Beranda Warta Cerita Senggarang, Goes to The Terrace of Tanjungpinang

Senggarang, Goes to The Terrace of Tanjungpinang

Cerita Kepulauan Riau Tanjungpinang Waterfront Potensi Wisata Comments (0) View (299)

Permasalahan Kawasan Senggarang tidak berbeda jauh dengan kawasan kumuh lainnya. Yang mencakup ketidakteraturan bangunan, jalan pelantar yang sempit dan tidak terhubung satu sama lainnya, ketersediaan drainase, pemenuhan air bersih, persoalan limbah, pengelolaan persampahan dan proteksi kebakaran. Penyelesaian permasalahan kumuh di Kawasan Senggarang juga diselesaikan secara bersama dan terpadu antara pemerintah kota, provinsi, pusat, dan kolaborasi.

Jumlah penduduk Kelurahan Senggarang terdiri dari 315 kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan 1.315 jiwa. Melalui memorandum program Kawasan Senggarang dan Kampung Bugis merupakan Cluster-1 dalam Prioritas Penanganan Permasalahan Permukiman Kumuh sesuai Surat Keputusan Wali Kota Tanjungpinang 2014 tentang Penetapan Lokasi Perumahan dan Permukiman Kumuh Kota Tanjungpinang.

Satu kegiatan Padat Karya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Skala Kawasan Tahun Anggaran 2020 adalah penataan Kawasan Senggarang, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang. Konsep pengembangannya adalah Waterfront Area and Terrace of Tanjungpinang, menjadikan Kawasan Senggarang sebagai teras utama kota dengan penataan area tepi laut. Secara implisit teras kota adalah sebagai ruang utama yang dilihat tamu, sehingga teras kota yang tertata dan bebas dari kekumuhan akan menciptakan citra Kota Tanjungpinang yang baik. Selain itu Kawasan Senggarang merupakan bagian dari lokasi Wisata Heritage Kota Tanjungpinang yakni Pulau Penyengat, Kota Lama, dan Kelenteng Senggarang.

Penataan Kawasan Senggarang dibagi ke dalam empat segmen. Rinciannya, segmen-1 merupakan pintu masuk menuju kawasan baik dari arah darat maupun laut, segmen-2 didominasi zona perdagangan yang keberadaannya didukung adanya Kelenteng Akar sebagai warisan budaya. Selanjutnya segmen-3 sebagai kawasan permukiman dengan kondisi bangunan yang tidak teratur, dan segmen-4 merupakan kawasan Pecinan dengan ciri bangunan khas budaya Tionghoa, yang keberadaannya semakin berkembang ke arah laut.

Kegiatan Padat Karya Kotaku Skala Kawasan Senggarang yang sedang dilaksanakan saat ini adalah segmen-4. Yakni, pembangunan Pelantar Lingkar (pelantar) pembatas agar permukiman tidak semakin menjorok ke arah laut dan menghubungkan antarpelantar di Kelurahan Senggarang, serta sebagai penghubung antara Kelurahan Senggarang dengan Kelurahan Kampung Bugis.

Untuk mengakses fasilitas umum seperti kantor kecamatan, puskesmas, dan sekolah, saat ini masyarakat Kelurahan Senggarang harus memutar jauh melalui jalan darat. Padahal kondisinya juga belum memadai, karena lokasi fasilitas umum tersebut berada di Kelurahan Kampung Bugis. Dengan dibangunnya Pelantar Lingkar akan meminimalkan jarak akses pelayanan masyarakat ke fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya, termasuk akses masyarakat ke pusat perkotaaan melalui jalur laut.

Potensi wisata budaya dan religi juga akan semakin berkembang sehingga mampu menarik minat kunjungan wisatawan lokal maupun asing ke Kelurahan Senggarang. Hal ini tentu juga akan berdampak kepada perkembangan ekonomi masyarakat lokal. Harapannya, melalui pembangunan Pelantar Lingkar akan semakin tercipta kerukunan antaretnis dalam di Kawasan Senggarang, yaitu etnis Melayu, etnis Tionghoa, dan etnis Bugis.[Kepri]

Penulis: Raziza Malindawati, Tenaga Ahli Komunikasi OC3 Program Kotaku Provinsi Kepulauan Riau

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.