Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Penyelesaian PIM Sulsel, dari Online ke Offline

Penyelesaian PIM Sulsel, dari Online ke Offline

Lesson Learned PIM Sulawesi Selatan Comments (0) View (110)

Bagi sebagian besar masyarakat di Bumi Angin Mamiri, pengaduan acap mengandung makna negatif mengadukan perbuatan orang lain. Kecenderungannya jelas menimbulkan perasaan malu atau dipermalukan, apalagi bila disampaikan melalui media terbuka. Namun hal ini tak berlaku di Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebab pengaduan yang disampaikan melalui media online justru memacu kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP) setempat bersama warga sekitar bergotong royong menyelesaikan masalah, bahkan dengan biaya swadaya.

Pengelolaan Informasi dan Masalah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) menerima pengaduan dari Muhlis Hamid pada 23 Januari 2020. Sebenarnya, 'keluhan' Muhlis sudah dikemukakan melalui media sosial Facebook sejak 25 November tahun lampau. Status akun yang bersangkutan mengutip pernyataan: "Janji 2 sampai 3 hari akan diselesaikan, namun tidak terealisasi." Dan dilanjutkan dengan beberapa kalimat sejenis setelah itu. Inti masalahnya adalah pembangunan plat deucker yang dinilai tidak sesuai perencanaan.

Upaya Muhlis membuka pengaduan secara terbuka tak serta merta ditanggap positif. Malah, beberapa pihak justru beranggapan keluhan versi Muhlis adalah tendensi pribadi. Namun tentu kondisi itu membuat Muhlis tergeming. Selaku anggota masyarakat yang juga aktif di satu lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Gowa, Muhlis semakin gencar menyuarakan aspirasinya.

Menjelang akhir Januari silam, Muhlis mendapatkan informasi media aduan Program Kotaku secara online. Pengaduannya disampaikan melalui pesan di aplikasi Whatsapp ke nomor PIM Pusat dengan nomor 0817-148-048, dan tercatat dengan nomor register pengaduan 002273060120. Persoalan ini pun diteruskan dari pusat ke pengaduan lokal di tingkat provinsi melalui kontak Complain Handling Unit (CHU) Oversight Service Provider (OSP) 9 Sulawesi Selatan.

Lukman, Senior Fasilitator OSP 9 Sulsel segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Sebagai tindak lanjut, diadakanlah pertemuan di Kantor Kelurahan Kalegowa pada 29 Januari 2020, yang dihadiri pimpinan kolektif Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sejahtera Mandiri Kelurahan Kalegowa, Asisten Kota (Askot) Infrastruktur, dan Askot Safeguard Tim Koordinator Kota 4 Kabupaten Gowa, serta aparat kelurahan. Hasil urun rembuk saat itu adalah segera membongkar seluruh plat deucker penutup drainase atau saluran yang dilakukan secara swadaya oleh BKM bersama kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan warga sekitar.

Tepat pada 2 Februari 2020 plat deucker yang dimaksud dibongkar secara swadaya, dan 14 hari kemudian proses pengerjaan telah rampung. Rangkaian proses pembongkaran tersebut disaksikan berbagai pihak, termasuk pengadu, sehingga diketahui langsung dan menjadi saksi.

Terhitung per 18 Februari 2020, aduan dari Muhlis dinyatakan selesai. Bukti dokumentasi pendukung berupa plat deucker yang telah dibongkar dan dikerjakan kembali sesuai standar teknis disampaikan kepada pengadu. Muhlis, mewakili warga terdampak di Kelurahan Kalegowa, menyampaikan terima kasih atas respons yang diberikan dan disampaikan kembali melalui pesan aplikasi Whatsapp.

Bagi Program Kotaku, hal ini menjadi pelajaran berharga bahwa aduan tidak harus dimaknai negatif. Bahkan sebaliknya, berdampak positif jika diartikan sebagai media pengendalian untuk menjamin pelaksanaan program berjalan sesuai rel secara baik dan benar. Sepakat. [Sulsel]

Penulis: Andi Asriadi Amir, Complain Handling Unit (CHU) OSP 9 Program Kotaku Provinsi Sulawesi Selatan

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait