Beranda Warta Cerita Begini Jadinya, Bila KPP 'Didominasi' Emak-emak

Begini Jadinya, Bila KPP 'Didominasi' Emak-emak

Cerita Sumatra Barat KPP Kaum Perempuan Kota Padang Comments (0) View (142)

Galibnya kegiatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sangat identik dengan pekerjaan kaum adam. Maklumlah, aktivitas itu acap kali membutuhkan tenaga yang memang dimiliki para laki-laki. Namun lain ceritanya bila Anda bertandang ke Rukun Tetangga 02, Rukun Warga 02, Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat. Tengoklah kegiatan rutin warga perempuan yang didominasi ibu rumah tangga, yang aktif dan penuh semangat bergotong royong membersihkan lingkungan permukiman. Kegiatan pascapelaksanaan penataan infrastruktur publik tersebut di bawah koordinasi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Talao Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pada Jumat, menjelang akhir Februari, misalnya. Kegiatan rutin bersih lingkungan KPP Talao didominasi ibu-ibu rumah tangga. Mereka terlihat sibuk membersihkan jalan berkonstruksi paving block, hingga saluran drainase lingkungan dari sampah yang tercecer di dalamnya. Saat pembersihan itulah, warga sekaligus mengecek kondisi fisik infrastruktur bila sudah rusak dan memerlukan perbaikan.

"Tak ada lagi permasalahan banjir di permukiman. Mereka [ibu-ibu] merasakan langsung manfaat kegiatan Program Kotaku," kata Ketua KPP Talao Armadi Kamal. Lelaki yang juga menjabat sebagai ketua RT itu pun mengapresiasi partisipasi ibu-ibu rumah tangga dalam setiap kegiatan gotong royong. Dia menilai, animo ibu-ibu bangkit setelah pembangunan jalan yang sebelumnya rusak dan mengganggu rutinitas arus kegiatan warga setempat. Dan kini, ruas jalan lingkungan tadi malah menjadi ajang bermain anak setiap pagi dan sore.

Kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Lubuk Lintah, khususnya di RT 02/RW 02, mendapat alokasi anggaran Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) pada 2019 sebesar Rp 495 juta. Pembangunan infrastruktur publik di wilayah ini diprioritaskan pada pembangunan jalan berkonstruksi paving block sepanjang 302 meter, drainase lingkungan sepanjang 449 meter, dan jalan beton sepanjang 128 meter. Secara fisik hasil pembangunan infrastruktur tersebut telah selesai dan sudah diserahterimakan kepada KPP Talao oleh kelompok swadaya masyarakat setempat (KSM) melalui pejabat pembuat komitmen Program Kotaku setempat dan Pemerintah Kelurahan Lubuk Lintah pada akhir Desember tahun silam.

Upaya peningkatan kualitas permukiman kumuh memang tak melulu sekadar membangun infrastruktur. Sebab strategi penting yang juga harus dilakukan adalah upaya-upaya pencegahan tumbuhnya kumuh baru. Kegiatan rutin ibu-ibu di Kelurahan Lubuk Lintah itu bisa dijadikan contoh; aksi nyata memanfaatkan, memelihara, dan mencegah tumbuhnya kumuh baru. Nah, bagaimana dengan wilayah Anda? [Sumbar]

Penulis: Yudi Darma, Fasilitator Sosial Tim 5.01 Kota Padang Program Kotaku Provinsi Sumatra Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.