Beranda Warta Cerita Sumur Bor Fatubenao Bangkitkan Ekonomi Warga

Sumur Bor Fatubenao Bangkitkan Ekonomi Warga

Cerita NTT Belu Sumur Comments (0) View (322)

Air bersih merupakan bagian paling penting bagi kehidupan manusia untuk bertahan hidup. Akses air bersih yang layak merupakan hak dasar setiap orang dalam memenuhi standar hidup yang manusiawi. Berangkat dari persoalan ini sebagai salah satu indikator kumuh, pada tahun 2019 melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat membangun sumur bor di RT 10 RW 003 dan sumur gali di RT 09 RW 003, Kecamatan Kota Atambua, Kelurahan Fatubenao. Masyarakat di dua wilayah ini merupakan warga Timor Leste yang tinggal di Kelurahan Fatubenao sejak terjadinya kerusuhan di wilayah Timor Leste. Dimana semenjak mereka tinggal di wilayah tersebut kehidupan mereka dilanda berbagai kekurangan termasuk akses air bersih yang layak.

Dengan adanya pembangunan sumur bor dan sumur gali tersebut di wilayah ini, maka kehidupan masyarakat mulai berubah, dulunya wilayah pemukiman ini tandus dan gersang kini mulai menghijau dengan tanaman-tanaman hortikultura maupun bunga-bunga yang menghiasi depan rumah warga. Sebelum sarana sumur bor dibangun, bertahun-tahun warga terpaksa berjalan kaki hingga 2 kilometer untuk mendapatkan air dari aliran sungai yang dekat dengan pemukiman warga. Wargapun harus rela turun dan naik bukit untuk menimba air namun tetap semangat demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pembangunan Sumur bor yang melayani 55 KK dan sumur gali untuk 55 KK, kini memulihkan kehidupan warga secara menyeluruh baik dari kualitas hidup yang baik dari PHBS yang tepat, sanitasi yang baik juga ekonomi warga. Warga mulai menanam beragam sayuran antara lain kangkung, kol, sawi, terung, tomat, cabe dan buah-buahan seperti pepaya, hasil panenanpun juga mulai dipasarkan di pasar tradisional, di jual kepada warga sekitar dan juga konsumsi sendiri.

Dalam upaya pemeliharaan prasarana yang dibangun, partisipasi warga melalui Kelompok pemelihara dan Pemanfaat ( KPP ) Sorosikun ini di wilyah RT 30 juga diaktifkan, wargapun cukup aktif membayar iuran sebesar Rp 5000 setiap bulannya dan menjadwalkan setiap jumat sebagai hari kerjabakti bersama untuk pembersihan di sekitar lokasi infrastruktur.[NTT]


Penulis: Yati F. Tabelakh, Faskel Sosial Belu Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.