Beranda Warta Berita Program PKT Buka Lapangan Kerja Warga NTB

Program PKT Buka Lapangan Kerja Warga NTB

Berita Nusa Tenggara Barat Mataram Padat Karya Comments (0) View (345)
 

Genderang dimulainya pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah ditabuh, ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi NTB dengan 32 BKM penerima dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) yang dilaksanakan dengan media Zoom Meeting difasilitasi oleh OSP-5 Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provini NTB Aprialely Nirmala berharap agar proses pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur bisa dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, berkoordinasi aktif dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 baik di tingkat Kota/Kabupaten maupun di tingkat Kelurahan. Di samping itu, beliau juga mengingatkan agar pekerja yang dilibatkan dalam proyek Kotaku agar memprioritaskan tenaga kerja lokal yang berada di lingkungan atau kelurahan lokasi kegiatan BPM dengan menerapkan pola kerja padat karya.

Tak lupa Team Leader OSP-5 NTB Nurhadi juga mengingatkan agar setiap pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk memberikan keamanan dan keselamatan saat bekerja disamping tetap menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, melakukan pengukuran suhu badan pekerja setiap hari dan tindakan pencegahan kecelakaan kerja.

Berbicara padat karya tentunya tidak terlepas dari Instruksi Presiden Joko Widodo terkait percepatan Program Padat Karya Tunai (PKT) untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 . Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19, dimana selama pandemi begitu banyak para pekerja yang di PHK, kehilangan usaha bahkan tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Termasuk juga di Provinsi NTB yang secara nasional NTB menjadi Provinsi dengan terdampak penularan virus Covid-19 terbesar nomor 14 diantara Provinsi lainnya. Kondisi inilah yang secara nyata sangat berdampak terhadap perekonomian masayarakat secara keseluruhan dan tingkat pendapatan warga yang jeblok, maka dengan terlaksananya kegiatan pembangunan infrastruktur Kotaku dengan pola padat karya diharapkan dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut.

Lokasi BPM Pasca Bencana tahun ini di Provinsi NTB tersebar di 32 kelurahan pada 5 Kota/Kabupaten, yaitu Kota Mataram 7 Kelurahan, Kabupaten Lombok Barat 4 Kelurahan, Kabupaten Lombok Tengah 3 Kelurahan, Kabupaten Lombok Timur 15 Kelurahan dan 3 kelurahan di Kabupaten Sumbawa. Ditambah lagi 2 Kelurahan lokasi BPM Reguler, yaitu 1 Kelurahan di Kabupaten Lombok Timur dan 1 Kelurahan di Kota Bima.

Dengan telah dimulainya pelaksanaan pembangunan infrastruktur di seluruh lokasi BPM yang tersebar di Provinsi NTB, setidaknya mampu menyerap sedikitnya 1.700 orang tenaga kerja dengan rincian 40-50 orang per Kelurahan lokasi BPM. Seiring dengan hal tersebut, dan menindaklanjuti apa yang pernah disampaikan oleh Team Leader OSP-5 Provinsi NTB Nurhadi, bahwa setiap pekerja harus terjamin keamanan dan keselamatan kerjanya. Maka setiap lokasi BPM harus menerapan Sistem Manajemen Kemanan dan Keselamatan Kerja (SMK-3) dengan menyiapkan APD bagi seluruh pekerja dan memberikan jaminan dalam bentuk asuransi ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kepada pekerja. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan APD oleh pekerja berupa helm pengaman, baju rompi, sarung tangan, hingga dan sepatu kerja. Disamping itu pada saat bekerja pun pekerja diwajibkan menggunakan masker, sebelum dan sesudah bekerja diukur suhu badannya menggunakan thermogun, menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun di lokasi proyek serta tetap menjaga jarak antar pekerja (tidak bergerombol) dan memberlakukan shift jika diperlukan, kesemuanya itu dilakukan sebagai upaya penanganan dampak lingkungan maupun dampak sosial selama proyek berlangsung.

