Beranda Warta Cerita Jurus Pendampingan Era COVID-19 di Kota Senja

Jurus Pendampingan Era COVID-19 di Kota Senja

Cerita Papua Barat Kaimana Edukasi COVID-19 Comments (0) View (408)

Pandemi coronavirus, COVID-19, yang melanda seantero dunia memberikan dampak signifikan pada urat nadi kehidupan masyarakat. Pun demikian halnya dengan di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Kondisi yang ada turut berimbas pada beragam aktivitas kehidupan, termasuk pelaksanaan tugas pendampingan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di wilayah itu. Berkat solusi komunikasi dan koordinasi secara virtual, aktivitas tugas mulai bisa dilaksanakan perlahan namun pasti.

Sebagai lokasi baru target Program Kotaku, seharusnya Kaimana sudah didampingi asisten kota mandiri dan tim fasilitator sebagai konsultan per April 2020. Walau demikian, kebijakan pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ikut menghentikan dan menutup semua akses transportasi antarkabupaten. Alhasil seluruh personel pendamping Program Kotaku yang berdomisili di Kota Sorong tak bisa memulai kegiatan tepat pada waktunya.

Tim Program Kotaku Kabupaten Kaimana tak tinggal diam. Mereka dituntut berpikir inovatif dalam menginisiasi strategi pendampingan, walau di era pandemi sekalipun. Tentunya, dengan tetap menjalankan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Awalnya, para pendamping mengidentifikasi nomor kontak sejumlah relasi yang bermukim di Kaimana. Berkat jaringan itulah, Tim Program Kotaku berhasil menghubungi Lurah Kaimana Kota Sumaila Lahaji via telepon. Dan bak gayung bersambut usai komunikasi secara intens, Sumaila mengamini rencana beberapa tahap kegiatan lanjutan yang harus dilakukan.

Hingga kisah ini ditulis, beberapa kegiatan siklus program sudah dilakukan dengan bantuan Lurah Kaimana Kota. Misalnya sosialisasi keberadaan Program Kotaku, identifikasi kelembagaan, rembuk pembentukan dan bimbingan persiapan panitia pemilihan umum anggota badan keswadayaan masyarakat (BKM). Strategi sosialisasi dilakukan melalui sambungan telepon dan jejaring media sosial, secara lisan maupun penyebaran soft file buku Pedoman Umum Program Kotaku dan Prosedur Operasional Standar (POS) Pembentukan BKM.

Informasi yang didapat dari Tim Program Kotaku selanjutnya diteruskan Lurah kepada masyarakat melalui beberapa pertemuan warga. Di sejumlah momentum, tim hadir melalui aplikasi video call untuk memantau dan mengendalikan substansi pelaksanaan kegiatan. Aplikasi WhatsApp pun menjadi alternatif media paling mudah diterapkan karena tak semua pemangku kebijakan setempat bisa melakukan pertemuan rapat dengan menggunakan media meeting online seperti Zoom.

Semisal pada acara rembuk pembentukan panitia pemilu BKM pada 12 Mei silam, Lurah Kaimana Kota melibatkan Tim Pendamping Program Kotaku melalui video call. Kala dibutuhkan pendapat, pendamping membantu mempertajam dan memaparkan lebih detail penjelasan Lurah Sumaila kepada peserta. Walau terasa tak lazim dengan pola pertemuan seperti itu, toh pada akhirnya pembentukan panitia BKM melalui WhatsApp terwujud dengan memilih tiga orang sebagai anggota panitia pemilu. Agenda lanjutan dari pertemuan pun ditetapkan, yakni membentuk panitia pengawas, pelaksanaan pemilu tingkat basis dan kelurahan, serta membentuk tim perumus Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga BKM.

Uluran tangan Lurah Sumaila memang tak tanggung-tanggung. Dia berkomitmen hadir sebagai relawan sosialisasi dalam menyebarkan informasi Program Kotaku kepada warganya, dari pintu ke pintu atau melalui berbagai kegiatan pertemuan informasl. Maklumlah, relawan di tingkat rukun tetangga masih terkendala lantaran kepemilikan telepon selular yang mumpuni untuk kebutuhan kontak virtual.

Sebagai lokasi baru serta di tengah masa pandemi COVID-19, antusiasme dan kepedulian lurah serta warga menjadi penyemangat tim fasilitator di Kaimana Kota. Upaya mengawal pendampingan secara maksimal terasa terbayar walau dipisah jarak yang sangat jauh—sekitar 417 kilometer dari Kota Sorong—yang hanya bisa diakses pesawat atau kapal laut. Tim berkomitmen, tugas mengawal pelaksanaan Program Kotaku di masa pandemi akan tetap berjalan meski dengan keterbatasan media komunikasi yang ada. Dan itu, pasti. [Pabar]

 

Penulis: Jakia Papalia (Senior Fasilitator) dan Syamsul Huda (Program Collaboration Specialist) Program Kotaku - OSP 11 Provinsi Papua Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.