Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM PIM: Waspadai Janji Manis Pemenang Tender Pengadaan

PIM: Waspadai Janji Manis Pemenang Tender Pengadaan

Lesson Learned Jawa Timur KSM PIM Comments (0) View (318)

Proses pengadaan/lelang terbatas menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan program KOTAKU khususnya demi tercapainya transparansi dan akuntabilitas bagi seluruh masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan infrastruktur skala lingkungan, sesuai dengan POS pengadaan barang dan jasa berbasis masyarakat program Kotaku 2020 ver 2. 3b. disamping itu juga guna mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, kualitas infrastruktur, efisiensi biaya dan ketepataan waktu dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur maka masyarakat (KSM) diperkenankan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga yang lebih mampu menyediakan bahan/alat, tenaga ahli/terampil dan jasa pelaksana konstruksi;

Pengadaan yang dimaksudkan disini adalah pembelian bahan atau pembelian/sewa peralatan atau pengadaan jasa atau ketiganya yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang dikelola masyarakat dengan cara menciptakan persaingan yang sehat diantara penyedia barang/jasa yang setara dan memenuhi syarat, berdasarkan metode dan tata cara tertentu yang telah ditetapkan dan diikuti oleh pihak-pihak yang terkait secara taat azas sehingga terpilih penyedia terbaik.

Namun dalam pelaksanaanya dilapang tentu tidak semudah apa yang menjadi harapan dalam POS pengadaan barang dan jasa juga cita-cita program, ada hal lain yang terkadang diluar kendali para pelaku di lapang sekalipun sudah dibuat kesepakatan dalam bentuk SPKP setelah dilakukan proses tersebut dan ditemukan pemenangnya, apa yang ada dalam SPKP seringkali dengan mudahnya tidak dipenuhi oleh pihak pemenang pengadaan, dan inilah yang dialami oleh pelaku di lapangan, mulai dari KSM, BKM, Perangkat Desa sampai dengan jajaran Konsultan seperti Tim Faskel dan Tim Korkot, sehingga harus diambil langkah-langkah tegas untuk mengatasinya agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

Pada proses pengadaan barang dan jasa di Desa Sruni dimenangkan oleh PT. Beton Citra Abadi (BCA) sesuai penandatanganan SPKP pada tanggal 30 Juni 2020 dan pengiriman pertama akan dilakukan pada tanggal 7 Juli 2020 dan pada saat material pertama terkirim ditemukan beberapa material yang secara kasat mata tidak baik. Saat mendapatkan temuan ini maka KSM melaporkan pada LKM dan Tim Faskel melaporkan kepada tim korkot, atas dasar kecurigaan tersebut dan Demi menjaga kwalitas pekerjaan maka dilaksanakan test lab kekuatan material di Borland Surabaya. Dalam kegiatan ini diikuti oleh pihak supplier, KSM dan Tim Faskel. Hasil uji lab menyatakan bahwa material paving abu-abu ketebalan 6cm tidak sesuai dengan spesifikasi. Pihak supplier menyatakan bahwa saat itu paving abu-abu 6 cm belum cukup umur, sehingga meminta dilakukan tes kembali 10 hari kemudian, setelah ditunggu selama 10 hari ternyata Paving tersebut memang tidak sesuai spek seperti yang ada dalam SPKP, sehingga kami juga melakukan monitoring lapang kembali Dalam kegiatan ini diikuti oleh LKM, KSM dan Tim Faskel. Kami menemukan bahwa di lapang banyak material yang memiliki ketebalan berbeda sehingga menyulitkan pemasangan. Hal ini tidak sesuai dengan surat order (dokumen terakhir yang ditandatangani pihak KSM dan supplier) Menindak lanjuti temuan di lapang dan hasil koordinasi terhadap kualitas material dan ketebalan material yang berbeda-beda, maka KSM mengirimkan surat teguran kepada pihak supplier, agar supplier menarik kembali barang yang sudah dikirim dan kedepannya barang yang dikirim harus lebih baik dan sesuai SPKP.

Pada pengiriman berikutnya juga masih terjadi lagi hal yang sama dan berulang seperti pada pengiriman pertama, hal inilah membuat semua pelaku merasa dikecewakan oleh supplier yang notabene sebagai pemenang dalam Pengadaan Barang dan Jasa tersebut sehingga para pelaku mulai jajaran KSM, BKM, Tim Faskel dan Tim Korkot dan juga saran dari OSP memandang perlu untuk memberi peringatan kepada pihak supplier agar memenuhi kesepakatan dalam SPKP, sehingga akhirnya KSM selaku pihak pertama dalam pengadaan tersebut memberikan surat teguran kepada supplier karena ini sudah kejadian yang kedua kalinya dan apabila diulang kembali maka kerjasama tersebut akan dibatalkan oleh pihak pertama, dan pihak kedua harus memenuhi kewajiban sebagaimana yang tertuang dalam surat perjanjian kontrak pengadaan.

