Beranda Warta Cerita Pemda NTB Apresiasi Kinerja Kotaku Masa Pandemi

Pemda NTB Apresiasi Kinerja Kotaku Masa Pandemi

Cerita NTB Mataram Edukasi COVID-19 Comments (0) View (103)

Masa pandemi tak serta merta berarti diterjemahkan sebagai duduk berdiam diri. Sebab integritas, profesionalisme, dan produktivitas harus tetap terjaga, apapun kondisinya. Prinsip itulah yang tampaknya dipegang teguh para pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rapat Koordinasi Tim Koordinator Cluster-1 Kota Mataram digelar beberapa waktu silam—dengan tetap menjalankan protokol penanganan pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)—buat membahas strategi dan rencana pelaksanaan Program Kotaku. Khususnya, pelaksanaan Pendataan Permukiman Kumuh di tingkat kota wilayah Oversight Service Provider 05, NTB.

Rakor tersebut mengagendakan tugas Tim Koordinator Kota (Korkot) Mataram untuk menyampaikan data luas wilayah rukun tetangga (RT) terduga kumuh yang akan diajukan kepada Pemerintah Kota Mataram. Hasil perhitungan pengurangan luas kumuh 2019 dijadikan acuan untuk mengkaji ulang sisa luas kumuh maupun luas area kumuh baru Kota Mataram periode 2020.

Sesuai 'aturan main' era Corona, rakor dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) secara terbatas, tak lebih dari 10 orang. Posisi duduk peserta rapat diatur berjarak, menggunakan masker, dan mesti mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ruang pertemuan. Peserta rakor adalah perwakilan Dinas PKP, wakil Bagian Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), wakil Dinas Pekerjaan Umum, perwakilan Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP), wakil Kelompok Kerja (Pokja) PKP, dan anggota Tim Korkot Program Kotaku Mataram.

Hasil pertemuan kali ini adalah Berita Acara Penyepakatan Lokasi Terduga Kumuh Tingkat Kota Mataram periode 2020 meliputi sejumlah poin penting. Di antaranya, Lokasi Terduga Kumuh Kota Mataram terdiri dari 27 kelurahan, dengan areal kumuh seluas 201,31 hektare. Selain itu, khusus di Kelurahan Bintaro, ada tambahan lokasi kumuh seluas 2,3 Ha. Jadwal kegiatan Pendataan Lokasi Kumuh pun akan merujuk pada Protokol Penanganan COVID-19. Program Kotaku juga didaulat menyiapkan bahan Bimbingan Teknis Tim Pendataan Lokasi Kumuh periode 2020 ini.

Pembentukan Tim Pendataan Lokasi Kumuh dilaksanakan Pemkot Mataram yang difasilitasi Dinas PKP, dengan anggota dari unsur Pokja PKP, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas PUPR, camat, lurah, kepala lingkungan, ketua RT, badan keswadayaan masyarakat (BKM), dan Tim Fasilitator Program Kotaku. Karena itulah tindak lanjut dari rakor tersebut adalah pertemuan yang difasilitasi Dinas PKP Kota Mataram di tingkat kelurahan dan kecamatan, supaya para aparat semua level memahami pentingnya pendataan untuk mengetahui tujuh (7) aspek kumuh yang ada di wilayahnya sejak awal. Untuk mengetahui efektivitas pengurangan kumuh, Pemkot Mataram akan menyiapkan format pemantauan dari aspek dana investasi yang dimanfaatkan untuk penanganan kumuh wilayah.

Pendataan menyoal pendanaan ini amat penting lantaran anggaran Pemkot Mataram dialokasikan untuk penanganan COVID-19. Sumber dana lainnya ditargetkan diperoleh dari dana kelurahan, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bappeda dan Dinas PKP, serta dana dari Pokja PKP.

Pemkot Mataram sangat mengapresiasi kerja Tim Program Kotaku. Pasalnya jelas, Program Kotaku tak henti berkontribusi dan berkolaborasi mendampingi pemerintah daerah dalam upaya penanganan kumuh, kendati di masa pandemi. Menurut rencana, hasil pendataan kumuh dengan data akurat dan valid akan digunakan sebagai acuan strategi penanganan kumuh Kota Mataram Tahun Anggaran 2021 hingga 2024. [NTB]

 

Penulis: Rizal Nopiandi (Askot Safeguard Tim Korkot Cluster I Kota Mataram) dan Astar Hadi (Sub TA Komunikasi OSP5 Kotaku Provinsi NTB) Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.