Beranda Warta Berita Pastikan Kotaku Tetap Lakukan Hal-hal Berguna bagi Masyarakat

Pastikan Kotaku Tetap Lakukan Hal-hal Berguna bagi Masyarakat

Berita KMP Konferensi Daring Wakil PMU PPK Comments (0) View (296)

Wakil Kepala Program Management Unit (PMU) NSUP dan NUSP-2 Mita Dwi Aprini menegaskan agar Tim Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tetap bisa melakukan hal berguna bagi bangsa dan negara, meski Indonesia tengah menghadapi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Program Kotaku memiliki sumberdaya yang cukup lengkap, mulai dari konsultan di pusat, oversight service providers (OSP), technical management consultant (TMC), tim koordinator kota (korkot), tim fasilitator, Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM/BKM) yang tersebar di 11.067 desa/kelurahan, bahkan kontraktor yang mengerjakan skala kawasan. Jadi pastikan kita, Program Kotaku, melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mita dalam acara halalbihalal (HBH) Hari Raya Idulfitri 1441 H, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembinaan Manajemen II Mokhamad Fakhrur Rifqie dan seluruh personel Tim Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Kotaku wilayah 2 melalui daring (online), pada Selasa (26/5/2020).

Pada kesempatan yang sama, PPK Pembinaan Manajemen II Mokhamad Fakhrur Rifqie menyampaikan apresiasi kepada Tim KMP atas upaya keras dan maksimal melakukan pendampingan dan dukungan penuh ke lapangan dalam masa Pandemi COVID-19. Menurutnya memang tidak mudah melakukan pekerjaan saat ini, karena kualitas, output dan technical assistance yang dilakukan harus sama dengan masa normal, tapi Tim Kotaku bisa melakukannya. Hal tersebut bisa dilihat dari jalannya kegiatan di lapangan, mulai dari rekrutmen fasilitator, kegiatan pelatihan, workshop kabupaten/kota, pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait berkaitan dengan kolaborasi.

Selain itu, Tim KMP Kotaku juga harus sudah bersiap diri untuk mulai masuk kantor kembali, mengingat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta akan berakhir. Sebagai antisipasi, sebaiknya personel KMP merapat ke Jakarta dan dibuat pengaturan masuk kantor, sekitar 10 orang siaga di kantor. “Tapi tolong tetap jaga kesehatan, ikuti protokoler COVID-19 agar kita tetap bisa bekerja dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, HBH daring dengan Tim Kotaku wilayah 1 di hari yang sama dan waktu berbeda, Rifqie berpesan agar segera dilakukan percepatan terkait bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) Padat Karya/skala lingkungan. Ia juga berpesan, lokasi baru dampingan Program Kotaku perlu perhatian khusus, bagaimana status kegiatannya, perlu dilakukan ekstra pendampingan melalui komunikasi daring, dan video conference.

Ia juga mendorong agar KMP wilayah 1 dan 2 selalu melaporkan status Nasional, karena KMP berbagi tugas pengendalian, mengingat jumlah wilayah seluruhnya lebih dari 11.000 desa/kelurahan. Selain itu, Rifqie mengingatkan, sesuai arahan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta Karyat Didiet Arief Akhdiat maka kualitas pendampingan dan output tetap harus dijaga.

Di sisi lain, Team Leader KMP Kotaku wilayah 2 Djoko Subekti mengatakan, kerja di rumah memberi pengalaman tersendiri bagi kita semua. Tentuya ada kelebihan dan kekurangan bekerja dari rumah. Di antara kelebihannya adalah personel KMP di Jakarta tidak perlu mengalami stres menghadapi kemacetan harian seperti biasanya, dan waktu dalam berkomunikasi untuk setiap pihak lebih efektif. “Saya bisa ke Papua, Papua Barat, Makassar, dan Jawa Timur dalam sehari. Ini luar biasa. Bebas biaya duty travel kecuali tagihan pulsa internet saja,” ujarnya, setengah berseloroh.

Sedangkan kelemahan bekerja dari rumah yang dirasakan, menurutnya, team building agak kendor dan ide spontan tidak sepenuhnya bisa tersampaikan, mengingat media yang digunakan adalah konferensi daring (online video conference). Untuk itu kita semua perlu membangun spirit baru agar bisa tetap semangat bekerja dari rumah sekalipun. Djoko juga mendorong agar personel KMP mulai mencoba hidup bersama COVID-19, mengingat virus ini tidak akan ke mana-mana. “Kita harus membuat jadwal piket ngantor, dengan catatan harus sesuai Protokol COVID-19,” tandasnya.

Kemudian, Djoko juga mengingatkan efektivitas peran Monev dan SIM sebagai kolaborator informasi dari seluruh unit di KMP. Perlu juga disusun agenda dan langkah-langkah utama menghadapi era “New Normal” di Indonesia. Untuk itu perlu optimalisasi dan potensi LKM/BKM dalam pencegahan COVID-19, termasuk terkait komunikasi, edukas, advokasi komunitas dan khalayak yang bisa dilakukan oleh LKM/BKM. [Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.