Beranda Warta Cerita Erni, Srikandi Relawan dari Karangan

Erni, Srikandi Relawan dari Karangan

Cerita Kalimantan Barat Landak Comments (0) View (93)

Menjadikan hidup agar bermanfaat dan dapat dirasakan manfaatnya untuk orang lain dan lingkungan, dengan kata lain membangun kesalehan individu sangat dianjurkan tetapi jangan lupa untuk membangun kesalehan sosial karena ajaran Agama apapun akan mengajarkan pola hidup ke-seimbangan (Islam mengenal istilah tawazun/keseimbangan), ummat hindu lebih mengenal istilah “TRI HITA KARANA” bahwa menjaga hubungan harmonis antara hamba dan Tuhan dan hubungan antara sesama adalah modal dasar sebagai pemantik keberhasilan mencapai tujuan maka merawat hubungan vertikal dan horizontal agar tetap konsisten harus terus menerus dirawat karena faktanya memiliki dampak terhadap perubahan pada kehidupan pribadi dan sosial termasuk harapan program kotaku dalam melakukan penataan permukiman kumuh.

Banyak potensi kebaikan yang dimiliki manusia untuk dimanfaatkan sebagai modal dasar dalam menjaga kehidupan yang harmoni dan ini bisa dilakukan asal ada ada kemauan, kemampuan, keberanian, komitmen, dan keseimbangan. kelima prinsip dasar ini dapat merawat spirit untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan sebagaimana testimoni tentang keberhasilan yang disampaikan Juanedhy Mulyono Kepala Desa Ponggok Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah “Menjadikan Desa Ponggok Tanpa Kumuh, Desa Layak Huni, dan Desa Pintar” dan I Gusti Rai Ari Temaja Penggerak dan Pengawas Yayasan Tukad Bindu Kelurahan Kesiman Kota Denpasar Provinsi Bali “Penataan Tukad Bindu Berdasarkan Konsep “Tri Hita Karana” dalam Serial Webinar Program Kotaku dengan tema “Berbagi Pengalaman Penataan Kawasan Permukiman” membuktikan keberhasilan dalam menata lingkungan permukiman menjadi kawasan sehat, tertata rapih, bersih dan bahkan menjadikan sebagai kawasan wisata edukasi bagi pengunjung domestik dan asing ternyata kiatnya sederhana dengan selalu merawat hubungan vertikal dan horizontal, dan tentu saja syarat lainnya melakukan kolaborasi berbagai pihak karena penataan kumuh tidak cukup kuat dengan hanya seorang diri.

Apa yang I gusti Rai, dan Mulyono lakukan spiritnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Ibu Erni salah seorang relawan sekaligus anggota BKM/LKM Desa Karangan Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Kalimantan Barat Erni panggilan akrab keseharian terpilih sebagai anggota BKM/LKM berdasarkan rekam jejak dengan seringnya membantu masyarakat tanpa pamrih di desa Karangan dan kebiasaan ini sudah mendarah daging dalam diri Ibu erni, dan beliau tidak segan-segan menceburkan diri langsung membantu kotaku dari mulai sosialisasi di kelurahan bahkan sampai tingkat basis masyarakat baginya partisipasi dalam penataan permukiman kumuh tidak hanya monopoli kaum pria semata tetapi perempuan juga bisa melakukan kuncinya terletak pada kemauan melakukan aktifitas sosial kemasyarakatan. ujarnya.

Perempuan yang dikenal memiliki kemauan keras dan berjiwa sosial ini termotivasi untuk terlibat dalam setiap kegiatan kotaku karena baginya kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan jika bisa berbuat untuk lingkungan masyarakat , saya bisa bertemu dengan banyak orang , menambah wawasan, belajar bagaimana bekerjasama dalam tim , belajar menjadi pendengar atas keluhan yang disampaikan warga masyarakat, mengetahui kondisi ril lingkungan permukiman semua saya rasakan sangat bermanfaat dalam memacu spirit peningkatan kepedulian diri untuk memperbaiki lingkungan permukiman.

Atas dasar itulah saya tidak mau ketinggalan kalau ada proses pelaksanaan kegiatan kotaku di tingkat RT/RW bahkan di pelosok sekalipun karena bagi saya ini sudah merupakan panggilan jiwa. Namun demikian, tidak semua yang saya lakukan bersama tim kotaku itu adalah sesuatu menyenangkan ada juga dukanya adalah ketika mengajak warga untuk berpartisipasi dalam rangka menjaga kualitas lingkungan permukiman dimana mereka tinggal dilingkungan tersebut tetapi mereka tidak mau peduli dan terkesan acuh tetapi ini saya maknai sebagai sebuah tantangan yang memerlukan kesabaran lebih dan yang pasti tidak boleh mengenal kata bosan dalam mensosialisasikan kotaku kepada masyarakat.[Kalbar]


Penulis: Tim Program Kotaku
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.