Beranda Warta Cerita 'Para Pengabdi' di Timur Negeri Jadi Inspirasi

'Para Pengabdi' di Timur Negeri Jadi Inspirasi

Cerita Maluku Ambon KPP Comments (0) View (197)

Tepat 13 tahun lampau, Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) Kalwedo mulai dibentuk seiring dengan pembangunan sarana air bersih oleh PNPM Mandiri Perkotaan ketika itu. Desa Latta, Kota Ambon, Provinsi Maluku merupakan daerah perbukitan, sangat sulit untuk memperoleh air bersih dan air minum di daerah ini. Untuk mendapatkan air, warga harus menempuh perjalanan yang jauh, berbukit-bukit bahkan karena banyaknya warga yang juga membutuhkan air, mereka harus rela mengantre dari subuh hari, atau memilih untuk membeli air dari tangki-tangki air yang harganya tidaklah murah. Namun, setelah adanya pembangunan air bor, bak penampung serta bak pembagi oleh PNPM Mandiri, maka kebutuhan air bersih dan air minum di Desa Latta mulai terpenuhi. Warga tak kesulitan lagi mendapatkan air dan tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli air. "Puji Tuhan, tahun 2007 PNMP Mandiri datang ke desa kami memberi solusi dari permasalahan sulitnya air di desa kami," kata Ketua KPP Kalwedo Yul Mosnana berkisah, dalam webinar KPP OSP-11: Maluku, Papua, dan Papua Barat, beberapa waktu lampau.

Kegiatan yang diselenggarakan Tim OSP-11 terdiri dari para pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Maluku, Papua, dan Papua Barat tersebut dihelat pada pukul 10.00-13.00 WIT. Acara yang dilakukan secara daring melalui aplikasi video conference Zoom serta disiarkan langsung melalui Youtube Kotaku Maluku Channel ini diikuti oleh seluruh fasilitator Program Kotaku yang ada di Maluku, Papua, dan Papua Barat. Selain fasilitator hadir juga perwakilan BKM, Tim Koordinator Kota, Tim Oversight Service Provider (OSP), dan Tim KMP. Tak ketinggalan tim pengamat dari unsur pemerintah daerah, OSP lain serta masyarakat umum juga turut ambil bagian dari kegiatan yang memberi inspirasi ini.

Hal senada pun dilakukan KPP Peduli Kebersihan Lingkungan, Kelurahan Wai Mhorok, Kota Jayapura, Papua. Mereka mengangkut sampah hingga ke lorong-lorong rumah warga yang tidak dilewati mobil pengangkut sampah. Bukan hanya memunguti sampah-sampah yang ada di depan rumah warga, namun juga membersihkan ceceran sampah di sekitar, hingga ke kolong-kolong rumah. Bagi mereka, membersihkan sampah bukan hanya sebagai tugas yang diupah setiap bulannya dari hasil iuran warga, namun kepedulian akan kebersihan lingkungan adalah yang utama. Tak ayal, kegiatan ini mulai menggugah warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat setempat mulai rutin membersihkan lingkungan bersama setiap Ahad.Yul Mosnana beserta anggota KPP Kalwedo seolah mengajarkan, bahwa bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih dengan adanya pembangunan sarana air bersih dan air minum di desa mereka adalah dengan menjaga dan memeliharanya. Alhasil, partisipasi masyarakat Latta dan peran pemda juga sangat membantu keberlangsungan sarana air bersih dan air minum, hingga saat ini. Tak pelak pula, 13 tahun menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun agar tetap dapat digunakan menjadi bukti pengabdian dan ketulusan hati dalam melakukannya. Yang tentunya, bukan persoalan mudah.

Motor sampah yang 'diberikan' PNPM Mandiri Perkotaan sejak 2012 masih dioperasikan hingga kini. Program Kotaku dan dari Dinas Lingkungan Hidup juga menghibahkan motor sampah untuk menunjang pengangkutan sampah di Kelurahan Wai Mhorok, pada 2018. Menariknya, selain menjadikan lingkungan bersih, dari hasil iuran KPP setiap bulannya mampu dianggarkan sebesar Rp 2.000.000 buat upah tujuh orang petugas kebersihan per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa, selain mengurangi sampah, KPP Peduli Kebersihan Lingkungan juga mengurangi pengangguran. "Ke depannya, kami berencana untuk melakukan pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sehingga menjadi nilai tambah lagi, mengurangi pengangguran dan sampah bisa dimanfaatkan dengan baik," ujar Sekretaris KPP Peduli Kebersihan Lingkungan Arifin S. Samandi.

Selain menghadirkan cerita dari KPP Maluku dan Papua, KPP Mawar di Kelurahan Klakubik, Kota Sorong, Papua Barat juga memiliki cerita dengan pengabdian yang sama. KPP satu ini memiliki peran penting dalam upaya menjaga lingkungan, ketersediaan air bersih dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) bagi masyarakat. Kondisi geografis yang tidak berbeda jauh dari Desa Latta di Maluku, yang berbukit, membuat masyarakat sulit mendapatkan air.

Setelah Program Kotaku melaksanakan pembangunan infrastruktur berupa jalan lingkungan, saluran drainase, MCK, penyediaan air bersih PDAM, serta profil tank, kebutuhan air minum masyarakat terpenuhi. Saat ini masyarakat tidak lagi khawatir jika hujan deras, karena tidak lagi banjir dan longsor, serta tersedianya MCK yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

KPP Mawar juga berkolaborasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sorong untuk mempermudah masyarakat mendapatkan air serta melakukan penghijauan di Kelurahan Klakubik. Hal ini dilakukan agar semua pihak ikut terlibat baik dari unsur pemerintah, swasta, Program Kotaku, KPP, dan masyarakat penerima manfaat. Semua bersama-sama menjaga, merawat, memanfaatkan serta memelihara infrastruktur yang telah dibangun.

Namun begitu, keterlibatan banyak pihak menuntut konsekuensi transparansi keuangan. "Transparansi keuangan kitong lakukan dengan membuat laporan keuangan setiap bulannya kepada masyarakat penerima manfaat dan pihak terkait," ujar Bendahara KPP Mawar Fredika Sanadi.

Kiat menjaga infrastruktur yang telah terbangun memang diyakini harus selalu disosialisasikan, khususnya di daerah pencegahan. "Peran KPP sangat penting untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun, menjaga secara berkelanjutan, serta menjaga agar tidak terjadi kawasan kumuh baru," kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku Abdul Halil Kastela tegas saat menutup kegiatan webinar.

Sepenggal kisah kiprah KPP dari Maluku, Papua, dan Papua Barat adalah satu potret nyata pengabdian dengan hati. Cerita berbakti yang mungkin tak terlihat banyak orang, bertahun-tahun konsisten menjaga dan memelihara infrastruktur sejak era PNPM Mandiri Perkotaan hingga bertransformasi menjadi Program Kotaku. Semoga kisah mengabdi di Timur Negeri ini menjadi inspirasi.[Maluku]


Penulis: Efa Rubawati, Sub-Komunikasi OSP-11
Program Kotaku Provinsi Maluku

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.