Beranda Warta Artikel Stay at Home: Program Kotaku buat Semua

Stay at Home: Program Kotaku buat Semua

Artikel Jawa Timur Edukasi COVID-19 PHBS Comments (0) View (407)

Seiring angka korban kasus coronavirus, COVID-19, yang terus bertambah, kampanye "Stay at Home" atau "Tetap di Rumah" seolah juga makin menggaung sepanjang waktu. Kondisi itu diperkuat keputusan pemerintah pusat untuk menerapkan Pemberlakukan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Tanah Air, saat ini. Langkah strategis tersebut diyakini betul bakal mengurangi penyebaran pandemi coronavirus yang amat mematikan, karena diprediksi belum akan berhenti menjangkiti warga dunia. Dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19, pemerintah di banyak negara—termasuk Indonesia—menerapkan kebijakan bertahan diri di rumah selama pandemi, setidaknya selama 14 hari.

Menurut penelitian medis, angka 14 hari terkait dengan masa inkubasi dari virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Sangat disarankan untuk mematuhi peraturan tersebut dan tidak keluar rumah jika tidak penting. Anjuran untuk tinggal di rumah, yang kini berubah perlahan menjadi perintah, berlaku bagi lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga tempat beribadah. Partipasi dari semua pihak sangat diperlukan guna menekan angka penyebaran secara global.

Ada kalanya memang, keikutsertaan yang diharapkan justru berbenturan dengan sederet pilihan sulit, khususnya buat para pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di lapangan. Beberapa di antaranya, tak berani pulang alias bertahan di kantor lantaran lokasi pekerjaan kadung masuk kategori merah. Pulang ke rumah berarti berpeluang menjadi pemicu penyebaran coronavirus. Jika sudah di rumah, sederet pekerjaan tertunda, dan tak mudah untuk kembali ke kantor karena harus dikarantina dulu selama 14 hari. Di rumah, fasilitas apa adanya berubah menjadi 'alat tempur' supaya tak ada tugas yang terbengkalai.

Bagi beberapa pelakon kerja lapangan, kondisi stay at home atau social distance plus physical distance yang terlalu lama tentu membuat pening kepala. Untungnya kini, komunikasi tetap bisa terjaga dengan teknologi yang ada. Mulai dari Whatsapp, Video Call, hingga aplikasi rapat secara daring. Tips 'tetap berhubungan' inilah yang belakangan mendadak naik daun, dan efektif diterapkan bagi yang sudah tinggal di rumah maupun yang [terpaksa] tinggal di kantor. Hiburan secara online pun menjadi pilihan: content bersantai, atau menambah wawasan pengetahuan.

Kondisi tadilah yang diamini para pelaku Program Kotaku, seantero Tanah Air. Mulai dari konsultan manajemen pusat (KMP), Oversight Service Provider (OSP) di daerah, tim koordinator kota, tim asisten kota, tim fasilitator, badan keswadayaan masyarakat (BKM) atau lembaga keswadayaan masyarakat (LKM), hingga para relawan sebagai ujung tombak. Yang bekerja dari rumah atau yang bekerja dari kantor sebagai tempat karantina sementara. Agaknya semua sepakat, dengan menjalankan protokol kesehatan yang ada dengan penuh semangat bakal memuluskan upaya menghentikan penyebaran COVID-19. Menjalankan aksi menjaga jarak dan di tempat umum menjadi kata kunci memutus rantai coronavirus.

Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus menjadi harga mati yang tak boleh terlupakan. Sering mencuci tangan, menjaga kebersihan badan, tempat dan pakaian, menutup mulut dengan masker. Ini wujud sebenarnya, kebersihan adalah sebagian dari iman. Bagi diri sendiri, dan kerap mengabarkannya kepada sesama. Karena Program Kotaku, memang buat semua. [Jatim]

Penulis: Imam Tobroni, Sub-Training OSP3 Jatim-1 Program Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.