Beranda Warta Cerita Pandemi Tak Halangi Program Kotaku Mataram Beraksi

Pandemi Tak Halangi Program Kotaku Mataram Beraksi

Cerita Nusa Tenggara Barat Mataram Edukasi COVID-19 Comments (0) View (303)

Kota Mataram ditetapkan sebagai Zona Merah penyebaran coronavirus, COVID-19, di Provinsi Nusa Tenggara Barat di pertengahan April 2020. Tak pelak, Gugus Tugas Penanganan Pencegahan COVID-19 Kota Mataram yang terdiri dari sejumlah unsur wilayah langsung bersiaga. Pasalnya memang tak bisa dianggap enteng, penyebaran COVID-19 di Kota Mataram tertinggi dari 10 kabupaten atau kota dan sudah menyebar di enam kecamatan yang ada.

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh memang cepat bertindak buat kota terpadat di NTB melalui Surat Keputusan Nomor 574/IV/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Non-Alam COVID-19 Kota Mataram Tahun 2020. Maklum saja, peluang penyebaran Corona amat tinggi di wilayah dengan tingkat kepadatan 7.643 orang per kilometer persegi itu, atau di areal seluas 61,30 km² dengan total jumlah penduduk mencapai 477.476 jiwa tersebut.

Kondisi itu tentu amat berpengaruh buat tahap kegiatan pendampingan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun Anggaran 2020, khususnya di Kota Mataram. Sebab, ada agenda besar pelaksanaan pendampingan yang mesti dijalankan: kegiatan pembangunan infrastruktur Skala Lingkungan berbasis Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) dan pendataan area rukun tetangga (RT) terduga kumuh. Wajar bila terbersit kekhawatiran bagi para fasilitator untuk melakukan proses pendampingan di wilayah Zona Merah Mataram.

Untunglah, berbagai tahapan kegiatan tetap berjalan pascakoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan COVID-19 Kota Mataram. Solusinya adalah, kegiatan berlangsung dengan menaati Protokol COVID-19 sesuai ketetapan. Seperti tak berkumpul lebih dari 10 orang, berjarak fisik (physical distancing), selalu mengenakan masker, serta menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun di lokasi target pertemuan.

Satu demi satu tugas dilaksanakan. Di sepanjang April silam, misalnya. Persiapan pemanfaatan dana BPM sudah dimulai dengan penandatanganan surat perintah kerja (SPK) antara pejabat pembuat komitmen atau satuan kerja dengan 32 badan keswadayaan masyarakat (BKM) penerima BPM di Provinsi NTB. Kegiatan ini dilakukan dengan fasilitas konferensi video via aplikasi Zoom dengan peserta yang cukup banyak dari lintas kota/kabupaten di NTB.

Sementara itu, aktivitas sosialisasi persiapan pemanfaatan dana dan penguatan BKM maupun kelompok swadaya masyarakat (KSM) di tingkat kelurahan dilakukan dengan metode tatap muka. Sebelum acara dimulai, seluruh peserta dan pemandu yang sudah bermasker dari kediaman masing-masing dengan secara sadar langsung mencuci tangan pakai sabun. Mereka duduk berjarak sesuai posisi tempat yang telah disediakan. Kegiatan itu telah diselenggarakan di Kelurahan Dayan Peken, Jempong Baru, Rembiga, Abian Tubuh Baru, dan Kelurahan Dasan Cermen. Masih tersisa dua kelurahan dari tujuh lokasi target BPM di Kota Mataram.

Pimpinan Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, menyambut baik kegiatan Program Kotaku. Bahkan, aparat memfasilitasi ajang pertemuan di ruang Aula Kelurahan Jempong Baru lantaran program penataan kualitas permukiman melalui dana Program Kotaku telah lama dinanti. Materi sosialisasi yang disampaikan menyangkut tahapan kegiatan pelaksanaan BPM, termin pencairan dana, mobilisasi bahan dan tenaga kerja, penguatan KSM terhadap teknis pekerjaan, serta administrasi dan pembukuan yang akan dibuat KSM.

Sedianya, kegiatan pertemuan sejenis dengan melibatkan BKM maupun KSM akan secara berkesinambungan dilakukan dengan dua metode. Tatap muka dilaksanakan jika memungkinkan, dengan jumlah peserta sedikit. Sementara rapat virtual dengan Zoom akan dilakukan untuk koordinasi tingkat kota.

Seraya mendukung upaya pemerintah daerah, Tim Fasilitator Program Kotaku pun ikut mensosialisasikan beragam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 kepada BKM dan KSM. Di antaranya soal kewajiban menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja untuk menjamin keamanan dan keselamatan kerja, serta menyiapkan bak air sebagai tempat cuci tangan dengan sabun. Upaya edukasi masyarakat akan pentingnya mencegah penularan virus Corona juga akan dilakukan di setiap level lokasi kegiatan target BPM. Salut! [NTB]

 

Penulis: Rizal Nopiandi (Askot Safeguard Tim Korkot Cluster I Kota Mataram) dan Astar Hadi (Sub TA Komunikasi OSP5 Kotaku Provinsi NTB) Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.