Beranda Warta Cerita Di Sokanandi, Kiprah KPP adalah Solusi

Di Sokanandi, Kiprah KPP adalah Solusi

Cerita Jawa Tengah Banjarnegara KPP Comments (1) View (241)

Pasokan air bersih adalah masalah klasik di sejumlah wilayah di Tanah Air. Sokanandi, misalnya, kelurahan di Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Satu dari sejumlah permasalahan yang dihadapi masyarakat di Kelurahan Sokanandi adalah akses air bersih, khususnya di RT 02/RW 03, RT 03/RW 06, dan RT 04/RW 06 selama hampir tiga tahun belakangan. Dan bila musim kemarau berpanjangan, kondisi kesulitan air di wilayah ini makin parah. Untunglah dengan kehadiran Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), kondisi itu tak semakin berkepanjangan.

Melalui Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kotaku Tahun Anggaran 2019, dibangunlah Sarana Air Bersih (SAB) berupa sumur bor yang dilengkapi bak penampung air bersih. Pembangunan sarana air bersih tersebut menghabiskan dana sejumlah Rp 230.732.000 ditambah uang swadaya masyarakat sebanyak Rp 15 juta. Selain sumur bor, juga ditempatkan bak penampung air bersih berkapasitas 2.000 Liter di lima titik. “Pekerjaan yang dimulai sejak akhir September 2019 dapat diselesaikan dalam kurun waktu lebih kurang tiga bulan, dan sekarang sudah mulai beroperasi,” kata Ketua Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Sarana dan Prasarana Maju Bersama II Kelurahan Sokanandi Sapto Wahyono.

Ketersediaan instalasi tadi tentu tak berarti menuntaskan seluruh masalah air bersih sejak akhir Desember 2019. Sebab Sapto menambahkan, seluruh warga masyarakat pengguna pun harus bisa merawat atau memelihara secara mandiri fasilitas air bersih yang ada. Bahkan, sebaiknya tersedia mesin pompa cadangan untuk menjaga pasokan air bersih bagi 872 warga setempat. Satu di antaranya, warga dipungut biaya pemakaian air bersih sebesar seribu rupiah per meter kubik.

Kegiatan operasional dan pemeliharaan memang diperlukan pada setiap bangunan penyediaan air bersih, demi menjaga kelestarian fungsi dan memperpanjang usia pakai infrastruktur tersebut. Sebagai pemilik, masyarakat wajib memelihara prasarana yang telah dibangun, sebagai modal sarana dan prasarana wilayah.

KPP Maju Bersama II menjadi koordinator upaya menghimpun dukungan dana dari iuran masyarakat konsumen dan sumbangan masyarakat. Di antaranya adalah membagi tugas dan tanggung jawab anggota kelompok secara jelas, serta melaksanakan pertemuan rutin bulanan KPP. Kelalaian iuran dan perawatan dinilai berdampak pada sarana dan prasarana yang ada. KPP berkeyakinan, bila saja sampai terganggu dan bermasalah, upaya mengaktifkan kembali sarana dan prasarana bakal memerlukan biaya yang lebih besar lagi. Setuju! [Jateng]

Penulis: Suwitno, Senior Fasilitator OSP 2 Jateng 2 Program Kotaku Jawa Tengah

Editor: Epn

1 Komentar


  1. Posted by Sawal | Mar 25, 2020

    Mantap nih,  sangat  bermanfaat 

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.