Beranda Warta Cerita Penataan '3 in 1' Ubah Kelurahan Kantin

Penataan '3 in 1' Ubah Kelurahan Kantin

Cerita Sumatra Utara Padangsidimpuan BPM 2019 SAL Comments (0) View (103)

Di masa silam, ada saluran aliran air limbah di Lingkungan 2, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatra Utara. Konstruksi drainase tersebut amat jauh dari persyaratan teknis, ditumbuhi banyak rumput dan tanaman liar, dan dipenuhi sampah yang dibuang sembarangan ke sana. Alhasil, bau sampah dan luapan air saat hujan turun menambah kepastian kumuh di wilayah itu. Tak heran bila areal Lingkungan 2 masuk dalam wilayah Kelurahan Kantin penyumbang status kumuh berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Padangsidimpuan Tahun 2007, dengan luas kumuh sebesar 1,77 hektare.

Kondisi tadi menjadi perhatian Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan menyelenggarakan penataan infrastruktur melalui Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 1 miliar. Sesuai kondisi di lapangan dan usulan masyarakat, pembangunan yang dilakukan adalah saluran air limbah (SAL) tertutup. Pembangunan itu berdampak langsung pada tiga indikator kumuh setempat, yakni akses jalan Lingkungan 1 dan 2, saluran drainase, sekaligus pengelolaan air limbah setempat. Selama ini, pembuangan akhir drainase adalah sungai yang berada di Kelurahan Kantin, sehingga telah mencemari sungai yang dulunya dimanfaatkan warga untuk mandi, cuci, dan kakus.

Pembangunan drainase dengan konstruksi SAL tertutup sepanjang 98 meter itu menghabiskan dana BPM sebesar Rp 390.127.000, ditambah dana urunan swadaya masyarakat sebanyak Rp 2.420.000. Penerima manfaat penataan infrastruktur di wilayah ini mencapai 68 kepala keluarga (KK), yang 25 KK di antaranya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pascapembangunan SAL tertutup, kini cerita lama bau menyengat dan sampah tercecer bersama luapan air dari got telah menjadi kenangan masa lampau. Kawasan permukiman di Lingkungan 2 seolah berganti wajah drastis. Jalan lingkungan ditata dengan beton berlapis keramik kasar dengan besi pegangan pengaman yang bisa digunakan bagi warga yang berlalu lalang. Akses antarwilayah pun memotong dan mempercepat arus transportasi warga, serta menjadi areal bermain anak-anak. Mantap! [Sumut]

Dokumentasi lainnya:

     

Penulis: Agustina Sari Nasution, F. CD Tim 02 Padangsidimpuan - Sibolga, Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.