Beranda Warta Berita Tanpa BDI, Tukad Bindu dan Ponggok Berhasil Tata Kawasan

Tanpa BDI, Tukad Bindu dan Ponggok Berhasil Tata Kawasan

Berita Webinar Kolaborasi Kolaborasi Harga Mati Tukad Bindu Desa Ponggok Comments (0) View (307)

Bisakah suatu kawasan berkembang meski tanpa bantuan dana dari pemerintah atau program? Kawasan Tukad Bindu di Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali dan Desa Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah membuktikan, bisa! Bagaimana bisa? Kuncinya adalah kolaborasi. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Program Manajemen Unit (PMU) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Mita Dwi Aprini saat membuka Webinar Serial Kolaborasi 1: "Berbagi Pengalaman Penataan Kawasan Permukiman" melalui daring Zoom pada Kamis, 2 Juli 2020.

Menurut Mita, Tukad Bindu dan Desa Ponggok adalah lokasi Program Kotaku yang tidak mendapat bantuan dana--bantuan dana investasi (BDI) maupun bantuan pemerintah bagi masyarakat (BPM)--dari Kotaku. Desa Ponggok masuk ke dalam kategori pencegahan kumuh, itulah alasan lokasi ini tidak mendapatkan BDI.

Webinar yang menampilkan narasumber Kepala Desa Ponggok Junaedhy Mulyono dan Penggerak dan Pengawas Yayasan Tukad Bindu I Gusti Rai Ari Temaja itu diharapkan bisa bermanfaat bagi berbagai pihak, seperti pemda, masyarakat, akademisi, serta menjadi inspirasi bagi lokasi lain untuk mewujudkan jargon kolaborasi harga mati.

"Kolaborasi ternyata bukan hanya jargon. Lewat cerita narasumber kita akan belajar bagaimana menjadikan jargon kolaborasi harga mati menjadi sesuatu yang bisa kita kerjakan. Bisa jadi, kadang kolaborasi mulai dari hal yang sangat sederhana," ujar Mita.

Minat masyarakat dan pelaku Program Kotaku dalam mengikuti webinar kali ini memang mengagumkan. Sebut saja, 483 peserta sempat menghadiri langsung di ruang meeting daring Zoom. Angka ini jauh melebihi target kuota semula sebanyak 300 peserta. Ditambah penonton (viewer) livestream webinar di channel YouTube Kotaku Nasional, yang mencapai 245 viewers. Jumlah tersebut bertahan hingga acara berakhir--jumlah peserta bertahan di ruang Zoom mencapai 431 orang, sedangkan penonton YouTube 168 orang.

Tak hanya itu, menurut informasi dari personel Program Kotaku di lapangan melaporkan, pemda wilayah mereka melakukan "Nobar" atau nonton bareng acara Webinar Kotaku Serial Kolaborasi 1 ini. Antara lain, Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hal tersebut seakan membuktikan semangat pemda untuk belajar dari pengalaman Tukad Bindu dan Desa Ponggok, yang gaung kiprahnya membahana ke dunia internasional. [KMP]

Penulis: Nina Firstavina, Asisten Komunikasi untuk Media Sosial dan e-Media, KMP Program Kotaku Wilayah 2

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.