Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM PIM Semarang: Bila Hasil Penataan [Tidak] Memuaskan

PIM Semarang: Bila Hasil Penataan [Tidak] Memuaskan

Lesson Learned PIM Jawa Tengah Semarang Comments (0) View (129)

Tidak ada gading yang tak retak. Bisa jadi, filosofi itulah yang membuat warga di Kelurahan Kupang Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah ikut serta menjadi pengawas hasil pembangunan di permukiman mereka. Apalagi, ada satu dampak negatif dari upaya penataan ulang wilayah, warga terluka. Persoalan inilah yang mengemuka pascalaporan warga yang disampaikan melalui Pengelolaan Informasi dan Masalah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan nomor register: 000133220120 tertanggal 14 Januari 2020.

Penataan lingkungan di Kelurahan Kupang berbasis wilayah yang memang masuk dalam Surat Keputusan Kumuh Bupati Semarang No. 050/522/2014 Tangggal 12 Agustus 2014. Area lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh kategori 'Ringan' di Kabupaten Semarang, khususnya Kelurahan Kupang, berada di wilayah RW 006, RW 007, dan RW 008 dengan luas kumuh 19,85 hektare. Kawasan Kelurahan Kupang ini adalah wilayah perkotaan padat penduduk yang berada di pusat Kota Ambarawa, dengan infrastruktur dasar yang kurang memadai.

Kelurahan Kupang menerima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kotaku Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 2 miliar. Targetnya tentu, supaya kondisi kumuh setempat dapat tertangani dengan luas penanganan hingga 0 Ha, skor 3, dan meraih kategori 'Tidak Kumuh'. Satu di antara sejumlah kegiatan pembangunan dengan dana BPM tersebut adalah peningkatan kualitas jalan lingkungan dengan konstruksi paving block, yang dilaksanakan Kelompok Swadaya Masyarakat Teratai Asri.

Di awal Januari 2020, bersamaan dengan musim hujan dengan curah yang cukup deras serta kontur jalan yang menurun mengakibatkan paving block yang dipasang mulai terlepas atau goyang. Maklum, pasir pengikat pun hilang dibawa limpasan air hujan yang deras. Kondisi itu mengakibatkan Afa bin Sutrisno, seorang anak usia sekolah dasar terjatuh lantaran tersandung paving block yang terlepas. Peristiwa itu diketahui Lurah Kupang Suryandaru, yang segera melaporkannya kepada Koordinator Kota Program Kotaku Kabupaten Semarang Yusef Krido Priyono pada 14 Januari 2020.

Setelah pendataan PIM, jajaran kelurahan dan pelaku Program Kotaku memfasilitasi penyelesaian masalah sebagai bagian dari pengawasan operasional dan pemanfaatan infrastruktur terbangun, pada hari itu juga. Lurah Suryandaru bersama Yusef, dan tim fasilitator Bagus Kurniawan (Fasilitator Kelurahan Manajemen Keuangan), Erna Ubaya Sakti (Fasilitator Teknik), Sularno (Asisten Kota Safe Guard), Priambodo (Askot Infrastruktur) berkoordinasi secara internal untuk mencari fakta. Usai cek kondisi di lapangan menyoal susunan paving block yang sudah tak rapih dan goyang, Lurah Kupang memfasilitasi acara rembuk penyelesaian persoalan.

Pertemuan penyelesaian masalah dilakukan pada hari itu juga dengan menghadirkan sejumlah perwakilan warga pemanfaat kegiatan dan institusi yang ada. Jarwanto dan Endah Setyowati—warga yang bertempat tinggal di RT 002/RW 008, Kelurahan Kupang, anggota KSM Teratai Asri selaku pelaksana kegiatan, badan keswadayaan masyarakat (BKM), jajaran pemerintah kelurahan, dan tim Korkot Program Kotaku. Hasil musyawarah memutuskan KSM Teratai Asri untuk memperbaiki jalan lingkungan yang dituangkan dalam berita acara penyempurnaan pekerjaan. KSM Teratai Asri akan melakukan penyempurnaan pekerjaan sampai dengan 20 Januari 2020.

Pelaksanaan penyempurnaan pekerjaan kembali diawasi langsung penerima manfaat yang disepakati sebagai bentuk komitmen KSM Teratai Asri dalam menjalankan kesepakatan rembuk. Syukurlah, pekerjaan penyempurnaan pekerjaan jalan lingkungan berkonstruksi paving block dapat terselesaikan tepat pada 20 Januari 2020 sesuai kesepakatan.

Kontrol sosial yang terjadi di lingkungan Kelurahan Kupang menjadi pelajaran berharga. Warga pemanfaat membuktikan kepeduliannya, yang didukung pemerintah kelurahan terhadap permasalahan yang ada di lingkungan permukiman. Langkah operasional dan pemeliharaan sebuah hasil pembangunan sehingga benar-benar berfungsi dan bermanfaat serta terjaga dengan baik menjadi hal yang amat penting. Memang, tak ada gading yang tak retak. [Jateng]

Penulis: Listiyo Aji, Asisten Kota KK Kabupaten Semarang, Grobogan, Blora, dan Rembang Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait