Beranda Warta Artikel 4 Tips Anak Tetap Ceria Selama Masa COVID-19

4 Tips Anak Tetap Ceria Selama Masa COVID-19

Tips Edukasi COVID-19 Kotaku Peduli Cegah COVID-19 Comments (0) View (191)

Pada artikel sebelumnya, kita membahas bagaimana menjaga kesehatan mental selama isolasi mandiri pada masa pandemi Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19). Namun, bagaimana dengan anak-anak? Kesehatan mental anak-anak kita juga amat penting, bahkan menjadi salah satu prioritas orang tua.

Berdasarkan penelitian oleh American Psychological Association, menjaga jarak fisik dapat menimbulkan rasa cemas, takut, stres, kebosanan, mudah marah, dan rasa frustrasi. Tidak hanya bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak, utamanya mereka yang masih dalam masa perkembangan secara emosional. Koneksi sosial anak-anak terhadap dunia luar jadi berkurang sebagai imbas COVID-19. Setidaknya dalam beberapa bulan terakhir, anak-anak kehilangan kesempatan bergaul dan bermain dengan teman sebayanya. Dampaknya, anak menjadi bosan, mudah marah, mencari perhatian, merajuk, dan makin manja.

Berikut disampaikan tips yang kami himpun dari berbagai sumber terpercaya.

1. Tetap tenang.

Orang tua tenang, anak juga tenang. Disadari atau tidak, anak selalu meniru sikap orang tuanya. Mereka amat peka dengan perubahan emosi, karena senantiasa mengikuti gerak-gerik orang tua. Jika orang tua merasa cemas, panik atau menunjukkan emosi negatif, anak-anak pun akan merasakannya dan bereaksi serupa. Maka dari itu, amat penting orang tua tetap bersikap tenang terkendali. Kalau perlu, hindari berlebihan menonton televisi atau membaca berita yang menayangkan informasi tentang Corona.

2. Tularkan semangat positif dan jujur kepada anak atas kondisi saat ini.

Anak-anak mungkin bertanya kenapa mereka tidak boleh bersekolah ataupun bermain dengan teman-temannya. Berikan informasi akurat berdasarkan fakta yang dikemas dengan gaya bahasa sederhana, positif, tidak menakuti-nakuti. Di saat bersamaan, yakinkan bahwa mereka aman dan terlindungi. Tanamkan kepada anak untuk aktif bertanya, ajarkan agar mereka pandai memilah dan memilih informasi, jangan sampai termakan hoax.

3. Mengatur jadwal kegiatan rutin bersama, tapi tetap fleksibel.

Anak yang bersekolah terbiasa memiliki aktivitas belajar dan bersosialisasi rutin dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal tersebut sementara hilang seiring waktu isolasi mandiri sebagai imbas COVID-19. Untuk itu penting menyusun jadwal kegiatan anak-anak agar mereka merasa tenang di masa tak menentu ini. Orang tua bisa meniru jadwal yang diterapkan sekolah dan menjadi pengawas langsung kegiatan harian anak. Bahkan orang tua bisa menambah aktivitas life skill, seperti mengajak anak belajar bercocok tanam, memasak resep baru, membuat karya seni, bernyanyi bersama, dan sebagainya. Satu hal, jangan kaku dengan jadwal yang sudah ditetapkan, fleksibel tapi konsisten.

4. Bijak dalam menggunakan gawai dan koneksi internet.

Bijak bukan berarti melarang sama sekali. Dalam hal ini, ajak anak-anak lebih bijak mengelola penggunaan gawai dan koneksi internet untuk aktivitas positif, seperti mengikuti kegiatan belajar jarak jauh (daring), dan bersosialisasi dengan teman sebaya melalui media sosial. Yang penting tidak dilakukan berlebihan dan melupakan jadwal yang sudah ditetapkan di atas. Di sisi lain, menatap layar elektronik terlalu lama ternyata bisa menyebabkan anak merasa tidak nyaman. Menurut penelitian, sebaiknya anak hanya boleh menggunakan layar elektronik maksimal dua jam sehari.

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.