Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM PIM: Ketika Penataan Program Kotaku Dipertanyakan

PIM: Ketika Penataan Program Kotaku Dipertanyakan

Lesson Learned PIM Sulawesi Selatan Makassar Comments (0) View (262)

Pada 12 Agustus 2020, melalui media aduan online kotaku tersampaikan sebuah keluhan dari warga Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar yang tidak ingin disebutkan namanya dalam aduan ini. Mewakili warga sekitar lokasi pembangunan infrastruktur, pengadu menjelaskan bahwa Jalan yang sebelumnya bisa dilalui kendaraan material, dengan adanya pembangunan drainase, justru dianggap menghilangkan fungsinya sebelumnya. Sebelumnya juga telah masuk melalui media soial Kotaku dan terdaftar dengan nomor registrasi 011873710720 tanggal 27 Juli Tahun 2020 dan telah diselesaikan dengan penjelasan oleh KSM bersama BKM dibantu oleh fasilitator pendamping TIM 01 Makassar.

Aduan ini awalnya berkaitan dengan gambar kerja yang terpasang pada salah satu lokasi pembangunan Drainase yang menurut pengadu terdapat perbedaan antara gambar rencana dan relaisasi pekerjaan. Yang bersangkutan mempertanyakan maksud gambar yang terpampang. Termasuk, mencoba mengklarifikasi pemakaian dinding besi pada drainase, sesuai tampilan gambar.

Pada 29 Juli setelah melalui proses klarifikasi oleh Tim Faskel bersama LKM dan masyarakat pemanfaat, disampaikan jawaban atas aduan tersebut melalui media yang telah disediakan dengan penjelasan mengenai Papan Proyek (Papan Informasi) yang memuat informasi terkait kegiatan infrastruktur yang sedang berlangsung. Papan informasi ini menampilkan nama BKM, Nama KSM pelaksana, Jenis pekerjaan, volume, jumlah anggaran BPM dan Swadaya dan informasi penting lainnya. Seperti desain teknis untuk pekerjaan Ruas P19-P20 dan foto pekerjaan yang ditampilkan adalah ruas P27-P28.

Ruas P27-P28 tidak menggunakan besi pada dinding dengan dinding beton mutu K255 akan tetapi penggunaan besi pada plat. melihat gambar perencanaan memang tidak memakai pembesian sesuai dengan gambar Teknik di atas, dengan alasan ruas jalan tersebut dengan lebar badan jalan 1,5 meter panjang 458 meter hanya dilalui oleh kendaraan bermotor, hasil survey Teknik bersama tim Teknik pemda merekomendasikan untuk konstruksi drainase dengan lebar 50 cm dan tinggi 50 cm tidak memakai tulangan dengan alasan ruas jalan tersebut tidak dilalui kendaraan ber tonase berat dengan catatan konstruksi drainase di perkuat dengan kualitas beton mutu K225 dengan ketebalan beton 7 cm. Penggunaan plat penutup pada ruas drainase P27-P28 diperuntukkan juga untuk jalur hijau dengan meletakkan Pot-Pot Bunga dan hiasan lainnya.

Masih dari tempat yang sama, aduan susulan dimasukkan menanggapi penjelasan teknis yang telah diberikan, pada tanggal 12 Agustus 2020 dengan nomor registrasi 004873710820, nama pengadu tidak diketahui dengan materi aduan sebagai berikut :
Jalan yang 1,5 meter itu cuma diujung lorong, bukan semua jalan lebar segitu yang kami khawatirkan, ketika nanti kami ingin merenovasi rumah kami, otomatis mobil truk pasti masuk memuat material Mobil truk, mobil pengangkut material masuk dalam lorong kami bila kami renovasi rumah, sekarang mobil truk pengangkut material itu takut masuk karna khawatir jalan amblas, tetangga saya banyak yang berharap pekerjaan tersebut tidak usah dikerjakan dari pada pekerjaannya setengah-setengah dan ujung-ujungnya merepotkan kami warga dilorong 1, Semoga tidak amblas bila nanti ada mobil truk pengangkut material masuk lorong, bila mana warga sekitar mau membangun rumah dan semoga tidak ada ganti rugi dari warga bila terjadi amblas.

Menanggapi aduan tersebut, pimpinan kolektif kemuadian menggelar rembuq warga dengan mengundang warga Lurah Tamalanrea Jaya, KPP, KSM dan perwakilan masyarakat yang mungkin merasa terganggu dengan pelaksanaan infrastruktur tersebut. Rembug dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2020 bertempat di kediaman Ketua ORW 01 bpk. Ansyar. Dalam pertemuan tersebut disampaikan beberapa hal sebagai jawaban atas aduan warga perihal kekhawatiran akan kualitas pekerjaan infrastruktur yang dapat mengganggu aktifitas warga kedepannya.

KSM memaparkan bahwa jalan pada ruas P27-P28 memang tidak diperuntukkan untuk kendaraan berat dan kendaraan diatas roda 4 sehingga perencanaannya tidak menggunakan besi, karena jika ada kendaraan roda empat yang masuk pada jalan ruas P27-P28 tidak bisa hingga ujung jalan karena lebar bagian dalam hanya 1,5 meter, jadi jalan ini untuk kendaraan pribadi warga pemanfaat yang bermukim di area tersebut, bukan akses jalan umum untuk kendaraan roda 4 atau lebih. Konstruksi drainase yang menggunakan beton yang telah direncanakan di ruas tersebut dan telah diperhitungkan dan secara teknis mampu menahan beban kendaraan roda 4 (minibus) pribadi milik warga yang bermukim.

Namun demikian, di beberapa titik drainase di ruas tersebut, warga telah berkonstribusi dengan berswadaya, berupa besi untuk pekerjaan jembatan/duecker akses masuk kendaraan masing-masing rumah. Dalam perencanaan, dinding drainase yang menggunakan pembesian adalah Jl. Perintis Kemerdekaan 6 sepanjang 264 meter dari total perencanaan 1208,5 meter, namun diperkuat di kualitas beton dengan spesifikasi minimal K225.

Selama pekerjaan berlangsung mobil pengangkut material cipping dan pasir tetap lalu lalang di jalan tersebut dan belum pernah ada laporan bahwa drainase amblas akibat itu, begitu juga laporan ketua RT001-RW002 Pak Ansyar mengatakan bahwa setiap seminggu sekali mobil pengangkut semen 6 roda masuk mengantar semen ke gudang bahkan parkir di atas plat drainase yang sudah jadi dan tidak ada masalah.

Sebagai bentuk komitmen warga dan KSM, maka hasil dari pertemuan ini dituangkan dalam bentuk surat pernyataan warga dan dibuktikan dengan daftar hadir. Inti dari pernyataan tersebut tersebut adalah warga RT 001 RW 002 menerima dengan baik dan turut serat dalam proses pembangunannya dan menjamin fungsi infrastruktur yang dibangun tidak merubah fungsi jalan seperti dugaan beberapa oknum. Dalam kasus ini, pentingnya keberadaan media aduan bagi warga sehingga membuka ruang semua pihak untuk mendengarkan, memberi masukan, klarifikasi dan hal-hal positif lainnya.[Sulsel]


Penulis: Andi Asriadi Amir, Subprof CHU OSP 09
Program Kotaku Provins Sulawesi Selatan

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait