Beranda Warta Artikel Istilah dalam COVID-19 dan Alur Penanganannya

Istilah dalam COVID-19 dan Alur Penanganannya

Artikel Edukasi COVID-19 Istilah COVID Comments (0) View (2045)

Enam pekan sejak wabah virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dinyatakan masuk ke Indonesia, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya keras mencegah agar virus tidak menular lebih luas di negeri tercinta ini. Termasuk menerbitkan kebijakan "tanggap Corona", yang dipatuhi oleh seluruh unsur masyarakat Indonesia.

Namun demikian, tahukah Anda, ternyata istilah dalam kasus COVID-19 tak hanya ODP, PDP, dan Positif saja, lho. Ada juga PPT dan OTG. Apakah artinya, dan apa yang harus dilakukan jika kita, atau keluarga, atau tetangga sekitar kita menunjukkan ciri-ciri tersebut?

PPT adalah singkatan dari Pelaku Perjalanan Negara Terjangkit. Yaitu, seseorang yang baru melakukan perjalanan dari daerah terjangkit atau ditemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Penanganannya, bisa isolasi mandiri di rumah.

OTG, singkatan dari Orang Tanpa Gejala. Yakni, seseorang yang tidak menunjukkan gejala, memiliki risiko tertular COVID-19 atau memiliki kontak erat dengan kasus yang terkonfirmasi COVID-19. Penanganannya, silakan melakukan isolasi mandiri di rumah.

ODP, singkatan dari Orang Dalam Pemantauan. Yaitu, seseorang yang memiliki riwayat/gejala demam >38 C, punya gejala batuk/pilek/ sakit tenggorokan, ada riwayat perjalanan ke daerah terjangkit COVID-19. Penanganannya, isolasi mandiri di rumah saja.

PDP, singkatan dari Pasien Dalam Pengawasan. Yakni, semua ODP yang memiliki gejala ringan maupun berat, didukung dengan hasil laboratorium dan rontgen paru-paru. Jika kasusnya ringan, cukup isolasi diri di rumah. Jika kasusnya sedang, hendaknya mendapat perawatan di RS darurat. Jika kasusnya berat, silakan dapatkan perawatan di RS rujukan.

Sedangkan Positif adalah pasien terkonfirmasi (positif) terinfeksi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction). Jika kasusnya ringan, cukup isolasi diri di rumah. Jika kasusnya sedang, hendaknya mendapat perawatan di RS darurat. Jika kasusnya berat, silakan dapatkan perawatan di RS rujukan.

PCR sendiri merupakan salah satu metode yang diklaim memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap virus COVID-19 dibandingkan metode lainnya. PCR, yang juga sering disebut dengan swab test, menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan. Tes ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan menyeka bagian belakang tenggorokan. Jika metode rapid test--yang melakukan tes dengan sampel darah pasien--membutuhkan waktu 10 menit hingga 2 jam per orang (sumber info: WHO), metode PCR hanya memerlukan waktu sekitar 20 hingga 30 menit.

Intinya, jangan panik, tapi tetap waspada. Jaga kesehatan, tetap di rumah, jika beraktivitas di luar rumah gunakan selalu masker, jaga jarak fisik 1 - 2 meter setiap orang, makan makanan bersih dan bergizi, tetap semangat, jangan lupa bahagia, dan tetap lindungi keluarga Anda dari tertular virus Corona. [Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.