Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Pembangunan TPST3R Atasi Dampak Sampah di Oba

Pembangunan TPST3R Atasi Dampak Sampah di Oba

Malut Kepulauan Tidore TPST3R Comments (0) View (369)

Desa Oba Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu lokasi tergolong kumuh. Permasalahan kumuh yang paling menonjol dapat tersoroti dari aspek tercemarnya lingkungan sekitar oleh sampah dan ketidaktersediaan sarana dan prasarana pengolahan persampahan.

Topik hangat sering diangkat dalam arena perdebatan publik adalah cara pengelolaan sampah yang tidak berbasis penyehatan lingkungan. Tak ubahnya tradisi lama, dimana masyarakat mengelola sampah dengan cara membakar, membuang di pantai dan kali mati. Karaktersitik masyarakat mulai burubah, seiring Program Kotaku terus menyampaikan pesan-pesan sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Melalui Program Kotaku, telah dibangun TPST3R untuk mengendalikan persampahan pada beberapa kelurahan/desa terdekat seperti Desa Akekolano, Garojou, Bukit Durian dan Desa Kusu Kecamatan Oba. Sampah dikelola dengan sistem 3R yakni (Reuse, Reduce dan Recicle) dimana masyarakat secara mandiri sanggup memilah sampah sesuai jenis dan melakukan pengomposan untuk memenuhi kebutuhan petani dengan harga terjangkau.

Pembangunan TPST3R dibangun pada Tahun 2019 diatas tanah milik Pemerintah Desa Oba seluas 25x15,8 M2 yang diperkuat dengan surat tidak berkeberatan. Fisik pembangunan infrastruktur menelan anggaran sebesar Rp 1.082.445.000.- Sumber Dana Kotaku Rp 995.000.000 dan Dana Swadaya Masyarakat Rp 87.445.000 dilaksanakan oleh KSM Dadi Jang.

Pada 16 Maret 2020 saat kunjungan monitoring pembangunan TPST3R oleh Team Fasiliator Program Kotaku di Desa Oba, salah satu warga yang rumahnya tidak berjauhan dari lokasi tempat dibangunnya TPST3R bernama Jamila Abd Rahman sempat menyampaikan aspirasinya kepada Siti Febriyanti Syiko sebagai Fasilitator Sosial. Substansi yang diadukan “bahwa dengan adanya prasarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat, setidaknya bisa dimanfaatkan bagi peningkatkan pendapatan warga sekitar khususnya warga MBR," dengan nomor registrasi pengaduan 000482720320.

Penjelasan singkat yang disampaikan Siti Febrianty Syiko, bahwa prasarana pengolahan persampahan TPST3R akan dikelola secara proforsional sehingga diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatkan pendapatan masyarakat desa. Pembangunan TPST3R juga menjadi solusi bagi pengembangan ekonomi warga sekitar, lebih penting lagi penghidupan berkelanjutan warga MBR. “Jelas Siti Febrianty.

Anggapan masyarakat sebelumnya, bahwa sampah pembawa virus yang dapat mengganggu kesehatan warga. Kini, sampah bisa mendatangkan investasi melalui mekanisme pengelolaan sampah 3R.[Malut]


Penulis: Sanajiguru Sangadji, Sub-Prof CHU/OSP 8 Program Kotaku Provinsi Maluku Utara

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait