Beranda Warta Artikel Tips Menjaga Kesehatan Mental selama Masa COVID-19

Tips Menjaga Kesehatan Mental selama Masa COVID-19

Artikel Edukasi COVID-19 Kotaku Peduli Cegah COVID-19 Comments (0) View (319)

Banyak hal yang berubah dalam kehidupan sehari-hari seiring hadirnya Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19), termasuk di Indonesia. Bukan hanya perubahan rutinitas harian, bahkan keuangan, ketidakpastian kapan COVID-19 bisa ditanggulangi menambah beban tekanan mental seseorang. Ditambah isolasi sosial, dapat menyebabkan kita merasa stres, cemas, takut, dan kesepian selama pandemi ini berlangsung.

Mengatasi hal ini diperlukan tips dan strategi agar kesehatan mental kita bisa tetap terkendali secara baik. Apa saja tipsnya, Redaksi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, sebagai berikut:

1. Cukup waktu tidur.

Isolasi mandiri di rumah tidak selalu berarti kita banyak tidur. Justru mungkin sebaliknya, malah lebih banyak yang dilakukan di rumah. Sebagian orang bahkan melakukan kerja dari rumah dan cenderung lupa waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya. Untuk itu, perlu lebih disiplin dalam mengatur waktu tidur. Waktu ideal bagi tubuh beristirahat adalah 7-8 jam setiap hari wajib dipenuhi, tak hanya bagi anak-anak, tapi juga orang dewasa dan lanjut usia.

2. Menenangkan pikiran dengan mengelola aktivitas rutin harian di rumah.

Sisihkan waktu untuk diri sendiri, lakukan hal yang menyenangkan dan menenangkan (relaksasi) bagi diri. Seharian dalam rumah bisa menimbulkan rasa jenuh yang tinggi, apalagi bagi kita yang terbiasa aktif bekerja dan melakukan pekerjaan di lapangan. Masa COVID-19 amat membatasi gerak gerik kita di luar rumah. Untuk itu, kita bisa menyusun rencana kegiatan harian, yang tidak terkait pekerjaan (WFH) ataupun wabah penyakit COVID-19 ini. Setiap orang punya caranya masing-masing. Ada yang merasa tenang dengan cara beribadah, ada yang melakukan yoga atau meditasi, ada juga yang mendengarkan musik, menonton film atau channel video streaming hiburan melalui internet. Silakan lakukan semua hal yang dirasa cocok bagi diri sendiri. Tapi ingat, jangan berlebihan agar manajemen waktu rutinitas harian tetap terjaga.

3. Batasi diri dalam mengakses informasi terkait COVID-19.

Membatasi diri bukan berarti dilarang mengakses informasi terkini terkait COVID-19. Ingat prinsip: waspada wajib, panik jangan. Kita harus bijak dalam memilih dan memilah informasi yang berhubungan dengan COVID-19. Tujuannya agar tidak terjebak dalam hoax, yang justru akan membuat kita lebih stres, terombang-ambing dalam informasi palsu dan berlebihan yang sumbernya tidak jelas. Untuk itu, disiplin membaca informasi hanya dari sumber resmi dan terpercaya, amat perlu dilakukan.

4. Makan makanan sehat.

Menjaga nutrisi makanan memadai untuk tubuh agar tetap sehat dan berfungsi optimal sangatlah penting. Asupan gizi yang ideal adalah 4 sehat 5 sempurna, dengan takaran diseimbangkan dengan kondisi. Karbohidrat secukupnya, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan susu. Pilih juga makanan yang banyak mengandung vitamin C, mengingat sifat antioksidan tinggi dalam vitamin C terbukti mampu membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh agar terhindar dari serangan penyakit, termasuk kemungkinan terinfeksi COVID-19.

5. Hindari merokok dan minuman mengandung alkohol.

Berbagai studi sains membuktikan bahwa merokok dan mengonsumsi alkohol dapat merusak sel-sel tubuh. Hal ini membuat kita lebih rentan terserang penyakit, termasuk COVID-19. Merokok meningkatkan risiko terinfeksi virus corona, bahkan memperparah komplikasi penyakit akibat COVID-19. Ini mengingat bahwa virus corona juga menyerang paru-paru.

6. Tingkatkan kepedulian kepada diri sendiri dan sekitar.

Memikirkan diri sendiri dan juga keadaan di sekitar kita bisa dilakukan di masa COVID-19 ini. Kita bisa melakukan kontemplasi (perenungan) diri agar bisa menjadi versi yang lebih baik daripada diri kita sebelumnya. Hal ini sangat baik dilakukan guna mengurangi tingkat stres akibat rasa kesepian yang mungkin hadir dalam diri. Di sisi lain, mulailah juga lebih peduli kepada sekitar. Tanyakan kabar keluarga dan kerabat secara rutin, melalui alat komunikasi, bahkan media sosial. Berikan bantuan jika mereka memerlukan dan kita mampu melakukannya. Hal ini bisa menjadi jalan "menjaga silaturahim" yang tentunya baik bagi kesehatan mental satu sama lain. [Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.