Beranda Warta Cerita Pengelola Kampung Tahu Jadi Narsum Webinar Nasional

Pengelola Kampung Tahu Jadi Narsum Webinar Nasional

Cerita KPP Jawa Tengah Pekalongan Kampung Tahu Comments (0) View (314)

Berbicara soal Kampung Tahu Ramah Lingkungan, pasti tidak lupa dengan sosok Siti Muarofah yang biasa dipanggil Fafa, lahir di Banjarnegara, 16 Agustus 1986. Sekarang bertempat tinggal di Desa Babalanlor Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, pekerjaan sehari-hari adalah sebagai guru PAUD. Selain guru PAUD, saat ini beliau aktif di tim badan pengelola “Kampung Tahu Ramah Lingkungan” mulai tahun 2016 sampai sekarang. Karena dianggap sukses dan layak dalam memberikan inspirasi bagi pelaku KOTAKU, maka Badan Pengelola Kampung Tahu Ramah Lingkungan “Berkah Mulyo” Desa Babalanlor dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam seminar Nasional yang diwakili oleh mbak Fafa.

Kegiatan Seminar Nasional Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) di lokasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ini diselenggarakan oleh KMP KOTAKU dengan cara Webinar, para KPP berbagi pengalamannya melalui video conference Zoom yang digelar pada Kamis, 25 Juni 2020. Webinar gratis ini juga disiarkan secara langsung (livestreaming) melalui channel YouTube. Sambutan peserta juga luar biasa. Dari kuota peserta yang dibatasi 300 orang, ternyata partisipan webinar menembus angka 413 orang.

Dalam webinar, tiga orang pengurus KPP dari berbagai provinsi angkat bicara, membagikan pengalaman, suka dan dukanya dalam membangun desa dan kelurahannya melalui Program Kotaku. Mereka adalah Deni Candra Irawan dari KPP Gotong Royong Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur; Hadinda Dg. Bau dari KPP Bonto Biraeng Sarana Air Bersih, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; dan Siti Muarofah dari Badan Pengelola Kampung Tahu Ramah Lingkungan Babalan Lor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Di antara peserta webinar, terdapat para team leader Program Kotaku mulai pusat hingga provinsi se-Indonesia. Hadir pula para koordinator kota (korkot) dan personel Program Kotaku se-Indonesia, anggota badan keswadayaan masyarakat (BKM), anggota kelompok swadaya masyakarat (KSM), pemerintah daerah dari berbagai kabupaten/kota, dan sebagainya.

Namun ada kesan luar biasa bagi Badan Pengelola Kampung Tahu Ramah Lingkungan Babalanlor dalam kegiatan ini sebab selain difasilitasi oleh Pemda Kabupaten Pekalongan, pelaksanaan video conference Zoom bertempat di pendopo Bupati Pekalongan dan didampingi langsung oleh ibu Hj. Munafah selaku isteri Bupati Pekalongan sekaligus ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Di Kabupaten Pekalongan, Program KOTAKU sejalan dengan program yang ada di PKK Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan LBS (lingkungan bersih dan sehat) serta peningkatan kesejahteraan keluarga sehingga lokasi-lokasi KOTAKU menjadi bagian menjadi dampingan PKK Kabupaten Pekalongan. Itulah yang menjadi dasar Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan menjadi bagian pendamping yang melekat di lokasi-lokasi KOTAKU termasuk Desa Babalan Lor. Beliau menyampikan “Babalanlor Kampung Tahu Ramah Lingkungaan ini merupakan salah satu dari beberapa desa yang ada di Kabupaten Pekalongan yang mampu secara mandiri dalam menata lingkungan dari kekumuhanya dengan baik, serta memiliki karakteristik wisata edukasi, sehingga bisa menjadi contoh bagi desa atau kelurahaan lainnya”ujar beliau. Disampaikan pula oleh Ibu Hj. Munafah bahwasanya Desa Babalan Lor sebagai penghantar penghargaan adipura TK Nasional dan Desa Babalan Lor juga memperoleh juara HABITAT TK. PROVINSI.

Ada beberapa pengalaman yang dibagi oleh KPP melalui webinar ini juga menimbulkan kesan dan menjadi catatan tersendiri bagi peserta, seperti disampaikan di bawah ini. Oleh KPP Berkah Mulya di antarnya, sejarah berdirinya Badan Pengelola Kampung Tahu secara defacto sejak tahun 2013 ketika BKM Babalanlor dipercaya mendapatkan program PLPBK dengan total rupiah 1M, kemudian dilanjutkan lagi dengan progra m lanjutan PLPBK pada tahun 2015 sejumlah 1M dan di tahun 2017 sejumlah 500 juta. Maka belajar dari beberapa pengalaman agar bisa mampu menjaga, merawat dan dimanfaatkannya secara keberlanjutan terhadap sarana dan prasarana yang telah dibangun, maka secara dejure badan pengelola di SK kan oleh pemdes.

Adapun kegiatan pemanfaatan dana pemeliharaan kampung tahu adalah untuk; Pemeliharaan infrastruktur yang terbangun di Kampung Tahu, Pengecatan kampung tahu, Pengembangan kampung tahu, Petugas kebersihan untuk pembersihan rutin kampong tahu, Petugas Pengelola TPS3R, Operasional badan pengelola dan Pemasukan operasional BKM.

Dengan berbagi pengalaman baik ini jelas akan memberikan manfaat dan masukan bagi desa atau kelurahan secara nasional dan khususnya Kabupaten Pekalongan, untuk menjadi KPP yang berdikari dan mandiri sesuai dengan tujuan program KOTAKU yaitu weujudkan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan serta meningkatkan akses terhadap infrastruktur serta pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan dapat terwujud dengan baik.[Jateng]

Penulis: Tarmidzi, Program Kotaku Kabupaten Pekalongan
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.