mekarsari. Desa ini merupakan 1 dari 20 desa/kelurahan yang masuk kategori kumuh di Kabupaten Bekasi, yang menghadapi permasalahan sampah, drainase, jalan lingkungan dan sarana air bersih.

Awal 2019, kondisi jalan lingkungan dan drainase di Desa Mekarsari tidak layak fungsi dan menimbulkan kesan kumuh. Setelah penanganan melalui Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Kotaku Tahun Anggaran 2019 dan Program “Berseka”, kini kondisi jalan lingkungan dan drainase lebih tertata dan ceria, berwarna-warni. Tempat pengolahan sampah yang dulu menggunung sampah dan berbau busuk sekarang sudah berpadu dengan ruang terbuka publik (taman), lebih bersih dan indah. Begitu juga dengan fasilitas Sarana Air Bersih (SAB), mandi cuci kakus (MCK), ditambah gapura dan lukisan dinding (mural) turut melengkapi perubahan wajah Desa Mekarsari.

Kepala Disperkimtan Iwan Ridwan, sebagai pimpinan dinas teknis penataan kawasan kumuh Kabupaten Bekasi mengatakan, keberhasilan penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Bekasi tidak akan tercapai jika tidak didukung oleh seluruh unsur yang terlibat di dalamnya.

Mulai dari Disperkimtan, dinas pemadam kebakaran, dinas lingkungan hidup, dinas kesehatan, dinas pemberdayaan masyarakat desa, dinas koperasi, dinas PUPR, unsur akademisi, pihak kecamatan, pihak desa, konsultan Kotaku—konsultan manajemen pusat (KMP), konsultan manajemen wilayah (KMW) dan Tim Korkot Cluster 11 OC 6 Kotaku Jawa Barat 2 beserta Tim Asri Kotaku Kabupaten Bekasi—corporate social responsibility (CSR), Program Kotaku, badan keswadayaan masayarakat (BKM), relawan, hingga warga masyarakat.

“Kekompakan ini hendaknya terus dijaga guna menuntaskan kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Bekasi hingga masa mendatang,” tegas Iwan Ridwan.

Kegiatan diakhiri dengan operasi pungut sampah sisa acara, dipimpin Kepala Seksi Penataan dan Pengembangan Permukiman Kabupaten Bekasi beserta para kepala seksi dan staf Bidang Permukiman Kabupaten Bekasi, sekaligus sebagai simbol bentuk keseriusan komitmen semua pihak atas penanganan kumuh yang bisa langsung diterapkan. [Pemda Kab. Bekasi]

Dokumentasi lainnya:

    
    

 

Penulis: Udi Wahyudi, Staf Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Editor: Tristiani Susanti/Nina Razad

1 Komentar


  1. Posted by Ijang Kencana | Feb 20, 2020

    Kebersamaan dalam penangan kumuh dari berbagai unsur untuk mendukung masyarakat dalam penataan permukiman yang layak huni perlu dijaga dan ditingkatkan,  Sukses Pemda  Kabupaten Bekasi

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.