Beranda Warta Cerita Padat Karya, Solusi COVID-19 di Pabar

Padat Karya, Solusi COVID-19 di Pabar

Cerita Papua Barat Padat Karya Infrastruktur Comments (0) View (315)

Bertempat di RT 02 RW 06 Kelurahan Padarni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat BKM Cendrawasih dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Maju Bersama menyelenggarakan kegiatan On the Job Training (OJT) serta peletakan batu pertama kegiatan padat karya–pembangunan MCK komunal–program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), pada Kamis (14/7).

Kegiatan yang diresmikan oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman (BPPW) Provinsi Papua Barat, Marsudi, ST. MM., ini diikuti oleh 12 orang pekerja serta dihadiri beberapa tamu undangan. Di antaranya Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman (Satker PPP) provinsi Papua Barat, perwakilan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, media massa, dan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kabupaten Manokwari.

Dalam sambutannya, Marsudi menyampaikan bahwa kegiatan padat karya ini dilaksanakan dalam rangka mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh untuk mendukung terwujudnya permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Menurutnya kegiatan padat karya tersebut mempunyai 4 sasaran pokok, yakni meningkatnya akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar, menurunnya luasan permukiman kumuh, masyarakat penerima manfaat puas dengan kualitas dan layanan infrastruktur dasar serta sebagai salahsatu bentuk penanganan dampak Covid– 19. Sesuai arahan Presiden Jokowi program padat karya ini diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat terdampak. Yakni peningkatan penghasilan warga melalui melalui rekruitmen tenaga kerja serta peningkatan daya beli masyarakat setempat.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kumuh yang ditetapkan oleh Bupati Manokwari tahun 2019, permukiman kumuh yang harus ditangani secara kolaboratif adalah seluas 166,81 Hektar. “Luasan kumuh yang tersebar di 10 kelurahan/ kampung tersebut, akan ditangani oleh berbagai intervensi dengan melibatkan multi sektor dan multi aktor. Mulai dari Pemerintahan, swasta, serta masyarakat sendiri. Adapun salah-satu intervensi yang akan dilakukan adalah melalui pelaksanaan kegiatan Padat Karya program Kotaku dengan sumber pembiayaan dari APBN,” tegas Marsudi kepada peserta kegiatan.

Pada tahun 2020 ada dua kelurahan yang mendapatkan dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Padat Karya yakni kelurahan Padarni dan Sanggeng. Dengan nilai bantuan masing-masing kelurahan sebesar satu milyar yang dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 70% atau Rp 700.000.000,-, sedangkan tahap kedua sebesar 30% atau Rp 300.000.000,-. Dengan dana sebesar itu, Marsudi berharap agar semua pihak bersama-sama mengwal pelaksanaan kegiatan padat karya ini agar 4 sasaran pokok bisa terwujud dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat yang berada di kawasan kumuh.

Secara khusus Marsudi juga menghimbau kepada tim fasilitator dan BKM Cendrawasih agar benar-benar mengawal pelaksanaan BPM ini. Proses pembangunan yang dilaksanakan oleh KSM harus dimonitoring setiap hari untuk meminimalisir kesalahan, sehingga kegiatan yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat. Di sisi lain kegiatan pembangunan juga tidak sekedar gugur kewajiban, namun infrastruktur yang dibangun bisa menampilkan aspek keindahan lingkungan permukiman yang layak huni serta menjadi ikon baru di kelurahan Padarni. Di sisi lain masyarakat penerima manfaat juga diharapkan bisa menjaga keberfungsian fasilitas yang dibangun agar dapat bermanfaat jangka panjang. Para pekerja yang notabene sebagai penerima manfaat diharapkan oleh kepala balai untuk bekerja secara maksimal guna mendapatkan kualitas bangunan yang sesuai dengan standart teknik yang telah disepakati bersama.

Dipenghujung sambutannya, kepala balai mengingatkan pendamping Kotaku dan peserta OJT untuk selalu memperhatikan protokal kesehatan selama kegiatan berlangsung di masa pandemi coronavirus saat ini. Untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran serta penanganan dampak Covid-19, maka kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, masker, hand sanitizer, vitamin, dan lainnya sesuai kebutuhan selama proses pekerjaan dilaksanakan harus diperhatikan. Agar pekerjaan terlaksana dengan baik dan semuanya tetap sehat dari mulainya pekerjaan hingga selesai. [Pabar]

Penulis: Philipus Jamlean, Faskel Sosial Kabupaten Manokwari dan Samsul Huda, Program Collaboration Specialist Program Kotaku Provinsi Papua Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.