Beranda Warta Berita KBIK Bali: Menyiasati Newsletter, Sosialisasi Tanpa Henti

KBIK Bali: Menyiasati Newsletter, Sosialisasi Tanpa Henti

Berita KBIK Bali Pertemuan Daring Comments (0) View (425)

Kita harus mulai belajar out of the box (keluar dari kebiasaan lama). Apalagi di era "New Normal" ini. Di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) ini semuanya telah berubah: Ekologi komunikasi berubah, media berubah, cara-cara berubah. Maka dari itu, sudah dapat dipastikan bahwa ketika terdapat undangan pelatihan, sosialisasi dan lain lain, dipastikan saat ini menggunakan media daring (dalam jaringan) dan bukan pertemuan tatap muka.

Hal ini diungkapkan oleh Tenaga Ahli Komunikasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Wilayah 2 Iroh Rohayati Fatah dalam Kelompok Belajar Internal Konsultan (KBIK) secara daring melalui aplikasi Zoom yang diselenggarakan oleh Tim OSP 5 Program KOTAKU Provinsi Bali pada Senin, 22 Juni 2020. KBIK dengan peserta 30 orang dari unsur Tim OSP, Tim Koordinator Kota dan Tim Fasilitator ini mengambil tema Sosialisasi Program Kotaku dan Teknis Penyusunan Newsletter.

Sebagai pemateri pertama Iroh menyampaikan, media komunikasi dalam jaringan membuat pertukaran informasi dan proses belajar menjadi serba cepat karena sewaktu-waktu kita bisa berkunjung dan berada di mana-mana, bertemu dengan siapa saja. KBIK ini adalah pertama kalinya mengundang KMP. Terkait dengan sosialisasi Program Kotaku, paparan dimulai dengan strategi komunikasi. Strategi komunikasi di era pandemi, bahkan ketika memasuki era new normal ini pun telah berubah. Setiap media memiliki potensi untuk dipersepsi. Keterbatasan masing-masing pihak akan menimbulkan distorsi. Agar hal tersebut tidak terjadi maka diperlukan strategi operasional dalam berkomunikasi. Strategi ini dilakukan untuk mendukung tujuan Program Kotaku, yaitu memberikan pelayanan infrastruktur kepada masyarakat.

Di internal Program Kotaku terdapat unsur unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), KMP, Konsultan Manajemen Wilayah (KMW), Tim Korkot, pemerintah daerah, Tim Fasilitator dan pihak desa/kelurahan. Para pihak inilah yang pertama kali melakukan kegiatan sosialisasi. Desain sosialisasi ini mulai dirancang oleh tim internal dengan mempertimbangkan kearifan lokal. Sementara di eksternal Program Kotaku--Iroh menyebutnya dengan stakeholder--di antaranya adalah masyarakat kelurahan, masyarakat kabupaten, media massa dan lain-lain.

Menurut Iroh, sosialisasi itu ibarat makan dan makanan. Kita harus makan pagi, makan siang, makan malam, dan jenis makanannya berbeda-beda dari hari ke hari. Demikian juga dengan sosialisasi yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang. Sosialisasi dilakukan secara menerus karena informasi adalah hak semua warga.

Bagaimana strategi komunikasi di masa krisis "new normal"? Yaitu, jadilah yang pertama menyampaikan berita sesuai kapasitas dan pengetahuan. Informasi yang didapat dan informasi yang diberikan harus benar dan valid, harus bisa dipercaya baik berita yang disampaikan maupun pihak yang menyampaikan. Penyampaian tentang apa yang harus dilakukan, serta berkomunikasi dengan empati.

KBIK ini dibuka oleh Team Leader OSP 5 Bali Imam Baihaki dengan informasi tentang pelayanan kurang dari 80 persen terhadap lima infrastruktur utama ini pada sesi pertama, diakhiri dengan diskusi.

Pada sesi kedua KBIK menghadirkan narasumber W. Joniartha Siada, seorang Dosen di New Media yang membawakan materi teknis penyusunan newsletter secara umum. Paparan diawali dengan penjelasan tentang newsletter, fungsi newsletter, hingga teknik membuat newsletter yang menarik serta software yang digunakan untuk membuat desain newsletter. Harapannya adalah bahwa nantinya setiap pelaku Program Kotaku memiliki pengetahuan dan keterampilan menyusun newsletter yang informatif dengan bahasa yang menyenangkan serta memiliki konten yang menarik. Terlebih bahwa newsletter juga merupakan media untuk melakukan sosialisasi. Pada sesi kedua ini dilakukan praktik penyusunan newsletter serta diskusi antara narasumber dan peserta KBIK.

Pada Sesi terakhir KBIK dibawakan oleh Tenaga Ahli FIC Program Kotaku OSP 5 Bali Ni Ketut Resmi Sri Nulus dengan paparan dan diskusi tentang koridor penerbitan newsletter serta rencana kerja tindak lanjut atas jadwal penerbitan atas newsletter tersebut. KBIK dilaksanakan selama tiga jam dengan moderator Sub Tenaga Ahli Pelatihan Program Kotaku Provinsi Bali.[Bali]

Penulis: I Wayan Sukarsana, Sub TA Pelatihan OSP 5 Program Kotaku Provinsi Bali

Editor: Epn/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.