Beranda Warta Cerita Suka Duka Proses Pembentukan BKM di Kabupaten Flores Timur

Suka Duka Proses Pembentukan BKM di Kabupaten Flores Timur

Cerita NTT Flores Timur Pembentukan BKM Comments (0) View (212)

Revitalisasi, bahkan pembentukan, badan keswadayaan masyarakat (BKM) di lokasi baru dampingan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) menyimpan berjuta cerita. Ada suka, ada juga duka. Apalagi di saat bersamaan, wabah Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) mengintai. Salah satu cerita datang dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pekan ini proses pembentukan BKM dilaksanakan di Kelurahan Sarotari dan Kelurahan Ekasapta di Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Masalahnya, lokasi ini sulit dijangkau, karena harus menggunakan transportasi laut dari Sumba Barat. Tim pendamping yang tersedia di Kabupaten Flores Timur belum lengkap--hanya ada Askot Mandiri dan Senior Fasilitator. Sementara Fasilitator Teknik dan Ekonomi masih menunggu jadwal transportasi laut.

Tim Oversight Service Provider (OSP) Kotaku NTT, didukung Satker, memfasilitasi personel agar bisa segera berangkat ke lokasi dengan kapal kargo atau kapal feri dari Sumba Barat. Koordinasi juga dilakukan oleh Tim OSP dengan Kabid Fispra Bappeda untuk memfasilitasi Askot Mandiri melakukan audiensi dengan Bupati Flores Timur, yang ternyata disambut baik oleh bupati. Buktinya, Bupati Flores Timur sudah turun langsung ke Kelurahan Sarotari dan Ekasapta.

Di Kelurahan Sarotari, proses pembentukan BKM dilakukan cukup intensif. Pertama, dipilih panitia pembentukan BKM, berjumlah 10 orang yang terbagi dalam 2 kelompok kerja (Pokja), yaitu 5 orang Pokja Pemilihan dan 5 orang Pokja Penyusunan Draf AD/ART BKM dan Pemantauan. Panitia ini terdiri atas tokoh masyarakat dan para ketua RT, yang dipilih di tingkat kelurahan dengan tata cara sesuai Protokol COVID-19, yakni membagi peserta ke dalam dua kelas, karena peserta yang hadir lebih dari 20 orang.

Kedua, proses persiapan pemilihan utusan di setiap RT. Dalam hal ini setiap RT mengutus tiga orang. Kelurahan Sarotari memiliki 17 RT, artinya jumlah utusan mencapai 51 orang (39 laki-laki dan 12 perempuan). Dari 51 orang ini nantinya akan terpilih 9 orang anggota BKM, yang selanjutnya dikukuhkan dan menyusun program kerja. Namun sebelum sampai ke tahap itu, masyarakat Sarotari lebih dulu melakukan pemilihan utusan dengan cara perangkingan jumlah suara terbanyak. Perhitungan suara dilakukan oleh panitia pemilu dan ketua RT, disaksikan warga setempat. Prosedur ini dilakukan di seluruh RT yang ada di Kelurahan Sarotari

Hebatnya, masyarakat tampak sangat antusias mengikuti proses ini. Warga berusia di atas 17 tahun berpartisipasi penuh dengan datang ke lokasi yang ditentukan, memilih utusan, kemudian langsung kembali ke rumah masing-masing, sesuai Protokol COVID-19. Dukungan dari pihak RT masing-masing, bahkan Lurah Sarotari juga tampak jelas. Lurah Sarotari, misalnya, melakukan pengumuman dan sosialisasi yang dibacakan oleh pihak RT melalui pengeras suara di masing-masing RT. Antara lain, sosialisasi tentang Program Kotaku, sosialisasi proses pembentukan BKM, termasuk sosialisasi peduli mencegah penyebaran COVID-19.

Lebih lanjut, usai pemilihan dan pengukuhan panitia pembentukan BKM di tingkat kelurahan, kemudian akan dibahas dan disusun rencana kerja BKM dengan beberapa kerangka rencana kerja sesuai dengan tahapan pelaksanaan Program Kotaku mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta tahap keberlanjutan. [NTT]

Penulis: Stely L. K. Paulus, Team Leader OSP Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.