Beranda Warta Cerita Ngobrol Santai ala Wali Pontianak

Ngobrol Santai ala Wali Pontianak

Cerita Kalimantan Barat Pontianak Walikota Kolaborasi Comments (0) View (26)

Kalau sudah menjalin hubungan mesra apapun bisa dilakukan tidak ubahnya layaknya orang yang sedang pacaran seringkali tanpa berpikir untung rugi akan dikorbankan apa yang menjadi miliknya hanya untuk mencapai kebahagiaan kedua belah pihak tetapi tentu dalam koridor etika bukan sesuatu yang mengarah pada hal-hal yang negatif.

Pemandangan ini terjadi antara TIM Korkot , OC-7 Provinsi Kalbar dan Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ngobrol santai dalam suasana akrab ini karena tim Kotaku sudah menjalin hubungan mesra dengan walikota maka ketika akan melakukan pertemuan santai dengan walikota tidak mesti harus di kantor tetapi dirumah dinas pun jadi dan tidak hebatnya lagi lepas dari protokoler terpenting bukan soal tempat tetapi tema yang akan menjadi bahan obrolan adalah sesuatu yang besar dan berhubungan dengan hajat hidup orang banyak terlebih jika itu dikeluarkan oleh walikota yang tidak lain sebagai penentu kebijakan pembangunan kota Pontianak.

Sebagai pembuka pada pertemuan tersebut disampaikan soal capaian Program Kotaku dan berikut juga tentang Kotaku tahun 2020 tidak terlepas dari dukungan walikota dalam memperlancar pelaksanaan Kotaku dari mulai perencanaan, persiapan, pelaksanaan , bahkan monitoring dan evaluasi program maka keterlibatan pemkot hukumnya menjadi wajib karena seluruh proses pelaksanaan Kotaku aspek ekonomi, sosial, dan infrastruktur adalah untuk kepentingan masyarakat kota Pontianak dan pemkot sebagai nakhoda mempunyai kewajiban untuk membawa perahu didalamya ada penumpang yang harus diselamatkan sampai kedermaga dengan selamat, bahagia dan sejahtera tentu penyelamatan ini melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak terhadap masyarakat bukan kebijakan yang justru merugikan masyarakat luas inilah pentingnya dua aras saling berhubungan secara cantik.

Apa yang terjadi di Kelurahan Benua Melayu Laut (BML) Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak Prov. Kalimantan Barat sebagai lokasi livelihood persis berada di Kawasan wisata waterfront city dengan pemandangan aneka ragam kuliner dijajakan oleh para pedagang dengan berbagai cara dan rasa dan tidak kurang dari 120 pedagang warga asli Benua Melayu Laut dan warga sekitar yang mencari penghidupan sebagai pedangan di lokasi wisata Waterfront City yang letaknya cukup strategis di pusat kota Pontianak karena itu sangat wajar jika banyak orang yang berkunjung setiap harinya sekedar untuk istirahat dan olah raga terlebih jika hari libur maka pengunjung yang datang sangat membludak kondisi ini satu sisi sangat menguntungkan karena akan meningkatkan perekonomian masyarakat tetapi masalah muncul kemudian adalah persoalan lapak masyarakat cenderung liar dan belum tertata dengan baik ini sangat memerlukan untuk mengorganisir para pedagang agar tetap mematuhi dan menjaga lingkungan sekitar supaya tidak mencoreng sebagai kawasan wisata waterfront city.

Kondisi tersebut di atas yang menjadi tema dalam obrolan santai (obras) tim kotaku dan bapak walikota Pontianak dan apa yang menjadi permasalahan di Benua Melayu Laut (BML) adalah sudah menjadi agenda di pemkot Pontianak.

Lebih lanjut Edi Kamto menyampaikan bahwa penataaan ini akan tetap berlangsung dan kita perlu bersinergi untuk satu tujuan yaitu menata kawasan kumuh dan mensejahterakan warganya dua hal ini yang harus menjadi isu pengawalan kita bersama bahwa kemudian ada persoalan pedagang kaki lima, lahan untuk para pedagang, parkir yang belum terkelola dengan baik, kondisi persampahan, tempat sampah, penerangan, penanganan limbah, akses air bersih, akses jalan bagi pengujung yang terlalu sempit kurang memberikan kenyamanan terhadap para pengunjung lokal maupun. Disampaikan bahwa bisa dilakukan melakukan penataan Kawasan benua Melayu laut (BML) harus menyeluruh dan ini mudah dilakukan dengan syarat berkolaborasi dengan berbagai potensi yang ada; Pemerintah, Masyarakat dan Swasta tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana melakukan pemeliharaan dan perawatan pasca pelaksanaan ini sangat penting karena kelemahan kita lazimnya terletak pada perawatan tetapi saya yakin dengan model pendekatan Kotaku semua itu sudah ada dalam konsep kotaku sebagai jaminan perawatan dan pemeliharaan terhadap hasil kegiatan, begitu juga nanti pelaksanaan di kelurahan Benua Melayu laut (BML) tidak lupa aspek perawatan harus menjadi pengawalan kita bersama. Di akhir ngobras beliau sampaikan jangan lupa tetap jaga komunikasi yang selama ini kita jalin bersama.[Kalbar]


Penulis: Inayatullah, Tenaga Ahli Komunikasi OC-7
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat


Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.