Beranda Warta Cerita Kelurahan Batu Layang dan Potensi Ikon Segitiga

Kelurahan Batu Layang dan Potensi Ikon Segitiga

Cerita Kalimantan Barat Pontianak Jalan Infrastruktur Comments (0) View (115)

Batu Layang adalah sebuah nama kelurahan di wilayah Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Jumlah penduduk paling sedikit yaitu di Kelurahan Batu Layang yaitu 20.743 atau sebesar 16,83% dari total jumlah penduduk di Kecamatan (Langkau Betang, Vol. 4, No. 2, Tahun 2017) Luas 6.45, (km2), Kepadatan (Jiwa/km2) 3.216, jumlah RW 20, dan RT 90 dan KK. 4.995. kelurahan ini sangat antik karena memiliki nilai kesejarahan terlebih tugu khatulistiwa masuk dalam teritorial Kelurahan Batu Layang belum lagi potensi sejarah lainnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kawasan ini memang memiliki para penenun tradisional yang keberadaan mereka harus dilakukan pembinaan tidak dibiarkan berjalan masing-masing karena bagaimanapun ini sebuah potensi yang harus diorganisir dengan baik sehingga menjadi sebuah kekuatan yang dapat mendongkrak roda perekonomian warga sekitar terlebih lokasinya berada di Kota Pontianak, tepatnya di Gang Sambas Jaya Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, secara geografis berada pada posisi yang strategis karena berada diantara Tugu Khatulistiwa dan makam kesultanan di Batu Layang sehingga sangat layak jika keberadaannya dipublikasikan sebagai wisata sejarah.

Karena potensi strategis yang unik dan bernilai sejarah inilah maka 16 Desember 2018, Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meresmikan wilayah ini sebagai Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa. Kegiatan peluncuran kawasan kampung tenun ini dilakukan dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan kawasan kampung wisata ini dengan produk unggulan kain songket dan kain corak insang kepada seluruh masyarakat, sehingga diharapkan nantinya menarik wisatawan untuk berkunjung sekaligus belajar mengenai tata cara menenun secara manual dengan begitu kawasan kampung tenun ini akan menjadi ikon Kota Pontianak yang terkenal dengan ikon segitiga wisata yang sangat menarik para pengunjung ; ada Tugu Khatulistiwa, Makam Kesultanan dan Kampung Tenun Wisata Khatulistiwa suatu kawasan potensi yang layak dijadikan sebagai objek wisata domestik dan internasional.

Ada beberapa potensi di kawasan Batu Layang ini yang memerlukan sentuhan pemberdayaan serius dari orang-orang yang peduli atau lembaga untuk memoles sumber daya manusianya karena sayang jika dibiarkan terlebih kampung ini memiliki 17 rumah khas penenun tradisional, ada 52 alat tenun dan tenaga ahli tenun sebanyak 40 orang sayang kalau potensi ini tidak dirawat dengan baik dan dikembangkan aspek produksi dan pemasarannya sehingga otomatis dapat memberikan peningkatan kesejahteraan hidup warganya.

Potensi lain yang tidak kalah adalah ada beberapa kegiatan usaha yang dilakukan oleh para ibu-ibu, diantaranya kerajinan manik-manik, kue ulang tahun, dan masih banyak lagi usaha lainnya. “Semua itu dilakukan oleh para ibu-ibu yang bertujuan membantu perekonomian keluarga hanya saja potensi yang dimiliki warga masyarakat ini tidak ditopang oleh kualitas infrastruktur yang ada seperti tempat produksi sempit dan terbatas, jalan menuju kawasan sudah rusak juga terlalu kecil untuk dilewati kendaraan roda empat dan ini sangat menggangu kelancaran untuk memasarkan hasil produksi, oleh karena itu mereka sangat antusias ketika Program Kotaku hadir melakukan FDG bersama masyarakat mengidentifikasi produk unggulan dan dominan yang sangat potensial dikembangkan alhasil pilihan prioritas adalah produk tenun yang layak untuk dikembangkan namun masih terdapat beberapa hambatan yang memerlukan tindakan segera adalah sebagaimana yang disampaikan Ibu Pur sebagai ketua KSM kesulitan kami selama ini adalah soal tempat yang terlalu sempit terlebih ketika ada kunjungan atau studi banding sering dibuat kelabakan mencari tempat yang representatif untuk menerima tamu dan sekaligus tempat memberikan pembelajaran bagi pengunjung yang akan mendalami pengrajin tenun di wilayah ini tidak hanya dari lokal tetapi juga ada dari negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand dan kesulitan kami adalah persoalan lahan parkir, tempat yang terbatas, dan infrastruktur lainnya yang mendukung terhadap pengembangan produksi kain tenun dan karena ini sudah menjadi ikon Kota Pontianak maka kewajiban pemkot sebagai nakhoda adalah memfasilitasi kebutuhan yang dapat menunjang perekonomian masyarakat.

Untuk penunjang hasil produksi tenun warga masyarakat sekitar maka program kotaku melalui BPM TA 2020 membangun rumah produksi di jalan khatulistiwa Gg. Sambas Jaya RT003-RW-15 yang lokasi ini akan dibeli oleh Pemkot Kota Pontianak dengan panjang 112 m2, dan perbaikan Jalan Beton yang beralamat di jalan Khatulistiwa Gg. Sambas Jaya RT004-RW015 dengan panjang 229 m dan jalan ini dapat mempermudah arus masuk dan keluarnya hasil produksi tenun.

Semoga dengan dibangunnya infrastruktur jalan dan rumah produksi dapat meningkatkan hasil poroduksi para pengrajin tenun dan sekaligus memperluas akses pemasaran sehingga perputaran produksinya cepat keuntungan masyarakat yang didapatpun akan berlipat dan semakin memiliki daya pikat para pengunjung untuk mengisi masa liburan keluarga ke kawasan tenun khatulistiwa karena keuntungan yang didapat tidak sekedar hiburan tetapi juga syarat dengan muatan edukasi sejarah.[Kalbar]


Penulis: Inayatullah, Tenaga Ahli Komunikasi OC-7
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.