Beranda Warta Berita Pemprov NTB Apresiasi Padat Karya Era Pandemi

Pemprov NTB Apresiasi Padat Karya Era Pandemi

Berita NTB Kolaborasi Padat Karya Covid-19 Comments (0) View (256)

Genderang dimulainya pelaksanaan Program Padat Karya Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Provinsi NTB telah ditabuh, ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) antara PPK Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi NTB dengan 32 BKM penerima dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) melalui Zoom Meeting yang difasilitasi oleh OSP-5 Provinsi NTB pada Kamis, 23 April 2020, lima bulan lalu.

Dalam sambutannya, Kepala Satuan Kerja Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provini NTB Aprialely Nirmala berharap agar proses pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur bisa dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, berkoordinasi aktif dengan tim gugus tugas penanganan Covid-19 baik di tingkat Kota/Kabupaten maupun di tingkat Kelurahan. Di samping itu, ia juga mengingatkan agar pekerja yang dilibatkan memprioritaskan tenaga kerja lokal yang berada di lingkungan atau kelurahan lokasi kegiatan BPM dengan menerapkan pola kerja padat karya.

Senada dengan itu, Team Leader OSP-5 NTB Nurhadi, juga menekankan untuk mempekerjakan masayarakat setempat sebagai bentuk dukungan Kotaku dalam membuka lapangan kerja bagi mereka. Pun demikian, dirinya mengingatkan agar setiap pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk memberikan keamanan dan keselamatan saat bekerja disamping tetap menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, melakukan pengukuran suhu badan pekerja setiap hari dan tindakan pencegahan kecelakaan kerja.

Oleh karenanya, Program Padat Karya seolah hembusan angin segar di tengah pancaroba pandemi yang tak berkesudahan ini. Instruksi Presiden (Inpres) Joko Widodo terkait percepatan Program Padat Karya Tunai (PKT) pun menjadi semacam oase di tengah terik padang pasir PHK (pemutusan hubungan kerja) akibat gejolak Corona. Inpres tersebut menjadi payung hukum yang bertujuan menjaga stabilitas sosial, mempertahankan daya beli masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dewasa ini. Upaya serius pemerintah menjadi salah satu pemantik bagi Kotaku untuk terus membangun kolaborasi dan kontribusi secara berkesinambungan dalam membuka lapangan kerja baru dan membantu meringankan beban ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Kondisi di atas juga menimpa masyarakat di Provinsi NTB. Sebagai salah satu Provinsi dengan kasus penularan virus Covid-19 terbesar, NTB pun mengalami dilema yang tak kurang seriusnya. Kondisi inilah yang secara nyata sangat berdampak terhadap perekonomian secara keseluruhan dan tingkat pendapatan warga, sehingga terlaksananya kegiatan pembangunan infrastruktur Kotaku dengan pola padat karya menjadi jawaban atas permasalahan tersebut.

Adapun lokasi pelaksanaan BPM pascabencana Provinsi NTB, di tahun 2020 ini, tersebar pada 32 Kelurahan di 5 Kota/Kabupaten. Di antaranya, di Kota Mataram sebanyak tujuh (7) Kelurahan, Kabupaten Lombok Barat ada empat (4) Kelurahan, tiga (3) Kelurahan di Kabupaten Lombok Tengah, 15 Kelurahan di Kabupaten Lombok Timur dan hanya tiga (3) kelurahan di Kabupaten Sumbawa. Ditambah lagi 2 Kelurahan lokasi BPM Reguler, yaitu masing-masing satu (1) Kelurahan di Kabupaten Lotim dan Kota Bima.

Dengan telah dimulainya pelaksanaan pembangunan infrastruktur di seluruh lokasi BPM yang tersebar di Provinsi NTB, setidaknya mampu menyerap sedikitnya 1.700 orang tenaga kerja dengan rincian 40-50 orang per Kelurahan lokasi BPM.

Selaras dengan apa yang menjadi arahan tim gugus tugas penanganan Covid-19 dan pesan yang disampaikan Menteri PUPR melalui Intstruksi Menteri Nomor 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, setiap lokasi BPM sejauh ini telah menerapan Sistem Manajemen Kemanan dan Keselamatan Kerja (SMK-3) dengan menyiapkan APD bagi seluruh pekerja dan memberikan jaminan dalam bentuk asuransi ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kepada pekerja.

Setelah hampir 5 bulan pelaksanaan kegiatan Padat Karya, hasil kerja BKM bersama KSM telah mulai menunjukkan hasil yang patut dibanggakan. Jika dilihat dari data SIM Kotaku, progres fisik BPM di Provinsi NTB hingga hari ini (data diambil per 2 September 2020) sebesar 61,82% dengan progres pemanfaatan dana sebesar 52,77%. Di beberapa Kelurahan lokasi BPM telah signifikan menunjukkan progres fisik yang berkualitas dan telah mulai menunjukkan perubahan wajah lingkungan.

Salah satu Kelurahan yang patut menjadi best practice penangan kumuh di Provinsi NTB adalah Kelurahan Dasan Cermen yang berada di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Dengan luasan kumuh berdasarkan SK Walikota Mataram 2015 seluas 10,65 Ha, setelah melalui simulasi pengurangan kumuh yang bersumber dari dana Kotaku maupun kolaborasi, telah mengurangi kumuh hingga 8,45 Ha. Sehingga, di akhir 2020 nanti akan menyisakan luasan kumuh 2,20 Ha. Hal ini tidak terlepas juga dari dukungan Pemda Kota Mataram dalam menuntaskan kumuh di kelurahan tersebut.

