Beranda Warta Cerita KPP Netenai Neno, dari Kampung Menata Kota

KPP Netenai Neno, dari Kampung Menata Kota

Cerita Nusa Tenggara Timur Kupang KPP KSM Edukasi Comments (0) View (102)

Dalam sejarahnya, warga pemanfaat Infrastruktur Kotaku di RT 018 RW 007 Kelurahan Belo, Kota Kupang adalah warga pendatang dari pelosok pulau Timor yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan. Mereka bermigrasi untuk mengadu nasib dengan bekerja serawutan di Kota Kupang. Kelurahan Belo menjadi pilihan daerah tempat tinggal merek, dimana daerah ini merupakan lingkar luar Kota Kupang yang dulunya adalah perbukitan dan hutan belantara namun kini berubah menjadi sebuah perkampungan kota yang bersih dan nyaman.

Tahun 2018 menjadi waktu transisi Kelurahan Belo, dimana Program Kota Tanpa Kumuh menata perkampungan ini dengan bantuan berupa jalan beton, motor sampah dan juga sumur bor yang memenuhi kebutuhan hampir 56 kepala keluarga. Tidak saja bantuan fisik tapi juga edukasi pada masyarakat terkait penanganan kumuh yang terus digaungkan pendamping KOTAKU dan dibantu tenaga relawan yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mawar, Melati dan Anggrek dibawah naungan Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara ( KPP ) Belo.

Dalam menjalankan tugas, KPP dan KSM diharapkan dapat berjalan sesuai dengan mekanisme yang sudah ditetapkan oleh Program KOTAKU. Sehingga perlu dilakukan Revitalisasi KPP Kelurahan Belo, dalam rangka pembenahan struktur dan peran serta tugas KPP. Pertemuan akhir pekan kemarin ini berlangsung penuh kekeluargaan dan kekerabatan. Hadir dalam pertemuan itu, Tim Program Kotaku, BKM, KPP dan warga penerima manfaat, dan menghasilkan kesepakatan dengan memberikan nama KPP Netenai Neno yang dalam bahasa dawan yang artinya, berangkat dari kampung yang jauh di Timor datang membangun Kota.

Dalam kesempatan itu, Ketua RT yang juga Ketua KPP terpilih Falenanus Fina mengajak warga yang hadir untuk bersama membangun tanah leluhur bumi Timor ini yang tidak saja memanfaatkan tapi juga memelihara infrastruktur yang dibangun KOTAKU.
Adapun beberapa kesepakatan yang ditetapkan cukup ketat sebagai aturan bersama antara lain pada fasilitas air bersih , dimana pembayaran tepat waktu untuk iuran dan air perkubiknya, jika tidak KPP tak segan-segan untuk memutuskan jaringan air. Sementara terkait sampah akan diangkut rutin setiap tiga kali seminggu, dimana semua pembayaran iuran dan pemanfaatan sarana ini digunakan untuk pembayaran operator dan juga pemeliharaan.

Pada kesempatan yang sama Fasilitator Sosial, Nazzarius Patty juga berharap agar KPP yang sudah di revitalisasi dapat enjadi baik lagi pengelolaannya untuk Kelurahan Belo yang lebih baik, sehat, indah dan juga nyaman. Turut hadir Sub Prof CHU OSP 5 NTT, Abdul Syukur yang menyampaikan struktur KPP yang baru akan dibuat Surat Keputusan dari Lurah Bello dan juga ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai aturan yang harus ada didalam KPP Netenai Neno, dan juga warga penerima manfaat diharapkan bisa bersama sama menjaga, merawat dan memelihara infrastruktur yang sudah dibangun kotaku.[NTT]


Penulis: Abdul Syukur, Sub Prof. CHU OSP 5 NTT
Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.