Beranda Warta Berita Pembangunan Berbasis BPM di Pontianak Mulai Dilaksanakan

Pembangunan Berbasis BPM di Pontianak Mulai Dilaksanakan

Berita Kalimantan Barat Pontianak BPM BKM Comments (0) View (209)

Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat sebagai kelurahan yang memiliki luas wilayah 8.81 Ha. Kelurahan Dalam Bugis dari hasil pendataan memiliki permasalahan drainase dan jalan untuk itulah masyarakat Dalam Bugis memprioritaskan penanganan kumuh BPM 2020 adalah rehab jalan beralamat di RT 002-RW007 Gg. Ikhwan 1 dan drainase di RT.002-RW007 Gg. Ikhwan sesuai dengan hasil pendataan terhadap permasalahan lingkungan permukiman, maka dengan cairnya BPM tentu ini merupakan kegembiraan bagi masyarakat karena sudah sejak lama mendambakan perbaikan jalan dan drainase yang selama ini sangat menyulitkan warga masyarakat disamping menimbulkan genangan air jika ada hujan juga akselerasi pedagang cukup terganggu dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang sehingga menghambat terhadap peningkatan usaha ekonomi warga setempat.

Adalah sebuah harapan besar warga bahwa kehadiran infrastruktur layak dapat menjadi jembatan penghubung aktifitas keseharian termasuk didalamnya mobilitas sosial, lebih jauh lagi implikasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan dan drainase dengan secara tidak langsung dapat menurunkan biaya logistik masyarakat, memperkecil ketimpangan dalam pemanfaatan hasil pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan yang pasti adalah berdampak terhadap pengurangan kumuh dan ini menjadi wajib hukumnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Antusiasme masyarakat Kelurahan Dalam Bugis terhadap pencairan BPM sangat wajar mengingat perbaikan jalan dan drainase sudah sejak lama mereka nantikan dan akhirnya penantian itu terjawab sudah dengan cairnya BPM tahap pertama Rp 700 juta sebagai tahap awal pencairan BPM untuk tahap selanjutnya akan dicairkan dengan syarat dan ketentuannya terpenuhi sebagaimana ada dalam ketentuan yang sudah baku yaitu terpenuhinya syarat pencairan dan pemanfaatan yang selalu disosialisasikan dalam kegiatan MP2K terhadap KSM dan BKM/LKM.

Kegembiraan seiring cairnya BPM tidak boleh melupakan substansi dasar pembelajaran bahwa BPM bukan tujuan utama karena yang paling substansi adalah membangun kesadaran bersama melalui partisipasi masyarakat dalam proses siklus kotaku yang dimulai dari persiapan, perencanaan, dan pelaksanaan itu dapat dilihat dalam siklus kegiatan kotaku yang dimulai dari sosialisasi, pembentukan kelembagaan, pendataan baseline, menyusunan dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP), penentuan prioritas, dan survei lokasi dan semua dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dengan harapan masyarakat akan memiliki tanggung jawab terhadap hasil kegiatan dan pemeliharaannya melalui peran KPP, adapun BPM adalah bisa dimaknai sebagai reward dari proses fasilitasi yang selama ini dilakukan, dan Program kotaku sejatinya sangat membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk saling belajar di samping untuk memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan tetapi juga pada akhirnya masyarakat akan merasa memiliki terhadap hasil pelaksanaan kegiatan sehingga nantinya infrastruktur yang dilaksanakan dampak kemanfaatannya akan lebih panjang dari waktu yang telah ditentukan karena pemeliharaannya dilakukan atas inisiatif warga masyarakat secara swadaya dan inilah sejatinya cita-cita mulia dari program kotaku.

Aura kegembiraan masyarakat Dalam Bugis begitu kentara melalui gebrakan pertama adanya kerja bhakti pembersihan lokasi kegiatan digelar sebagai bentuk sosialisasi terhadap masyarakat tentang kegiatan rehab jalan dan drainase akan segera dimulai untuk itu perlu masyarakat mengawasi pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap program. Namun dari semua itu tidak kalah pentingnya adalah memberikan pendampingan intensif terhadap proses pelaksanaan pembangunannya agar terjaga dari sisi kualitas hasil dan jadwal pelaksanaan sesuai dengan waktu yang diberikan dan tidak lupa mengawal dari aspek transparansi dan akuntabilitas ini menjadi penting supaya tidak ada penyimpangan terhadap dana BPM yang diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat, di sini peran masyarahat khususnya kelembagaan BKM/LKM Kelurahan Dalam Bugis diuji nyalinya.

Ada beberapa hal harus menjadi perhatian dalam melaksanakan kegiatan infrastruktur kotaku. Yakni terwujudnya hasil pembangunan infrastruktur yang memenuhi atau sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku, menjamin keselamatan (keamanan/kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang menggunakannya) dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sosial masyarakat dan pelestarian lingkungan, dan terwujudnya bangunan dalam kurun waktu yang sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Selain itu terwujudnya hasil pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang sesuai sesuai dengan biaya yang telah ditentukan/direncanakan, serta rasa memiliki dari masyarakat, dan salah satu bentuk rasa memiliki melalui pembentukan kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP).[Kalbar]

 

Penulis: Sahri Amarta, Senior fasilitator Kotaku TIM 01 Pontianak
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.