Beranda Warta Berita Gotong Royong Layana, Padat Karya Masa Corona

Gotong Royong Layana, Padat Karya Masa Corona

Berita Padat Karya Edukasi COVID-19 Sulawesi Tengah Palu Comments (0) View (563)

Momentum pandemi coronavirus, COVID-19, tak selamanya berarti kesulitan tanpa ujung. Bertandanglah ke Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Satu lokasi dampingan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ini masuk dalam kategori target kegiatan pembangunan infrastruktur Skala Lingkungan. Aktivitas Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Layana Indah disambut antusias warga untuk ikut melaksanakan pembersihan kawasan dan mobilisasi material untuk pengerjaan jalan rabat, saluran drainase, dan pasokan air bersih buat permukiman penduduk.

Menurut Koordinator BKM Layana Indah Jufri Labolo, masyarakat sekitar malah ikut andil terlibat sebagai tenaga kerja dalam kegiatan padat karya yang dilaksanakan sejak menjelang akhir April 2020. Bisa ditebak, aktivitas itu berdampak secara ekonomi buat mata pencaharian para tukang yang terpaksa menganggur di masa pandemi. "Total ada 62 tenaga kerja yang terserap dalam padat karya pembangunan di Layana Indah," kata Jufri.

Sebelum memasuki tahap konstruksi, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Morambanga dan KSM Sintuvu Maroso terlebih dahulu melaksanakan beberapa tahapan persiapan. Mulai dari survei harga toko hingga lelang pengadaan barang dan jasa. Menurut Ketua KSM Morambanga Agus Panca, berbagai tahapan itu dilakukan untuk mendapatkan spesifikasi barang dan jasa yang memenuhi standar kualitas dengan harga terendah.

Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan pembangunan. Sebab menurut Jufri, Tim Fasilitator Program Kotaku bersama BKM telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana kegiatan Contingency Emergency Response Component (CERC) di Kelurahan Layana Indah sejak awal. Tim Fasilitator pun melakukan ekspos Detail Engineering Design (DED) agar mendapat saran dan masukan dari warga masyarakat pascapenetapan lokasi prioritas.

Ketua KSM Sintuvu Maroso Kamijan menegaskan, seluruh pekerja selalu diukur suhu tubuhnya secara rutin dengan thermometer gun sebelum memulai pekerjaan, saat istirahat, dan sebelum pulang kerja sebagai tindakan pencegahan penyebaran COVID-19. KSM pun menyediakan alat pelindung diri (APD) lengkap bagi pekerja, air, dan sabun cuci untuk tangan, masker, vitamin, dan obat-obatan yang kemungkinan dibutuhkan.

Aksi bergandeng tangan di Kelurahan Layana Indah tak terlepas dari semangat BKM dan dukungan masyarakat setempat untuk membangun kembali lingkungan pascabencana, sekalipun masih di masa pandemi. Infrastruktur dasar yang dibangun memang sudah lama dinantikan warga. Ulumudin, misalnya. Sosok warga pemanfaat itu mengaku bahwa pengadaan sumur bor di beberapa titik lokasi prioritas sangat membantu kebutuhan air warga yang sebelumnya hanya mengandalkan sumber air dari gunung yang secara debit tak mencukupi kebutuhan.

Harapan Ulumudin memang tak bertepuk sebelah tangan. Menurut Kamijan, saat ini KSM Sintuvu Maroso sedang melaksanakan pekerjaan pengeboran air, jaringan pipa penyalur air, dan pembuatan rangka tiang tandon penyimpan air. Bahkan demi memaksimalkan progres pekerjaan yang tengah berjalan di Bulan Ramadan, beberapa tenaga kerja sengaja dilemburkan.

Warga secara sukarela menyediakan lampu untuk memberikan penerangan, serta makan dan minum bagi para pekerja. Sejumlah warga di lokasi pekerjaan pun tak protes pagarnya harus dibongkar untuk pemasangan U-Ditch saluran drainase. Hebat! [Sulteng]

Penulis: Haerul Fikry, Sub Komunikasi OSP Program Kotaku Provinsi Sulawesi Tengah

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.