Beranda Warta Berita Pemkot Pontianak Kukuhkan Data Baseline 2020

Pemkot Pontianak Kukuhkan Data Baseline 2020

Berita Kalimantan Barat Pontianak Baseline Comments (0) View (359)

Pemerintah Kota Pontianak membuat gebrakan nyata sebagai nakhoda penanganan kumuh. Sambutan sekaligus arahan disampaikan langsung Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada acara Evaluasi Pendataan Baseline Kumuh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat di Gedung Ruang Aula Terpadu Kantor Wali Kota Pontianak yang dihadiri para kepala dinas, camat, lurah, BKM/LKM, OC-7 Program Kotaku, dan TIM Fasilitator Kota Pontianak, Rabu (1/7).

Wali Kota menyampaikan bahwa persoalan pendataan di masyarakat, apapun namanya, harus melalui proses pelibatan warga secara langsung agar mendapatkan data yang betul-betul akurat. Di lain pihak masyarakat harus jujur menyampaikan kondisi lingkungan permukiman yang masuk dalam pendataan baseline. Alasannya, hasil pendataan baseline ini sangat menentukan Pemkot Pontianak arah penanganan kumuh dan sekaligus berkontribusi dalam target pengurangan kumuh.

Tim Program Kotaku Pontianak dalam pelaksanaan baseline supaya membangun komunikasi dengan pemerintah setempat agar aparatur kami yang ada di bawah mengetahui kondisi lingkungan permukiman dan sekaligus mensupport apa yang meski diberikan untuk memperlancar pelaksanaan pendataan yang sedang berlangsung di masyarakat. Kebetulan kami mengundang seluruh camat, lurah dan tentunya koordinator BKM/LKM se-Kota Pontianak dengan harapan ada penyamaan persepsi tentang pentingnya melakukan review data baseline dan sekaligus turut membantu dalam proses pelaksanaan.

Meski demikian kami akui bahwa dalam pelaksanaan baseline ini bukankah perkara mudah karena seringkali di masyarakat ada anggapan bahwa setiap ada pendataan selalu dihubungkan dengan bantuan dari pemerintah. Padahal tidak demikian artinya ini perlu ada sosialisasi kepada warga masyarakat tentang tujuan pendataan. Selain itu perlu upaya kerja keras semua pihak inilah perlunya kolaborasi semua pihak yang ada baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ketiga unsur ini yang harus melakukan kerja sama yang baik untuk menghasilkan perencanaan atau pendataan yang berkualitas, bisa dipertanggung jawabkan, dan hasil pendataan ini bisa dikonsumsi untuk semua program yang ada khususnya Kota Pontianak.

Perlu diingat, salah dalam melakukan pendataan maka akan berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan penanganan kumuh, belum lagi jika ada bumbu-bumbu politik jadinya bisa runyam maka konsistensi pendataan perlu jadi perhatian kita semua.

Pertemuan ini selain evaluasi pendataan juga dimaksudkan agar peserta mengetahui arah penanganan kumuh perkotaan, target penanganan kumuh, tentang bagaimana melakukan pengendalian, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan Program Kotaku yang dilakukan pemerintah daerah maupun maupun pendamping Program Kotaku, dan masyarakat yang diwakili para ketua BKM/LKM. Seluruh unsur tersebut harus menjalankan sesuai dengan fungsinya, pemkot dalam hal ini akan menjalankan fungsinya sebagai nakhoda dalam upaya penganganan permukiman dan menggerakkan masyarakat sebagai pelaku utama penanganan kumuh, yang juga didampingi oleh tim fasilitator Program Kotaku untuk mencapai penanganan permukiman kumuh menjadi 0 ha dengan memprioritaskan pemenuhan akses terhadap air minum dan sanitasi.

Masih segar dalam ingatan kita bahwa Kota Pontianak pernah mendapatkan prestasi terbaik ke-2 dalam hal pengentasan kawasan kumuh prestasi ditorehkan oleh kerja sama yang baik di jajaran Pemerintah Kota Pontianak dalam hal mendukung target pengurangan kumuh. Namun demikian bukan karena penilaian kita harus mendukung terhadap Program Kotaku tetapi karena penataan kumuh adalah menjadi tugas utama pemkot Pontianak.

Edi menuturkan, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan penataan kota sebaik mungkin sehingga Pontianak menjadi kota idaman, sehat, sejuk, dan nyaman sehingga orang-orang yang mengunjungi Kota Pontianak menjadi betah. Sebagai acuan dalam pelaksanaan pendataan baseline 2020 harus merujuk pada Permen PUPR No.14 Tahun 2018 yang mengatur tentang indikator/parameter memiliki tujuh aspek, dan 16 indikator. Di antaranya adalah kondisi bangunan gedung permukiman, jalan lingkungan, air minum, drainase lingkungan, air limbah, persampahan, dan kondisi proteksi kebakaran.

Sasaran dari review data baseline yang sedang berproses ini adalah tiap rumah warga yang ada di seluruh kelurahan Kota Pontianak, by name by address. Sekaligus memetakan lingkungan, wilayah perbatasan antar-RT/RW yang dilaksanakan oleh relawan Program Kotaku, dibantu fasilitator ini diharapkan dapat menghasilkan data yang valid dan terukur. Maka sangat perlu dukungan RT/RW di lingkungan masing-masing agar mendorong warganya untuk memberikan informasi sebaik mungkin kepada tim pendataan review baseline guna kelancaran investasi program penanganan kumuh ke depan. [Kalbar]


Penulis: Inayatullah, TA Komunikasi OC-7 Pontianak Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.