Beranda Warta Cerita Pasar Sedekah, Berbagi Berkah

Pasar Sedekah, Berbagi Berkah

Cerita Jawa Barat Bandung Donasi Covid-19 Comments (0) View (293)

Kegiatan berawal dari menyimpan topi dan tasbih di pagar teras rumah. Kemudian dipasang kertas dengan tulisan "silakan ambil bila diperlukan". Beberapa menit kemudian, topi ada yang ambil. Tasbih juga. Selanjutnya dipasang beberapa jilbab. Ternyata, ada yang ambil juga. Berarti ada yang membutuhkan. Topi, tasbih dan jilbab yang dipajang, diambil gambar/dokumentasinya dan dishare di WAG warga. Info tersebut ada yang menyambut. Ada warga yang mau menyimpan juga baju batik suaminya.

Demikian bergulir terus hingga akhirnya ada gagasan untuk membuat Pasar Baju Layak Pakai. Bercerita di antara keluarga, kemudian beranjak mengajak ibu-ibu majelis taklim dalam obrolan ringan selepas sholat subuh. Esoknya, ibu-ibu majelis taklim berdatangan mengantarkan baju layak pakai. Akhirnya terkumpul baju bekas layak pakai, seperti baju gamis, baju koko, jilbab, sajadah, mukena, sepatu/sendal, peci anak, ikat pinggang, dan lain-lain.

Tahapan berikutnya, dirumuskan aturan main bahwa warga yang akan menerima paket sembako & mengambil baju layak pakai, akan diajak juga untuk bersedekah dengan rongsokan/sampah daur ulang seperti buku, botol plastik, cup plastik atau kardus. Rongsokan tersebut, selanjutkan akan dikelola oleh Bank Sampah Laksana. Aturan lainnya, warga harus memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sebelum memasuki area pasar, warga harus mengisi daftar hadir dan mendapat nomor antrian.

Dalam pelaksanaannya, semua pihak yang berkumpul, sejatinya bersedekah. Panitia yang terdiri dari pengurus RT/RW, pengurus Bank Sampah dan dibantu Remaja Masjid, adalah bersedekah dengan pikiran dan tenaga, mempertemukan dermawan dengan penerimanya. Dermawan bersedekah dengan baju layak pakai dan sembako. Demikian juga dengan warga yang menjadi penerima manfaat, bersedekah dengan rongsokannya. Jadilah kegiatan tersebut kami sebut Pasar Sedekah.

Pasar Sedekah pertama, dilaksanakan pada 21 Mei 2020, sebelum lebaran. Kebetulan hari libur. Penerima manfaatnya warga tidak mampu yang dipilih oleh pengurus RT. Targetnya 50 orang. Dibagi rata, 10 orang per RT. Kebetulan ada 5 RT di lingkungan kami, RW 11 Sukalaksana Cicaheum, Bandung. Penerima manfaat mendapat kupon dan harus membawa barang rongsokan. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua RW, kemudian penyampaian Tata Tertib Pasar Sedekah. Warga wajib mengenakan masker, duduk di kursi dengan jaga jarak, dan dipanggil sesuai nomor antrian. Di meja pertama, warga langsung mendapat 1 paket sembako yang terdiri dari beras, mie, dan kecap. Di meja berikutnya, warga bebas memilih untuk mengambil baju layak pakai.

Pasar Sedekah kedua, dilaksanakan pada hari Ahad, 7 juni 2020. Dibuka untuk umum dan tidak memakai kupon. Tapi warga yang tidak mampu, diberi info agar mereka datang lebih awal. Di Pasar Sedekah ke-2, warga tetap harus membawa rongsokan & membayar sembako senilai Rp. 2.000 per jenis sembako. Beberapa warga sudah datang lebih awal. Kegiatan berlangsung cepat. Beberapa warga tidak dapat belanja karena sembako sudah habis. Baju bekas layak pakai pun hanya tersisa 4 lembar jilbab. Dana yang terkumpul, sebesar Rp. 384.000, dimasukkan ke kas Lumbung Sembako. Program yang digagas pada Maret 2020 terkait adanya pandemik Covid-19.

Pasar Sedekah ke-3, dilaksanakan pada hari Ahad, 5 Juli 2020. Teknis kegiatan berlaku seperti Pasar Sedekah ke-1, yaitu menggunakan kupon. Kegiatan mengusung tema Kembali ke Sekolah. Selain 4 jenis sembako, yaitu beras, telur, mie dan minyak goring, disediakan juga ATK berupa buku tulis, pulpen, pinsil, penggaris dan penghapus. Warga bisa membeli 2 jenis sembako dengan harga Rp. 2.000/sembako & 1 paket ATK plus tetap dapat mengambil baju layak pakai secara gratis. Terkumpul dana sejumlah Rp. 535.000 yang dialokasikan untuk menambah kas Lumbung Sembako, kas untuk Pasar Sedekah berikutnya dan operasional Bank Sampah.

Pasar Sedekah ke-4, dilaksanakan pada hari Ahad, 16 Agustus 2020 dengan tema Dirgahayu NKRI ke-75. Di lokasi kegiatan dipasang 5 buah bendera merah putih, bendera kertas wajit di saung Bank Sampah, & spanduk dirgahayu. Panitiapun mengenakan baju berwarna merah. Kegiatan juga diikuti oleh perwakilan dari Komunitas Yuk Sedekah dan Komunitas Bersedekah.

Sedekah yang masuk cukup banyak sehingga bisa disediakan 250 paket sembako untuk 125 orang dan tetap masih tersedia juga baju layak pakai. Hasil dari kegiatan, terkumpul dana Rp. 535.000. Warga yang mestinya membayar dengan dana sejumlah Rp. 4.000 untuk 2 jenis sembako, beberapa di antaranya ada yang membayar lebih. Mungkin awalnya karena tidak ada kembalian uang pecahan Rp. 1.000. Mudah-mudahan diniatkan sebagai sedekah.

Demikian juga di Pasar Sedekah ke-5 yang dilaksanakan pada hari Ahad, 13 september 2020. Sembako yang disediakan sejumlah 160 paket yang terdiri dari minyak goreng, susu kaleng, mie & telor, dana yang terkumpul sejumlah Rp. 405.000. Semestinya sejumlah Rp. 320.000. Sekali lagi, ada beberapa warga yang membayar lebih.

Dulu mungkin dikenal adanya Pasar Murah. Kami menyebutnya Pasar Sedekah.[Jabar]


Penulis: Maryana Ahmad, Tim Komunikasi OC-4
Program Kotaku Provinsi Jawa Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.