Beranda Warta Cerita KPP Pendawan: IPAS Terawat, Untung Pun Didapat

KPP Pendawan: IPAS Terawat, Untung Pun Didapat

Cerita Kalimantan Barat Sambas KPP IPAS Comments (0) View (305)

Pendawan merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Desa ini memiliki luas 0,8 km2 (0,32% dari wilayah Kecamatan Sambas) dan merupakan desa terkecil ketiga di Kecamatan Sambas setelah Desa Pasar Melayu dan Tanjung Bugis. Sebagian besar wilayah desa ini adalah kawasan pasar yang sangat strategis untuk memasarkan hasil produksi tani dan produk lainnya ke pasar terdekat dan ini otomatis akan meningkatkan pendapatan warga sekitar, namun sayang musti strategis untuk pengembangan usaha masyarakat tetapi kebutuhan lainnya masih sangat memprihatinkan misalkan akan kebutuhan akan pelayanan air bersih masih menjadi prioritas utama bagi warga Desa Pendawan.

Oleh karena itu ketika Program Kotaku hadir di desa Pendawan Kabupaten Sambas hasil pendataan dengan masyarakat maka mengemuka bahwa permasalahan yang dihadapi adalah sulitnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kalaupun ada sumur itu praktis sangat terbatas sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan air bagi warga dan akibat kesulitan air maka jangan heran jika dibanyak rumah ada pemandangan yang tidak asing mereka memasang PAH untuk menampung air hujan yang terbuat dari drum besi atau plastik sebagai bekal memenuhi kebutuhan air dan inipun sangat tergantung pada kondisi alam jika musim hujan air akan berlimpah sebaliknya, jika musim kemarau maka bisa dibayangkan kehadiran air bagi mereka laksana ratu keraton yang dinantikan untuk memperlihatkan wajahnya kepada warga yang sangat merindukan sosok wajah sang ratu.

Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka BKM/LKM mengusulkan kepada Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) melalui Bantuan pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Tahun 2019 pengadaan air bersih Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) beralamat di RT01-RW01, RT04-RW02, RT11-RW06 dengan adanya IPAS semoga bisa menjawab kebutuhan akan air bersih bagi warga Desa Pendawan.

Pasca pembangunan IPAS persoalan yang muncul kemudian adalah bagaimana menjamin keberlanjutan pasca pembangunan? Tentu ini menjadi permasalahan bersama yang harus ada pemecahannya karena bagaimanapun uang untuk membangun IPAS ini tidak kecil, belum lagi kebiasaan masyarakat kita adalah mudah membangun tetapi lemah dalam memelihara hasilnya? Padahal merawat hasil kegiatan adalah kunci keberlanjutan kegiatan yang sudah dibangun dengan susah payah.

Menepis anggapan itu hadir sosok Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) Kelurahan Pendawan Kab. Sambas. Dibentuk sejak awal, KSM memiliki komitmen yang kuat untuk membuktikan kepada khalayak bahwa KPP dibentuk tidak sekedar ditas kertas tetapi, jauh dari itu adalah membangun komitmen bersama dengan para anggota lainnya untuk serius menepati komitmennya sebagai lembaga kecil tetapi memiliki tugas mulia yaitu menjaga agar kegiatan IPAS yang sudah dibangun ini manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara permanen dengan memberikan pelayanan yang maksimal akan terpenuhinya kebutuhan air, perawatan fisik, dan pelayanan lainnya yang membuat masyarakat pemanfaat merasa nyaman atas pelayanan yang didapatkan dari pengurus KPP.

KPP Desa Pendawan dari awal dibentuk seluruh anggotanya menyadari bahwa ini pekerjanaan sosial bukan lembaga profit yang mendatangkan keuntungan bagi anggotanya justru yang ada adalah harus bersiap-siap untuk berkorban tenaga, pikiran dan bahkan uang dari Kantong Pribadi Pribadi (KPP) seluruh anggota disela-sela pertemuan anggota. Dengan demikian maka komitmen KPP dalam mengelola kegiatan yang diamanahkan untuk pemeliharaan IPAS harus dijalankan secara serius dan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan terlebih keberadaan IPAS ini menjadi dambaan sekaligus kebanggaan warga masyarakat dari sejak lama dinantikan oleh karena itu penting bagi KPP bekerja secara aktif dan profesional.

Langkah awal yang dilakukan KPP Pendawan adalah menyepakati struktur KPP yang ditetapkan melalui Berita Acara tertanggal 23 Oktober 2019. Susunan pengurus adalah Ketua Ahmad, Sekretaris Israini, Kordinator Sarana dan prasarana Burhanudin, Ketua Block 1 Maulana, Ketua Block 2 Iwan Aprianto, Ketua Block 3 Supriyanto, Petugas Teknik Badriansyah, dan Petugas Keuangan Azhari.

Dengan tersusunnya kepengurusan KPP maka tugas untuk menjalankan fungsinya bertanggung dalam melakukan kontrol dan monitoring rutin IPAS, bagaimana pencatatan pembukuan keuangan masuk dan keluar karena seluruh kegiatan KPP terlaporkan secara rutin kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggung jawaban kegiatan, serta tidak kalah pentingnya KPP harus memiliki database pemanfaat karena dengan mengetahui jumlah pelanggan tetap maka KPP bisa memprediksi pendapatan perbulannya dan memiliki kewenangan untuk mengatur pos pengalokasian dana KPP baik pemeliharaan infrastruktur IPAS maupun pos lainnya yang mendukung terhadap progres kinerja KPP.

Dari informasi yang didapat KPP IPAS tidak memungut iuran terhadap warga pemanfaat adapun sumber dana untuk pemeliharaan IPAS didaptakan dari penjualan air isi ulang galon seharga Rp.5000 untuk para pengecer dan pengecer berhak menjual menjual langsung ke konsumen dengan harga Rp.7000/galon dan ini sudah berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Sampai saat ini KPP IPAS dalam sehari terjual sekitar 13 sampai 15 galon ke pengecer artinya dalam sebulan tidak kurang dari 400-500 galon terjual ke pengecer.

Karena transaksi dilakukan setiap hari dan ini berimplikasi terhadap pengelolaan keuangan maka, pihak KPP melalui LKM Nakhoda Bancang memutuskan dalam pengelolaannya bekerja sama dengan pihak Bumdes Desa Pendawan dengan harapan lebih profesional dalam menangani keuangan berikut rencana kolaborasi inovasi pengembangan.

Semoga hadirnya IPAS di 4 titik memberikan kontribusi selain penyelesaian permasalahan air minum juga bisa menambah income masyarakat Desa Pendawan terbukti ada beberapa warga masyarakat yang menjadi pengecer menjual langsung ke konsumen dengan harga Rp. 7000 sementara harga beli dari KPP Rp. 5000 disini nampak sekali terlihat simbiosis mutualis berlaku dimana hubungan antara mereka adalah hubungan saling menguntungkan dan tidak ada pihak yang dirugikan ini gambaran kerjasama yang didasari atas nilai-nilai kepercayaan kedua belah pihak. Semoga semboyan KPP Pendawan Hebat, IPAS Terawat Untung-pun pasti Didapat bukan isapan jempol semata.[Kalbar]


Penulis: Inayatullah, Tenaga Ahli Komunikasi OC-7
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.