Mimpi masyarakat yang ingin mewujudkan Dasan Cermen menjadi Kelurahan yang asri dan berkelanjutan telah mulai nampak hasilnya. Berbagai kegiatan penanganan kumuh di Kelurahan ini telah menunjukkan perubahan kualitas lingkungan permukiman warga. Perbaikan saluran drainase, peningkatan kualitas jalan lingkungan, penanganan limbah, penyediaan akses MCK keluarga hingga perubahan wajah kawasan dapat dilihat dan dirasakan hasilnya oleh masyarakat.

Tentu saja, salah satu harapan yang sekaligus menjadi tantangan bagi warga di lokasi adalah bagaimana memaksimalkan peran dan fungsi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP). Sisa waktu kurang lebih enam minggu lagi setelah berakhirnya kontrak pelaksanaan fisik BPM antara BKM dengan PPK, maka BKM masih memiliki waktu yang cukup untuk memberikan penguatan kepada KPP yang telah dibentuk agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya semaksimal mungkin dalam mengedukasi agar sarana dan prasarana yang dibangun dapat berkualitas, dimanfaatkan dan dipelihara oleh warga setempat khususnya penerima manfaat langsung.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah pun mengapresiasi Program Penanganan Kumuh Kotaku di Provinsi NTB. Dalam silaturrahmi dan audiensi Tim OSP 5 Kotaku Provinsi NTB pada Selasa (11/08/20) yang lalu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya atas apa yang dilakukan Kotaku di Kabupaten/Kota di NTB, yang telah banyak membantu pemerintah setempat yang, di satu sisi, membuka lapangan kerja bagi masyarakat NTB yang terdampak Pandemi, dan membantu dalam mengejawantahkan kota/kabupaten yang asri dan bebas kumuh.

Bang Zul meyakini, kehadiran Kotaku yang beranggotakan tim dengan berbagai latar belakang keahlian ini akan menjadi salah satu pemicu yang nantinya mampu menghidupkan kota dan hunian yang betul-betul hidup, bukan hanya fisik infrastruktur semata, tapi juga mampu mengubah prilaku masyarakat untuk berprilaku hidup bersih, sehat baik jiwa maupun raganya.

"Jadi kami dari Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi pada program pemerintah ini tentang Kotaku, di mana Kabupaten/Kota kami di Provinsi ini dimaknai untuk hilangnya kekumuhan dalam kehidupan keseharian kita. Alhamdulillah Program Kotaku ini sudah berjalan di hampir semua Kabupaten/Kota dan hasilnya juga sangat bagus. Dan kami berharap, seperti yang sering disampaikan bahwa untuk melakukan program ini bukan hanya secara fisik," jelas Bang Zul di Kantor Gubernur beberapa waktu lalu.

Atas kontribusi dan keterlibatan Kotaku dalam menciptakan keasrian lingkungan di Provinsi NTB melalui infrastrukturisasi, Gubernur menyatakan rasa syukurnya. Karna Kotaku, menurutnya, secara tidak langsung telah memberi sumbangsih besar terhadap visi utama NTB Gemilang Pemprov NTB, khususnya yang terkait dengan tiga program unggulan “NTB Zero Waste” (NTB Bebas Sampah), “NTB Asri dan Lestari”, dan “NTB Sejahtera dan Mandiri.”

"Sekali lagi, kami atas nama Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat mengucapkan banyak terima kasih, mudah-mudahan semangat untuk menghilangkan kekumuhan dari keseharian kita ini menjadi niscaya. Sekali lagi terima kasih", tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim (Perumahan dan Permukiman) Provinsi NTB Azhar, bersama rombongan melakukan rangkaian monitoring langsung di dua lokasi kegiatan BPM Program Kotaku, di Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah dan Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Rangkaian monitoring Kadis Perkim tersebut untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program penanganan kumuh yang sedang, sudah dan akan dilakukan oleh Kotaku NTB pada 2020 ini.

Dalam kesempatan itu, Kadis Azhar, menyampaikan bahwa kemungkinan rencana kolaborasi penanganan kumuh sangat dimungkinkan. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan program perbaikan jalan lingkungan yang terus digenjot Dinas Perkim sejauh ini. Pun demikian, imbuhnya, program penanganan kumuh Kotaku berkait kelindan dengan visi NTB Zero Waste alias NTB Bebas Sampah yang menjadi salah satu program unggulan Pemprov NTB yang dikomandoi oleh Gubernur-Wakil Gubernur.

Seperti halnya Bang Zul, Kadis Azhar mengapresiasi hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan Kotaku dan berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga dan merawat lingkungan dan permukimannya dari kekumuhanan. Kunjungan Kadis Azhar di Kelurahan Semayan dan Kelurahan Dasan Cermen, didampngi oleh Tim BPPW Provinsi NTB, Kadis Perkim Kota Mataram, Tim Kotaku Provinsi NTB, Tim Kotaku Lombok Tengah dan Mataram, dan rombongan.[NTB]


Penulis: Rizal Nopiandi, Askot Safeguard Tim Korkot Cluster 1 Kota Mataram dan Astar Hadi, Sub Tenaga Ahli Komunikasi Kotaku OSP5
Program Kotaku Provinsi NTB

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.