Beranda Warta Cerita Pemilu BKM di Agara: Door to Door

Pemilu BKM di Agara: Door to Door

Cerita Edukasi COVID-19 Pembentukan BKM Aceh Tenggara Aceh Comments (0) View (87)

Langsung, umum, dan bebas. Begitulah yang diterapkan dalam pemilihan umum badan keswadayaan masyarakat (BKM) Lawe Melije buat Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya Kelurahan Lawe Sigala Barat, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Provinsi Aceh. Beberapa waktu silam, di masa pandemi coronavirus (COVID-19), Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) bersama pemerintah kabupaten dan warga setempat tetap melaksanakan proses pemilu BKM. Caranya: door to door, dari pintu ke pintu.

Pelaksanaan pemilu BKM untuk Kelurahan Lawe Sigala Barat memang menjadi hal penting yang harus segera dilaksanakan, kendati di masa pandemi virus Corona. Sebab Desa Lawe Sigala Barat ini terdata dalam Surat Keputusan (SK) Kumuh Bupati Aceh Tenggara Nomor: 640/270/2014 dengan luas wilayah kumuh 29.41 hektare. Penataan ulang dan penanganan kumuh di daerah tersebut mendapat alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Tahun Anggaran 2020. Sebelumnya, Program Kotaku Kabupaten Aceh Tenggara sudah mendampingi 27 kelurahan di Kecamatan Babussalam.

Berbekal hal tersebut dan jadwal, Tim Program Kotaku segera menyelenggarakan sosialisasi awal melalui berbagai kegiatan, termasuk Newsletter wilayah Agara, penyemprotan disinfektan, penyebaran edukasi menyoal COVID-19, hingga pembagian masker. Targetnya sudah pasti, supaya semakin banyak warga yang mengetahui ihwal kegiatan yang bakal dilaksanakan Program Kotaku.

Beragam informasi dipaparkan. Mulai dari Program Nasional 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak; sosialisasi target pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh tingkat kabupaten atau kota; pelaksanaan program secara kolaborasi dengan berbagai pihak dan menjadikan pemerintah daerah sebagai nakhoda; hingga dukungan yang dibutuhkan dari berbagai kalangan di segala tingkat kabupaten/kota maupun desa atau kelurahan.

Sosialisasi Program Kotaku—termasuk pembentukan BKM tingkat kelurahan—tersebut menggandeng para tokoh kunci gampong, wilayah setingkat dusun, sebelum ke target utama: masyarakat secara luas. Pasalnya, gampong tersebut adalah lokasi baru yang minim informasi pendampingan Program Kotaku. Acara sosialisasi dilakukan di rumah pengulu (kepala gampong), yang dihadiri tokoh masyarat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh kunci yang setempat. Peserta pertemuan dibatasi mengingat protokol penanganan penyebaran virus COVID-19 yang mesti membatasi pertemuan dengan melibatkan masyarakat ramai. Pertemuan ini juga menjadi momentum aplikasi langsung protokol pencegahan pandemi dengan mencuci tangan sebelum acara, sambil menjaga jarak tempat duduk.

Acara seperti itu sempat batal dilaksanakan. Maklumlah, di masa pandemi juga telah diterapkan pemberlakuan jam malam dan pembatasan aktivitas sosial. Larangan tersebut diterapkan jajaran komando daerah militer dan kepolisian setempat tanpa pandang bulu. Para pelaku Program Kotaku terpaksa mesti menunda kegiatan, seraya menunggu kebijakan perubahan larangan.

Dalam sosialisasi tahap kedua, Tim Program Kotaku berkoordinasi dengan aparat kute (pemerintah kelurahan setempat), bersama masyarakat. Kesepakatannya adalah tetap melaksanakan pemilu BKM, dengan cara menyambangi warga dari pintu ke pintu. Protokol pandemi pun tetap harus dilakukan para 'petugas' pemilu dengan menjaga jarak minimal satu meter, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun usai beraktivitas. Ujung tombak pelaksana pemilu door to door tersebut terdiri dari pelaku Program Kotaku, kepala dusun, dan relawan.

Bak gayung bersambut, antusias warga patut diapresiasi. Di permukiman Dusun Sentosa, misalnya. Masyarakat penghuni areal pasar di Kecamatan Lawe Sigala-gala tersebut mengamini niat baik upaya jemput bola ke pemilih pemilu di tengah kondisi wabah pandemi. Di Dusun Sejahtera pun senada, animo warga berbuah sukses pengertian dan partisipasi.

Perhitungan suara hasil Pemilu BKM Kelurahan Lawe Sigala Barat dari tiap-tiap dusun disaksikan langsung Pengulu Kute Lawe Sigala Barat dan perwakilan warga setempat. Semua berharap kuat, anggota BKM terpilih dapat bekerja sama dengan segala pihak demi membangun dan menata kembali permukiman bersama dari 'penyakit' kumuh. Semoga. [Aceh]

Penulis: Parulian, Koordinator LKM Kute Lawe Sigala Barat Provinsi Aceh

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.