IPAL Komunal, Solusi Problem Sanitasi dan Lingkungan

Cerita Jawa Tengah Surakarta MCK IPAL Comments (0) View (129)

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah sarana untuk mengolah limbah cair (limbah dari WC, dari air cuci/kamar mandi). Yang akrab bagi masyarakat adalah IPAL untuk limbah WC lebih dikenal dengan sebutan septic tank. Sesuai dengan hasil baseline Program Kotaku, bahwa pada tahun 2019 wilayah RT. 04 RW. 02 Kelurahan Mojosongo terdapat permasalahan sanitasi. Oleh karena itu melalui LKM “Bakti Sejahtera” Kel. Mojosongo, dianggarkan dana dari BPM Kotaku sebesar Rp. 56.100.000; yang akan melaksanakan kegiatan septic tank komunal dan rehab MCK di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan septic tank komunal dan rehab MCK tersebut dilaksanakan oleh masyarakat setempat dalam bentuk wadah KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Petruk yang dipimpin oleh Ari Yulianto. Pembangunan MCK bagi warga sekitar lokasi juga peduli akan penyandang disabilitas, hal ini terbukti dengan pembangunan MCK yang dirancang dan dibangun cukup membantu terutama kaum lansia.

Komponen IPAL Komunal terdiri dari unit pengolah limbah, jaringan perpipaan (bak kontrol & lubang perawatan) dan sambungan rumah tangga. Unit pengolah limbah ada yang terletak jauh dari lokasi warga pengguna IPAL Komunal ada juga yang berlokasi di lokasi pemukiman warga. Dengan adanya pembangunan septic tank komunal dan rehab MCK inilah, pembuangan limbah dari WC warga sekitar sudah tidak lagi langsung masuk ke sungai akan tetapi masuk ke dalam septic tank komunal tersebut.

Masyarakat wilayah lokasi tersebut sudah paham akan dampak dari Segi Kesehatan apabila rutinitas warga yang dulu sering membuang limbah manusia ke sungai, bahwa bila limbah tersebut dibuang langsung ke sungai maka air sungai yang mengandung bakteri akan menyebar lebih luas lagi. Limbah cucian atau limbah industri yang dibuang begitu saja dapat menjadi sarang nyamuk DB, lalat dan lainnya. Dari segi lingkungan pun juga ada bila masyarakat masih membuang limbah langsung ke sungai, Jenis limbah tertentu, seperti limbah cuci mengandung bahan kimia deterjen yang dapat mempengaruhi keasaman/pH tanah. Limbah dengan kandungan bahan kimia yang dibuang ke sungai dapat mematikan tumbuhan dan hewan tertentu di sungai. Dalam jangka waktu panjang dapat merusak ekologi sungai secara keseluruhan.[Jateng]


Penulis: Bambang Kunto Wibisono dan Fitriana Nurjanah, Tim Faskel 2 Kota Surakarta
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor : Epn

0 Komentar