Beranda Warta Cerita KPP Prajuritan Wonosobo Eksis Mengembangkan Usaha

KPP Prajuritan Wonosobo Eksis Mengembangkan Usaha

Cerita Jawa Tengah KPP Wonosobo Comments (0) View (134)

Kampung Prajuritan Bawah RW 10 merupakan salah satu kawasan di wilayah Kelurahan Wonosobo Timur, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Meliputi 5 RT, dengan jumlah penduduk 148 KK, 486 Jiwa (240 laki2, dan 246 perempuan) dan warga MBR 34 KK dengan luas kurang dari 1,5 ha.

Mata pencaharian penduduk kebanyakan di sektor jasa dan perdagangan. Dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi menyebabkan dampak sosial, lingkungan permukiman yang kurang baik. Meskipun tidak masuk dalam deliniasi SK kumuh Bupati 2014, namun mempunyai potensi kumuh yang sangat besar jika tidak segera tertangani.

Menurut cerita Rohman selaku relawan di Program KOTAKU, sebelum adanya kesadaran bersama warga untuk membenahi dan menata kampung, kondisi Kampung Prajuritan Bawah sangat memprihatinkan. Permukiman yang padat, dengan kondisi jalan yang sempit kurang dari 1,5 meter dan tidak teratur. Sampah yang tidak dikelelola dengan baik sehingga mudah bersarakan dimana-mana. Pembuangan limbah rumah sembarangan sembarangan, dan masih banyak permasalahan sosial dan lingkungan yang banyak dihadapi pada waktu itu. Namun sejak adanya kesadaran bersama warga, kondisi kampung Prajuritan Bawah berubah total.

Periode perubahan kampung dimulai sejak Tahun 2013, tidak lepas dari peran program PNPM Mandiri Perkotaan pada saat itu. Fasilitasi pemberdayaan masyarakat warga melalui penguatan kelembagaan, penyusunan PJM Pronangkis, dengan pelaksanaan kegiatan melalui penedekatan Tridaya, diaplikasikan dalam kegiatan penataan kelembagaan, sosial, dan lingkungan kampung Prajuritan Bawah.

Program penataan kampung berlanjut ketika PNPM Mandiri berganti menjadi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sejak 2016. Melalui kegiatan pendataan baseline kumuh ditingkat masyarakat dan penyusunan RPLP di tingkat kelurahan, semakin menyelaraskan arah dan tujuan program kampung dan tujuan Program Kotaku. Sehingga semakin memicu dukungan dari pemerintah kelurahan dan pemda dalam bentuk pendanaan kegiatan lingkungan maupun peningkatan kapasitas masyarakat untuk mendorong keberhasilan Program Penataan Kampung Prajuritan Bawah.

Efektif sejak 2015 berbagai upaya, strategi, dan kegiatan telah dilakukan di Kampung Prajuritan Bawah. Hal ini dilakukan warga dalam rangka untuk memudahkan pencapaian keberhasilan penataan lingkungan melalui kolaborasi penanganan dan pencegahan kumuh, antara lain: menyusun Program kerja tahunan, yang diakomodir di program tingkat kelurahan, salah satunya penataan kampung (jangka panjang), menyelipkan pesan terus-menerus disetiap pertemuan warga dalam membangun kesadaran masyarakat sehingga memiliki budaya hidup bersih dan sehat, pengurus lingkungan memberikan contoh, teladan dan melayani masyarakat dengan baik. Disamping itu juga dilakukan gotong royong rutin dilakukan untuk memelihara sarana dan prasarana lingkungan yang sudah ada dan terbangun, pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga, dan sampah an organik melalui Bank Sampah (RT1-RW5), serta iuran rutin bulanan warga untuk mendukung program kerja kampung terutama terkait pendanaan kegiatan sosial dan pemeliharaan lingkungan.

Selain mengandalkan swadaya masyarakat pengurus juga aktif melakukan terobosan, pencarian dana dari berbagai pihak untuk merealisasikan dan menyukseskan program yang telah disepakati dan ditetapkan.