Uji Lab Paving yang kedua telaksana di Borland Surabaya, diikuti oleh pihak supplier, KSM, dan tim faskel meliputi 2 jenis tes, tes paving abu-abu 6 cm dan paving merah 6cm. Hasilnya paving merah terpenuhi spesifikasinya sedangkan paving abu abu tetap tidak sesuai spesifikasi, maka pihak BCA bersedia melakukan retur.

Setelah dilakukan retur terhadap paving 6 cm, maka dilaksanakan test kembali untuk paving abu abu 6 cm, test dilaksanakan di lab Borland Surabaya, diikuti oleh pihak suplyer, KSM dan Tim Faskel dan hasilnya dinyatakan sesuai spesifikasi.

Demi kehati-hatian dan karena proses retur di lapang belum tuntas terselesaikan (sesuai janji pihak supplier yang akan segera menyelesaikan retur) dan masih terdapat material rusak serta material berbeda ketebalan (perbedaan ketebalan lebih dari 2 mm) yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat maka pihak KSM mengirimkan surat teguran kepada pihak suplyer agar menepati janjinya. Surat ini juga sekaligus mengingatkan pihak supplier agar pengiriman material untuk ketebalan 8 cm dalam kondisi sesuai spesifikasi. Surat dilengkapi dengan perhitungan material yang belum diretur dan foto material.

Selanjutnya dilakukan pengiriman material ukuran 8 cm untuk RT 15 dan RT 16 pada hari sebelumnya, maka pada tgl 8 agustus KSM bersama tim faskel melihat bersama kualitas material yang dikirimkan oleh supplier, dalam monitoring ini ditemukan banyak topi uskup 8cm dalam kondisi rusak dan tidak sesuai spek, maka KSM mengeluarkan surat peringatan yang ketiga kepada supplier dan kembali dilakukan uji lab, Pelaksanaan uji lab keempat dilakukan terhadap 3 jenis material. Yaitu paving abu abu 8 cm, paving merah 8 cm dan topi uskup 8 cm. Hasilnya untuk topi uskup dinyatakan tidak sesuai spesifikasi. Maka pihak BCA bersedia meretur topi uskup 8cm pada tanggal 15 Agustus 2020 Pada uji lab ini yang diuji adalah topi uskup hasil retur dan hasil lab pada hari itu dinyatakan tidak masuk spesifikasi tetapi pihak supplier melakukan protes terhadap hasil perhitungan. Sehingga pihak lab pada tanggal 18 Agustus 2020 menghubungi tim faskel dan menyatakan bahwa hasil lab ada perubahan sehingga dinyatakan masuk sesuai spesifikasi. Kemudian kembali dilakukan Tes di ITS Pada tanggal 24 Agustus 2020 untuk material kanstin, hasil dari pengukuran baru bisa diambil pada tanggal 28 Agustus 2020. dan hasilnya dinyatakan tidak masuk spesifikasi.

Atas kejadian yang berulang tersebut terus terang sangat mengganggu proses pelaksanaan kegiatan pekerjaan fisik dilapangan, sehingga dilakukanlah pertemuan menyeluruh KSM, BKM, Tim Faskel, Tim Korkot dan pihak suplyer untuk mencari solusi terbaik dan KSM menyampaikan bahwa efek dari permasalahan kwalitas material menyebabkan keresahan di masyarakat, dan berimbas pada kegiatan padat karya serta progress pekerjaan semuanya menjadi tersendat. Namun disisi lain, pekerjaan sudah berjalan begitu jauh, untuk memutus kerjasama juga tidak mudah karena harus melalui proses panjang, dan pasti akan berimbas pada progres pekerjaan lapang, sehingga dengan demikian proses ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, bahwa penentuan pemenang harus juga melihat track record dari sebuah perusahaan, bukan hanya sebatas dokumen yang diajukan dan contoh beberapa barang yang menjadi contoh, karena itu bisa menipu, dan banyak pihak yang merasa diberi janji manis dengan lembaran kertas berupa dokumen lelang dan beberapa contoh barang. Permasalahan ini tentu belum tuntas 100 % karena proses pekerjaan masih terus berjalan.[Jatim]


Penulis: Tim CHU Jatim
Program Kotaku Provinsi Jawa Timur

0 Komentar

Yang terkait