Di beberapa lokasi strategis dipampangkan spanduk yang isinya menyampaikan pesan tentang pentingnya penerapan SMK-3, spanduk pencegahan penularan Covid-19 dan rambu-rambu peringatan juga dipasang disetiap tempat dimana terdapat penumpukan material maupun rambu peringatan adanya pekerjaan proyek untuk mengingatkan warga agar berhati-hati ketika melintasi lokasi pekerjaan. Kebijakan ini tentunya selaras dengan apa yang menjadi arahan tim gugus tugas penanganan Covid-19 dan pesan yang disampaikan Menteri PUPR melalui Intstruksi Menteri Nomor 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Setelah hampir 5 bulan pelaksanaan kegiatan Padat Karya Program Kotaku di Provinsi NTB, hasil kerja BKM bersama KSM nya telah mulai menunjukkan hasil yang patut dibanggakan. Jika dilihat dari data SIM Kotaku, progres fisik BPM di Provinsi NTB hingga hari ini (data diambil per 2 September 2020) sebesar 61,82% dengan progres pemanfaatan dana sebesar 52,77%. Di beberapa Kelurahan lokasi BPM telah signifikan menunjukkan progres fisik yang berkualitas dan telah mulai menunjukkan perubahan wajah kawasan. Salah satu Kelurahan yang patut menjadi best practice penangan kumuh di Provinsi NTB adalah Kelurahan Dasan Cermen yang berada di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Dengan luasan kumuh berdasarkan SK Walikota Mataram Tahun 2015 seluas 10,65 Ha, setelah melalui simulasi pengurangan kumuh yang bersumber dari dana Kotaku maupun kolaborasi, hingga tahun 2020, capaian pengurangan kumuh telah mencapai 8,45 Ha, dan diharapkan pada akhir tahun 2020 nanti sisa luasan kumuh adalah 2,20 Ha. Bahwa pencapaian tersebut adalah merupakan bentuk apresiasi dan dukungan Pemda Kota Mataram terhadap pelaksanaan Program Kotaku dalam menuntaskan kumuh di kawasan Dasan Cermen.

Berbagai kegiatan penanganan kumuh di Kelurahan ini telah menunjukkan perubahan kualitas lingkungan permukiman warga seperti perbaikan saluran drainase, peningkatan kualitas jalan lingkungan dengan pemasangan paving blok, penanganan limbah, penyediaan akses MCK keluarga sehingga perubahan wajah kawasan dapat dilihat dan dirasakan hasilnya oleh masyarakat di kelurahan tersebut.

Berkat kerja keras dan sinergitas Pemerintah Kelurahan Dasan Cermen dengan BKM Sejahtera Kelurahan Dasan Cermen dan KSM serta dukungan dukungan masyarakatnya yang setia mengawal jalannya pelaksanaan kegiatan, salah satunya dengan memberikan bantuan swadaya seperti konsumsi para pekerja, maka mimpi masyarakatnya yang untuk mewujudkan Dasan Cermen menjadi Kelurahan yang asri dan berkelanjutan telah mewujud menjadi kenyataan. Masyarakat sekitar telah merasakan dampak atas terlaksananya Padat Karya Tunai dengan membuka lapangan kerja bagi warga di sekitar lokasi kegiatan.

Harapan dan tantangan bagi warga di lokasi penerima BPM 2020 adalah bagaimana memaksimalkan peran dan fungsi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP). Maka, untuk menjawab tantangan tersebut sejak awal warga telah diedukasi agar sarana dan prasarana yang dibangun dapat berkualitas, dimanfaatkan dan dipelihara oleh warga setempat khususnya penerima manfaat langsung. Waktu yang tersisa yaitu kurang lebih 6 minggu lagi setelah berakhirnya kontrak pelaksanaan fisik BPM antara BKM dengan PPK, adalah cukup bagi BKM untuk memberikan penguatan kepada KPP yang telah dibentuk agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya semaksimal mungkin. Semoga.[NTB]


Penulis: Rizal Noviandi, Askot Safeguard Korkot 1 Mataram dan Muh. Darwis, Sub-Prof CHU OSO-05
Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.