Usaha yang telah dilakukan warga dan pengurus kampung tidak sia-sia. Telah banyak program kolaborasi yang masuk ke Kampung Prajuritan Bawah untuk merubah wajah kampung dari kondisi padat, dan kumuh menjadi kampung yang bersih, sehat, indah, rapi, aman, nyaman dihuni, ramah bagi anak dan difabel.

Berbagai program yang telah masuk Kampung Prajuritan Bawah antara lain pembangunan Rumah Pilah Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo memberikan bantuan 4 set komposter, pelatihan pengelolaan sampah bagi pengurus Bank Sampah, warga masyarakat sadar menyediakan tempat pilah sampah di masing-masing rumah tangga.

Selain itu penataan jalan kampung berupa pelebaran dan paving jalan bersumber, warga dengan sukarela sebagian tanahnya terkena dampak pelebaran, sanitasi lingkungan dan rumah tangga, pembangunan septick tank komunal, dan bantuan septic tank individu. Termasuk Livelihood (penghidupan berkelanjutan) dengan pelatihan keterampilan membatik, pelatihan kewirausahaan dan boga bagi ibu-ibu rumah tangga, pelatihan kerajinan dari bahan sampah, serta kelembagaan berupa pembangunan gedung Balai RW.

Dampak yang dirasakan warga masyarakat Kampung Prajuritan Bawah sangat dirasakan saat ini. Warga merasa puas, aman, dan nyaman terhadap hasil-hasil program kerja kampung yang telah direalisasikan, indikator yang bisa diukur dan dilihat. Seperti akses jalan mudah dilalui, mudah untuk transportasi dan ekonomi. Sebelum ada pelebaran dan penataan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan satu motor roda dua. Setelah penataan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat (ambulans). Akses jalan ramah terhadap kelompok anak, perempuan dan difabel.

Sampah organik dan organik terkelola dengan baik. Sampah organik diproses dengan komposter menjadi pupuk cair organik sementara sampah anorganik dikelola bank sampah untuk meningkatan pendapatan warga dan kas untuk pemeliharaan lingkungan.

Pembangunan Septicktank komunal telah melayani dan menyelesaikan permasalahan sanitasi secara komunal. Rumah tangga yang belum terfasilitasi septitank komunal diintervensi dengan bantuan septitank inividu.

Hasil dari Pemberdayaan perempuan (livelihood) melalui pelatihan ketrampilan membatik dan kewirausahaan pada 2017 dari Bappeda terlihat nyata. Dari 15 orang peserta yang terlibat, 5 orang sudah mampu memproduksi batik-batik pesanan, baik di dalam maupun luar kota. Peserta pelatihan boga 2 orang sudah mampu menciptakan kewirausahaan kuliner (makanan pesanan/catering), mampu menambah pendapatan dan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Balai Pertemuan Kampung Prajuritan Bawah difungsikan sebagai tempat barbagai kegiatan warga masyarakat. Pertemuan rutin warga, pertemuan bank sampah, peringatan hari besar keagamaan, pelatihan-pelatihan masyarakat, pertemuan kelompok pemuda, dan masih banyak lagi agenda masyarakat yang memanfaatkan Balai Kampung Prajuritan Bawah RW 5.

Untuk menjamin pemeliharaan dan keberlanjutan kegiatan yang sudah dilaksanakan sudah terbentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharaan (KPP) tingkat RW sejak 2013. Awalnya KPP hanya bertanggungjawab kegiatan septic tank komunal, dalam perkembangannya peran dan tugas KPP mencakup pemeliharaan sarana dan prasarana lingkungan permukiman keseluruhan. Sumber biaya pemeliharaan fasilitas sarana dan prasarana komunal dibebankan pada iuran warga.

Selain itu untuk menjaga supaya lingkungan yang sudah mapan agar terjaga dengan baik warga telah membuat aturan bersama dalam rangka rangka menciptakan permukiman yang aman dan nyaman untuk ditaati selurah warga. Setiap warga yang mengurus keperluan administrasi dan surat menyurat wajib menunjukkan kartu lunas iuran warga. Warga dilarang melepaskan hewan peliharaan dari kandang.[Jateng]


Penulis: Setya Panca P., Askot KK Kabupaten Wonosobo Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.