Beranda Warta Berita Kotaku Bukan Program Bagi-bagi Duit

Kotaku Bukan Program Bagi-bagi Duit

Berita Pembukaan TOT Pemandu Nasional Webinar Comments (1) View (457)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembinaan Manajemen II Mokhamad Fakhrur Rifqie menegaskan, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bukan program “bagi-bagi duit”, melainkan program yang harus dipastikan mempunyai kualitas standar infrastruktur yang baik. Salah satunya adalah berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait dan memfungsikan tim teknis di kabupaten/kota.

Hal itu ditegaskan Rifqie saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Pelatihan Tim Korkot dan Fasilitator National Slum Upgrading Program (NSUP) Program Kotaku, pada Rabu (6/5) pagi tadi. Pelatihan yang dilakukan melalui metode webinar menggunakan aplikasi meeting online (daring) tersebut dihadiri oleh 300 peserta, terdiri atas Tim KMP (Team Leader, Tenaga Ahli/TA, Sub TA) Kotaku 1, KMP Kotaku 2, Tim Advisory, perwakilan Tim Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), perwakilan Bank Dunia, TL dan TA OC/OSP se-Indonesia, serta pemandu nasional Program Kotaku.

Rifqie sendiri mengakui, ToT kali ini sangat berbeda dan merupakan pertama kalinya dilakukan oleh Program Kotaku melalui daring mengingat Indonesia masih di tengah masa pandemi COVID-19. Namun, ia optimis hal ini menjadi pembelajaran yang berharga. Ia juga yakin semua personel Program Kotaku mampu tetap melakukan pekerjaan dan mencapai target program dengan tetap mengikuti protokol COVID-19 yang berlaku.

Lebih lanjut, Rifqie mengapresiasi komitmen semua personel Program Kotaku di masa pandemi ini, yang tetap melakukan pekerjaan dari rumah dengan berbagai cara dan media. Meski ada saja hambatan, tapi semangat menyelesaikan tugas lapangan membuktikan keteguhan komitmen personel Program Kotaku.

Ia mengingatkan, pada 2020 kegiatan Program Kotaku di lapangan akan fokus pada kegiatan Padat Karya, yang diyakini akan memicu dampak ekonomi bagi masyarakat. Untuk itu ia meminta agar semua personel memastikan dan melakukan pendampingan secara maksimal, mulai dari perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaannya. Walau mungkin ada keterbatasan mengawal secara fisik dengan optimal, Kotaku telah menyiapkan instrumen yang lengkap dan jelas berupa POS dan media sebagai alat bantu.

Adapun tujuan dilaksanakannya ToT, pertama, untuk membangun pemahaman dan keterampilan memfasilitasi kegiatan pelatihan secara daring (webinar). Kedua, membangun pemahaman untuk penyesuaian metode kerja dalam mendukung pencegahan penyebaran COVID-19. Ketiga, membangun pemahaman memfasilitasi pelatihan webinar kepada Tim Korkot dan Fasiitator di lokasi baru. Keempat, membangun pemahaman dalam memfasilitasi pelatihan webinar kepada Tim Korkot dan Fasilitator di lokasi lama dapat tercapai.

Rifqie mendorong agar personel Kotaku terbiasa menggunakan fasilitas berbasis teknologi. Situasi COVID-19 memang “memaksa” untuk belajar lebih akrab dengan teknologi. Menurut dia, keuntungan Program Kotaku adalah kegiatannya lebih banyak bergerak di perkotaan. Artinya, masyarakat perkotaan lebih mampu mengakses teknologi dibandingkan perdesaan. Untuk itu, target program terkait kualitas hasil pembangunan tidak bisa ditawar.

Ia mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Antara lain, terkait aspek substansi program: pertama, waktu pelaksanaan program tinggal sekitar 2 tahun lagi (closing date), sehingga semua pihak perlu memastikan KPI program dan penyerapan loan dapat dicapai pada akhir program NSUP. Kedua, penyesuaian jumlah tenaga pendamping masyarakat (fasilitator). Kotaku harus tetap mampu memastikan kecepatan dan kualitas pendampingan, kualitas infrastruktur, dan tercapainya target yang ditetapkan. Ketiga, optimalkan kolaborasi, koordinasi intensif, dengan berbagai stakeholder, utamanya dengan Balai PPW dan juga Pokja PKP di masing-masing kabupaten/kota. Khususnya dari sisi teknis. Koordinasi teknis merupakan kunci. Keempat, diseminasikan exit strategy program guna memastikan keberlanjutan program, baik di tingkat masyarakat maupun pemerintah daerah.

Aspek yang tak kalah penting menjadi perhatian bersama adalah aspek implementasi (pelaksanaan). Pertama, berdasarkan hasil audit BPKP, yang harus dijadikan pegangan acuan agar tidak terulang lagi ke depannya: (a) masih ditemukan kualitas infrastruktur tidak sesuai standar; Masih ada hasil pelaksanaan infrastruktur yang tidak sesuai dengan DED dan RAB, untuk itu tim teknis di kabupaten/kota agar difungsikan agar program mempunyai kualitas standar yang baik. Jika ada perubahan maka wajib di-update, agar tidak ada lagi miskomunikasi antara perencanaan, pelaksanaan dengan hasilnya; (b) Belum tertib administrasi; (c) Monitoring belum dilakukan secara efektif dan optimal.

Kedua, berdasarkan hasil studi/evaluasi Independen menyatakan: (a) masyarakat merasa puas terhadap hasil-hasil infrastruktur kotaku, tetapi belum puas dengan kinerja Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP). Pastikan masyarakat memiliki “sense of belonging” seperti saat kita mendampingi masyarakat di masa PNPM Mandiri Perkotaan, bahkan P2KP, di mana masyarakat begitu “militant” dalam menjaga kelestarian hasil pembangunan; (b) Terjadi peningkatan akses masyarakat terhadap infrastruktur jalan, drainase dan persampahan, tetapi untuk akses air minum dan sanitasi masih perlu lebih ditingkatkan.

Ketiga, wabah COVID-19 berdampak dan berpengaruh pada pola pelaksanaan, pola pendampingan dan kecepatan pelaksanaan Program Kotaku. Keempat, perlu pengendalian yang lebih optimal dalam melakukan percepatan pencairan dan pemanfaatan BPM Skala Lingkungan Tahun 2020 untuk mendukung kegiatan padat karya dampak COVID-19. Kelima, progress pelaksanaan infrastruktur skala kawasan masih sangat lambat, sehingga perlu dipercepat dengan mengoptimalkan kinerja pihak-pihak terkait.

Selebihnya, selamat melaksanakan ToT. [Redaksi]

1 Komentar


  1. Posted by SLAMET N | May 6, 2020

    Mantap. Semoga KOTAKU sukses selalu dlm mengemban amanah

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.