Beranda Warta Cerita Trio Desa di Humbahas 'Digandeng' Program Kotaku

Trio Desa di Humbahas 'Digandeng' Program Kotaku

Cerita Sumatra Utara Humbang Hasundutan Kolaborasi Comments (0) View (112)

Tiga Desa di Kabupaten Humbang Hasundutan, Desa Bonanionan, Desa Onan Ganjang dan Desa Pakkat Hauagong memperoleh program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Serah-terima secara simbolis diberikan oleh Anggota DPR RI Komisi V Jhoni Allen Marbun, Kepala Balai Cipta Karya Permukiman Wilayah Provsu Syafriel Tansier dan Bupati Humbang Hasundutan yang diwakili Sekretaris Daerah Tonny Sihombing yang dilaksanakan di Aula Hutamas, Perkantoran Tano Tubu, Doloksanggul.

Dalam sambutan tertulis Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE yang dibacakan Sekretaris Daerah Tonny Sihombing menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat dan secara khusus kepada Jhoni Allen Marbun yang memberikan perhatian kepada masyarakat Humbang Hasundutan dan bukan hanya hari ini tetapi sudah beberapa kali mendorong pembangunan ke Humbahas. Sebelumnya masyarakat Humbang Hasundutan mendapat bantuan Bedah Rumah dan hari ini kita kembali mendapat bantuan Program Kotaku dari Kementerian PUPR RI.

Program KOTAKU adalah penanganan kawasan kumuh dalam sektor jalan lingkungan permukiman, air minum, drainase lingkungan dan persampahan. Pada tahun 2020 Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat alokasi dana program Kotaku sebanyak tiga desa, yaitu Desa Bonanionan, Desa Onan Ganjang dan Desa Pakkat Hauagong. Harapan kita, agar program ini ke depan bisa berjalan dengan lancar dan hasilnya bisa maksimal sehingga dapat dirasakan untuk kesejahteraan masyarakat Humbang Hasundutan.

Sementara itu, Kepala Balai Cipta Karya Permukiman Wilayah Provsu, Syafriel Tansier dalam sambutan tertulisnya menjelaskan bahwa program Kotaku baru tahun ini ada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Program Kotaku merupakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Program Kotaku dilaksanakan di 34 Provinsi yang terkenal di 271 Kabupaten/ Kota, pada 11.067 Desa/ Kelurahan berdasarkan Surat Keputusan (SK) kumuh yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing-masing Kabaten/ Kota, permukiman kumuh yang berada di lokasi sasaran program Kotaku seluas 23.656 hektar.

Mengingat sifat pekerjaan dan skala pencapaian, diperlukan kolaborasi beberapa pihak antara pemerintah mulai tingkat pusat, tingkat Kabupaten/ Kota sampai dengan tingkat Kelurahan/ Desa, pihak swasta, masyarakat dan pihak lain yang terkait. Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Komisi V, Drh. Jhoni Allen Marbun, MM mengapresiasi kinerja Bupati Humbang Hasundutan terutama dalam ‘mengetuk’ program bantuan dari pusat.

Diminta saja belum tentu diberikan, apalagi bila tidak diminta. Kalau Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE berulang-ulang mengetuk pemerintah pusat termasuk melalui kami anggota DPR RI Komisi V yang membidangi PUPR. Ada 19 kabupaten/kota sebagai dapil saya, dan semua daerah ini diperjuangkan oleh Anggota DPR RI terpilih dari dapil masing-masing, itu amanah Undang-Undang. Humbang Hasundutan merupakan daerah terbanyak memperoleh bantuan Bedah Rumah sebanyak 2000 unit dan saat ini melalu PUPR ada 3 desa yang memperoleh bantuan program kotaku. Harapan saya, agar semua masyarakat Humbang Hasundutan bergandengan tangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan keberhasilan masyarakat, tidak akan bisa berhasil pemerintahnya kalau masyarakatnya tidak mendukung.

Sebelum acara serah-terima ini, dalam laporannya Juldesky Saragih menyampaikan bahwa telah dilaksanakan pelatihan kepada para tukang untuk mempersiapkan dalam mendukung program kotaku, yang dilaksanakan di Bappeda Kabupaten Humbang Hasundtuan. Para peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan dari pelatihan tukang ada tiga peserta terbaik dan secara simbolis diberikan sertifikat dan hadiah. Peringkat pertama Charles Manalu, peringkat kedua Charles Situmorang dan peringkat ketiga Marudut Lumbanbatu.

Sebagai ucapan terimakasih, masyarakat Humbang Hasundutan memberikan Ulos yang merupakan simbol adat Batak kepada Drh. Jhoni Allen Marbun, MM, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, SE yang diwakili Sekretaris Daerah, Drs. Tonny Sihombing, MIP, Kepala Balai Cipta Karya Permukiman Wilayah Provsu, Syafriel Tansier, Kasatker Prasarana Pemukiman Wil II, Shata Bangun dan PPK Pengembangan Kawasan Pemukiman, Akhiatul Akbar.[Sumut]


Penulis: Nurhalimah Nasution, Askot IC Koorkot Kabupaten Humbang Hasundutan
Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.